10 Hal Penting tentang berapa rakaat sholat tarawih sendiri agar khusyuk di bulan Ramadhan

Sisca Staida

10 Hal Penting tentang berapa rakaat sholat tarawih sendiri agar khusyuk di bulan Ramadhan


Sholat Tarawih merupakan sholat sunnah yang dikerjakan khusus pada bulan Ramadhan, setelah sholat Isya hingga menjelang Subuh. Sholat ini memiliki keutamaan yang besar dan dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah di masjid. Namun, jika ada halangan, sholat Tarawih juga sah dikerjakan sendiri di rumah. Melaksanakan sholat Tarawih dengan khusyuk, baik berjamaah maupun sendiri, merupakan tujuan utama agar mendapatkan keberkahan Ramadhan. Contohnya, seseorang yang sakit atau tinggal di daerah yang jauh dari masjid dapat melaksanakan sholat Tarawih sendiri di rumah. Contoh lain adalah musafir yang sedang dalam perjalanan dan tidak menemukan masjid.

10 Hal Penting tentang berapa rakaat sholat tarawih sendiri agar khusyuk di bulan Ramadhan

Sholat Tarawih dapat dikerjakan dengan bilangan rakaat 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, hingga 36 rakaat, dilanjutkan dengan sholat witir 3 rakaat. Jumlah rakaat ini fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan keikhlasan dalam melaksanakan ibadah ini. Menjaga kekhusyukan dapat dicapai dengan memahami bacaan dan gerakan sholat, serta menjauhkan diri dari segala hal yang dapat mengganggu konsentrasi.

Rasulullah SAW sendiri tidak menetapkan jumlah rakaat tertentu untuk sholat Tarawih. Hal ini memberikan keluasan bagi umat Islam untuk memilih jumlah rakaat yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik mereka. Namun, dianjurkan untuk menjaga konsistensi dalam jumlah rakaat yang dikerjakan setiap malamnya. Konsistensi ini membantu membangun kebiasaan dan disiplin dalam beribadah.

Membaca surat-surat pendek dalam Al-Qur’an juga dianjurkan dalam sholat Tarawih. Pilihan surat dapat disesuaikan dengan hafalan dan pemahaman masing-masing. Memahami arti dari ayat-ayat yang dibaca dapat meningkatkan kekhusyukan dan penghayatan dalam sholat.

Menjaga ketenangan hati dan pikiran sebelum memulai sholat Tarawih sangat penting. Hindari segala hal yang dapat mengganggu konsentrasi, seperti memikirkan urusan duniawi atau bermain gadget. Mempersiapkan diri dengan wudhu yang sempurna dan pakaian yang bersih juga dapat membantu meningkatkan kekhusyukan.

Membaca doa setelah sholat Tarawih juga merupakan amalan yang dianjurkan. Dalam doa tersebut, kita dapat memohon ampunan, rahmat, dan hidayah kepada Allah SWT. Doa setelah sholat Tarawih juga merupakan waktu yang mustajab untuk memohon segala hajat kepada Allah SWT.

Melaksanakan sholat Tarawih dengan ikhlas karena Allah SWT merupakan kunci utama untuk mendapatkan keberkahan Ramadhan. Hindari riya’ atau pamer dalam beribadah. Niatkan sholat Tarawih semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memperbanyak istighfar dan shalawat sebelum, selama, dan setelah sholat Tarawih juga dianjurkan. Istighfar dan shalawat dapat membersihkan hati dan meningkatkan keimanan. Dengan hati yang bersih, sholat Tarawih dapat dikerjakan dengan lebih khusyuk.

Memilih tempat yang tenang dan nyaman untuk sholat Tarawih juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi. Jika memungkinkan, pilihlah ruangan yang bersih dan jauh dari gangguan. Ketenangan lingkungan sekitar dapat membantu menciptakan suasana yang khusyuk dalam beribadah.

Berdoa agar diberikan kemudahan dan kekuatan untuk melaksanakan sholat Tarawih dengan khusyuk setiap malamnya. Mintalah kepada Allah SWT agar ibadah yang dikerjakan diterima dan diridhoi. Keikhlasan dan kesungguhan dalam berdoa akan dikabulkan oleh Allah SWT.

