Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji

jurnal


Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji

Gurindam 12 karya Raja Ali Haji adalah sebuah karya sastra Melayu yang terdiri dari 12 gurindam, atau syair dua baris yang berirama dan mengandung nasihat atau ajaran moral. Salah satu gurindam yang terkenal dari karya ini adalah:

Barang siapa meninggalkan sembahyang,
Seperti rumah tidak bertiang

Gurindam 12 karya Raja Ali Haji memiliki nilai yang tinggi dalam khazanah sastra Melayu karena berisi ajaran-ajaran moral yang bijaksana dan relevan dengan kehidupan masyarakat. Karya ini juga menjadi salah satu referensi penting dalam mempelajari kebudayaan dan nilai-nilai Melayu.

Pada masa penjajahan Belanda, Gurindam 12 karya Raja Ali Haji sempat dilarang beredar karena dianggap mengandung ajaran yang bertentangan dengan pemerintah kolonial. Namun, setelah Indonesia merdeka, karya ini kembali diterbitkan dan menjadi salah satu karya sastra yang banyak dipelajari di sekolah-sekolah.

Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji

Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji merupakan salah satu karya sastra Melayu yang sangat penting dan memiliki nilai yang tinggi. Karya ini terdiri dari 12 gurindam, atau syair dua baris yang berirama dan mengandung nasihat atau ajaran moral. Beberapa aspek penting yang perlu diketahui tentang Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji antara lain:

  • Pengarang
  • Tahun Penulisan
  • Jenis Karya
  • Jumlah Gurindam
  • Tema
  • Nilai-nilai
  • Gaya Bahasa
  • Pengaruh
  • Relevansi
  • Apresiasi

Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji berisi ajaran-ajaran moral yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat, baik pada masa lampau maupun masa sekarang. Karya ini dapat memberikan banyak pelajaran berharga tentang bagaimana menjalani hidup dengan baik, berbudi luhur, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji sangat penting untuk dipelajari dan diapresiasi oleh masyarakat Indonesia.

Pengarang

Pengarang Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji adalah Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad, seorang ulama, sastrawan, dan sejarawan Melayu yang lahir di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, pada tahun 1809. Raja Ali Haji dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan kebudayaan dan kesusastraan Melayu.

Karya-karya Raja Ali Haji banyak dipengaruhi oleh ajaran Islam, dan Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji merupakan salah satu karyanya yang paling terkenal. Gurindam ini berisi ajaran-ajaran moral dan nasihat yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Melayu, baik pada masa lampau maupun masa sekarang.

Pengaruh Raja Ali Haji sebagai pengarang sangat terlihat dalam Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji. Karya ini tidak hanya berisi ajaran-ajaran moral yang bijaksana, tetapi juga ditulis dengan gaya bahasa yang khas dan mudah dipahami. Raja Ali Haji menggunakan banyak perumpamaan dan ungkapan yang diambil dari kehidupan sehari-hari, sehingga ajaran-ajaran dalam gurindam ini dapat dengan mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat.

Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji memiliki nilai yang sangat tinggi dalam khazanah sastra Melayu. Karya ini tidak hanya menjadi referensi penting dalam mempelajari kebudayaan dan nilai-nilai Melayu, tetapi juga menjadi salah satu karya sastra yang banyak dipelajari di sekolah-sekolah di Indonesia dan negara-negara lain yang berpenduduk Melayu.

Tahun Penulisan

Tahun penulisan Gurindam 12 karya Raja Ali Haji diperkirakan sekitar tahun 1846-1847. Tahun penulisan ini sangat penting karena berkaitan dengan konteks sosial dan politik pada masa itu.

Pada masa itu, masyarakat Melayu sedang mengalami perubahan besar akibat pengaruh kolonialisme Belanda. Raja Ali Haji sebagai seorang ulama dan intelektual Melayu sangat prihatin dengan kondisi masyarakatnya. Ia melihat banyak kemerosotan moral dan nilai-nilai luhur dalam masyarakat Melayu.

Gurindam 12 karya Raja Ali Haji ditulis sebagai upaya untuk membimbing masyarakat Melayu agar kembali kepada nilai-nilai luhur dan ajaran Islam. Gurindam ini berisi nasihat-nasihat dan ajaran moral yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Melayu pada masa itu.

Tahun penulisan Gurindam 12 karya Raja Ali Haji juga menjadi bukti bahwa karya sastra dapat menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan keagamaan. Gurindam ini telah menjadi salah satu karya sastra Melayu yang paling terkenal dan berpengaruh hingga saat ini.

Jenis Karya

Gurindam 12 karya Raja Ali Haji merupakan sebuah karya sastra Melayu yang termasuk dalam jenis gurindam. Gurindam adalah sebuah bentuk puisi lama Melayu yang terdiri dari dua baris yang berirama dan mengandung nasihat atau ajaran moral.

Jenis karya ini sangat erat kaitannya dengan gurindam 12 karya Raja Ali Haji. Sebab, gurindam merupakan bentuk puisi yang paling tepat untuk menyampaikan ajaran-ajaran moral dan nasihat yang terkandung dalam karya tersebut. Gurindam memiliki ciri khas yaitu berupa dua baris yang berirama dan mengandung makna yang dalam.