10 Poin Penting Sholat Tarawih Sendiri dengan Khusyuk:

  1. Niat yang ikhlas. Niatkan sholat Tarawih semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain. Ikhlas merupakan kunci utama diterimanya suatu ibadah. Tanpa keikhlasan, segala amal ibadah yang dilakukan akan sia-sia. Oleh karena itu, pastikan niat kita lurus hanya untuk Allah SWT.
  2. Memilih waktu yang tepat. Usahakan untuk melaksanakan sholat Tarawih di waktu yang paling nyaman dan memungkinkan untuk fokus. Hindari mengerjakan sholat Tarawih saat tubuh terlalu lelah atau mengantuk. Pilihlah waktu dimana kita dapat berkonsentrasi penuh dalam sholat.
  3. Mempersiapkan diri dengan baik. Berwudhu dengan sempurna, memakai pakaian yang bersih dan rapi, serta memilih tempat yang tenang dan nyaman. Persiapan yang matang dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kekhusyukan dalam sholat. Pastikan juga lingkungan sekitar mendukung suasana khusyuk.
  4. Memahami bacaan dan gerakan sholat. Pelajari tata cara sholat Tarawih yang benar, termasuk bacaan dan gerakannya. Pemahaman yang baik terhadap bacaan dan gerakan sholat dapat meningkatkan kekhusyukan. Jika ada bacaan yang belum dipahami, usahakan untuk mempelajarinya.
  5. Membaca Al-Qur’an dengan tartil. Bacalah ayat-ayat Al-Qur’an dengan perlahan dan jelas, serta pahami maknanya. Membaca Al-Qur’an dengan tartil dapat meningkatkan penghayatan dan kekhusyukan dalam sholat. Fokuskan pikiran pada ayat-ayat yang dibaca.
  6. Memperbanyak dzikir dan doa. Perbanyaklah dzikir dan doa sebelum, selama, dan setelah sholat Tarawih. Dzikir dan doa dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kekhusyukan dalam sholat. Ingatlah selalu akan kebesaran Allah SWT.
  7. Menjaga konsentrasi. Fokuskan pikiran hanya pada sholat dan jauhkan segala hal yang dapat mengganggu konsentrasi. Konsentrasi merupakan kunci utama dalam mencapai kekhusyukan. Hindari memikirkan hal-hal duniawi selama sholat.
  8. Merasa diawasi Allah SWT. Sadarilah bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap perbuatan kita, termasuk saat sholat. Kesadaran ini dapat meningkatkan rasa khusyuk dan takut kepada Allah SWT. Ingatlah bahwa Allah SWT Maha Melihat.
  9. Berdoa agar diberikan kekhusyukan. Mintalah kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan kekuatan untuk melaksanakan sholat Tarawih dengan khusyuk. Doa merupakan senjata bagi orang mukmin. Mintalah dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT.
  10. Istiqomah dalam melaksanakan sholat Tarawih. Usahakan untuk melaksanakan sholat Tarawih secara rutin setiap malam di bulan Ramadhan. Istiqomah dalam beribadah dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Jadikan sholat Tarawih sebagai kebiasaan yang baik di bulan Ramadhan.

Tips Meningkatkan Kekhusyukan Sholat Tarawih:

  • Membaca Al-Qur’an sebelum Tarawih. Membaca Al-Qur’an sebelum sholat Tarawih dapat membantu menenangkan hati dan pikiran, sehingga lebih mudah untuk fokus dalam sholat. Pilihlah surat-surat yang pendek dan mudah dipahami. Renungkan makna ayat-ayat yang dibaca.
  • Berwudhu dengan tenang dan sempurna. Berwudhu dengan tenang dan sempurna dapat membantu membersihkan diri dari hadas kecil dan mempersiapkan diri untuk menghadap Allah SWT. Pastikan semua anggota wudhu terbasuh dengan sempurna.
  • Memilih tempat yang tenang dan nyaman. Pilihlah tempat yang tenang dan nyaman untuk sholat Tarawih, agar terhindar dari gangguan dan lebih mudah untuk fokus. Pastikan tempat tersebut bersih dan rapi. Hindari tempat yang ramai dan bising.
  • Menggunakan pakaian yang bersih dan rapi. Menggunakan pakaian yang bersih dan rapi dapat meningkatkan rasa hormat dan khidmat dalam beribadah. Pilihlah pakaian yang sopan dan menutup aurat.
  • Mematikan gadget dan perangkat elektronik lainnya. Matikan gadget dan perangkat elektronik lainnya sebelum memulai sholat Tarawih, agar terhindar dari gangguan dan notifikasi yang dapat mengganggu konsentrasi. Fokuskan diri hanya pada ibadah.


Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan yang besar di bulan Ramadhan. Melaksanakan sholat Tarawih dengan khusyuk dapat mendatangkan banyak pahala dan keberkahan. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami tata cara dan adab sholat Tarawih dengan baik. Dengan memahami tata cara dan adab sholat Tarawih, diharapkan ibadah yang dikerjakan dapat lebih khusyuk dan diterima oleh Allah SWT.

Kekhusyukan dalam sholat Tarawih dapat dicapai dengan menenangkan hati dan pikiran sebelum memulai sholat. Hindari segala hal yang dapat mengganggu konsentrasi, seperti memikirkan urusan duniawi atau bermain gadget. Fokuskan pikiran hanya pada Allah SWT dan ibadah yang sedang dikerjakan. Dengan demikian, sholat Tarawih dapat dikerjakan dengan lebih khusyuk dan mendatangkan ketenangan batin.

Jumlah rakaat sholat Tarawih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Tidak ada jumlah rakaat yang baku, yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah. Pilihlah jumlah rakaat yang sesuai dengan kemampuan fisik dan kondisi kesehatan, agar ibadah dapat dikerjakan dengan nyaman dan tanpa paksaan.

Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memahami maknanya dapat meningkatkan kekhusyukan dalam sholat Tarawih. Pilihlah surat-surat yang pendek dan mudah dipahami, agar dapat direnungkan maknanya selama sholat. Dengan memahami makna ayat-ayat yang dibaca, diharapkan dapat meningkatkan penghayatan dan rasa khusyuk dalam beribadah.

Berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan kekuatan untuk melaksanakan sholat Tarawih dengan khusyuk setiap malamnya. Mintalah kepada Allah SWT agar ibadah yang dikerjakan diterima dan diridhoi. Keikhlasan dan kesungguhan dalam berdoa akan dikabulkan oleh Allah SWT. Janganlah ragu untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Menjaga konsistensi dalam melaksanakan sholat Tarawih setiap malam di bulan Ramadhan juga sangat penting. Meskipun sholat Tarawih hukumnya sunnah, namun konsistensi dalam mengerjakannya dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Jadikan sholat Tarawih sebagai kebiasaan yang baik di bulan Ramadhan. Dengan istiqomah, diharapkan dapat meraih keberkahan Ramadhan secara maksimal.

Memperbanyak istighfar dan shalawat sebelum, selama, dan setelah sholat Tarawih dapat membantu membersihkan hati dan meningkatkan keimanan. Dengan hati yang bersih, sholat Tarawih dapat dikerjakan dengan lebih khusyuk. Ingatlah selalu akan kebesaran dan keagungan Allah SWT. Dengan demikian, sholat Tarawih dapat dikerjakan dengan penuh rasa khidmat dan pengabdian kepada Allah SWT.

Melaksanakan sholat Tarawih di rumah sendiri juga memiliki keutamaan, terutama bagi mereka yang memiliki uzur atau halangan untuk sholat berjamaah di masjid. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah, baik dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Niatkan sholat Tarawih semata-mata karena Allah SWT dan hindari riya’ atau pamer dalam beribadah.

Memilih waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat Tarawih sendiri di rumah juga penting. Pilihlah waktu dimana kita dapat berkonsentrasi penuh dalam sholat, tanpa gangguan dari aktivitas lain. Hindari mengerjakan sholat Tarawih saat tubuh terlalu lelah atau mengantuk. Dengan demikian, sholat Tarawih dapat dikerjakan dengan lebih khusyuk dan mendatangkan ketenangan batin.

Menciptakan suasana yang khusyuk di rumah saat sholat Tarawih sendiri dapat dilakukan dengan mematikan lampu, menyalakan lilin atau lampu redup, dan memutar murottal Al-Qur’an dengan suara yang lembut. Hal ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kekhusyukan dalam sholat. Pastikan juga lingkungan sekitar tenang dan bebas dari gangguan.

FAQ Sholat Tarawih Sendiri:

Muhammad Al-Farisi: Bagaimana jika saya tertidur dan melewatkan sholat Tarawih?

KH. Muhammad Syakir: Jika tertidur dan melewatkan sholat Tarawih, tidak ada kewajiban untuk menggantinya karena hukumnya sunnah. Namun, Anda dapat memperbanyak ibadah sunnah lainnya sebagai pengganti, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau bersedekah.

Ahmad Zainuddin: Apakah boleh sholat Tarawih di rumah dengan jumlah rakaat yang berbeda setiap malamnya?

KH. Muhammad Syakir: Boleh saja sholat Tarawih dengan jumlah rakaat yang berbeda setiap malamnya. Yang terpenting adalah menjaga konsistensi dan kekhusyukan dalam beribadah. Sesuaikan jumlah rakaat dengan kemampuan dan kondisi fisik.

Bilal Ramadhan: Bagaimana jika saya tidak hafal surat-surat panjang dalam Al-Qur’an?

KH. Muhammad Syakir: Anda dapat membaca surat-surat pendek yang dihafal, atau membaca ayat kursi berulang kali. Yang terpenting adalah membaca dengan tartil dan memahami maknanya.

Fadhlan Syahreza: Apakah boleh sholat Tarawih sendiri sambil mendengarkan murottal Al-Qur’an?

KH. Muhammad Syakir: Lebih baik fokus pada bacaan sholat sendiri. Mendengarkan murottal dapat dilakukan sebelum atau sesudah sholat Tarawih.

Ghazali Nurrahman: Bagaimana cara meningkatkan kekhusyukan dalam sholat Tarawih sendiri di rumah?

KH. Muhammad Syakir: Ciptakan suasana yang tenang dan nyaman, pahami bacaan dan gerakan sholat, dan fokuskan pikiran hanya pada ibadah. Berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan kekhusyukan.

Hafidz Al-Karim: Apa hukumnya sholat witir setelah sholat Tarawih?

KH. Muhammad Syakir: Sholat witir hukumnya sunnah muakkad dan dianjurkan untuk dikerjakan setelah sholat Tarawih. Jumlah rakaatnya minimal satu dan maksimal tiga rakaat.

Artikel Terkait

Bagikan:

Sisca Staida

Kenalin, saya adalah seorang penulis artikel yang berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi membaca referensi membuat saya selalu ingin berbagi pengalaman dalam bentuk artikel yang saya buat.

Tags

Artikel Terbaru