Selain itu, jenis karya ini juga sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Hal ini dikarenakan gurindam dapat dengan mudah diingat dan dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, gurindam 12 karya Raja Ali Haji menjadi salah satu karya sastra Melayu yang sangat penting dan berpengaruh.

Dalam kehidupan sehari-hari, jenis karya gurindam dapat kita temukan dalam berbagai bentuk, seperti pantun, syair, dan lagu. Jenis karya ini sering digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral, keagamaan, dan pendidikan.

Jumlah Gurindam

Jumlah gurindam dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan, karena menunjukkan struktur dan keterpaduan karya sastra tersebut.

  • Jumlah Baris

    Gurindam 12 terdiri dari 24 baris, yang terbagi menjadi 12 gurindam. Setiap gurindam terdiri dari dua baris yang berirama dan mengandung nasihat atau ajaran moral.

  • Kesatuan Tema

    Ke-12 gurindam dalam karya ini memiliki kesatuan tema, yaitu ajaran moral dan pendidikan karakter. Setiap gurindam membahas satu topik tertentu, seperti pentingnya ilmu, kejujuran, dan kesabaran.

  • Struktur Hirarkis

    Jumlah gurindam yang terbatas menunjukkan adanya struktur hirarkis dalam karya ini. Gurindam pertama menjadi pengantar dan berisi nasihat umum, sementara gurindam berikutnya membahas topik yang lebih spesifik dan mendalam.

  • Kemudahan Mengingat

    Jumlah gurindam yang sedikit membuat karya ini mudah diingat dan dipahami. Masyarakat Melayu dapat dengan mudah menghafal dan mengamalkan ajaran moral yang terkandung dalam gurindam ini.

Dengan demikian, jumlah gurindam dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” tidak hanya menunjukkan struktur karya, tetapi juga mencerminkan kesatuan tema, struktur hirarkis, dan kemudahan mengingat. Hal ini membuat karya sastra ini menjadi sarana efektif untuk menyampaikan ajaran moral dan pendidikan karakter.

Tema

Tema merupakan aspek penting dalam karya sastra, termasuk “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”. Tema menjadi dasar cerita dan menentukan pesan yang ingin disampaikan penulis.

  • Pendidikan Karakter

    Gurindam 12 banyak mengandung ajaran tentang pendidikan karakter, seperti pentingnya kejujuran, kesabaran, dan kerja keras.

  • Nilai-Nilai Agama

    Sebagai seorang ulama, Raja Ali Haji banyak memasukkan nilai-nilai agama Islam dalam gurindamnya, seperti keimanan, ibadah, dan akhlak mulia.

  • Kritik Sosial

    Beberapa gurindam juga berisi kritik sosial, seperti tentang kemalasan, kebodohan, dan ketidakadilan.

  • Hikmah Kehidupan

    Gurindam 12 banyak memberikan hikmah kehidupan, seperti pentingnya ilmu, manfaat bersyukur, dan akibat dari perbuatan jahat.

Dengan demikian, tema dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” sangat kaya dan beragam, meliputi pendidikan karakter, nilai-nilai agama, kritik sosial, dan hikmah kehidupan. Tema-tema ini saling berkaitan dan membentuk sebuah kesatuan yang utuh, menjadikannya sebuah karya sastra yang bernilai tinggi dan relevan sepanjang zaman.

Nilai-nilai

Nilai-nilai merupakan aspek penting dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” karena gurindam ini tidak hanya berisi ajaran dan nasihat, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur yang penting bagi kehidupan manusia.

  • Nilai Moral

    Nilai moral menjadi inti ajaran dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”. Gurindam ini mengajarkan pentingnya kejujuran, keadilan, kesabaran, dan sikap positif lainnya.

  • Nilai Agama

    Sebagai seorang ulama, Raja Ali Haji banyak memasukkan nilai-nilai agama Islam dalam gurindamnya. Nilai-nilai agama ini mencakup keimanan, ibadah, dan akhlak mulia.

  • Nilai Sosial

    Gurindam ini juga mengajarkan nilai-nilai sosial, seperti pentingnya kerja sama, tolong-menolong, dan menghormati orang lain.

  • Nilai Budaya

    Nilai-nilai budaya Melayu juga tercermin dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”, seperti nilai kesopanan, kesantunan, dan menghargai adat istiadat.

Nilai-nilai yang terkandung dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Melayu hingga saat ini. Nilai-nilai ini menjadi pedoman berperilaku dan bertata krama, serta membentuk karakter masyarakat Melayu yang berakhlak mulia dan berbudaya.

Gaya Bahasa

Dalam dunia sastra, gaya bahasa merupakan aspek yang penting dalam menyampaikan pesan dan menciptakan efek tertentu. “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” sebagai sebuah karya sastra Melayu klasik, tidak lepas dari penggunaan gaya bahasa yang khas dan efektif.

  • Penggunaan Metafora

    Raja Ali Haji banyak menggunakan metafora atau kiasan dalam gurindamnya. Misalnya, dalam gurindam berikut: “Barang siapa meninggalkan sembahyang,/Seperti rumah tidak bertiang.” Metafora “rumah tidak bertiang” menggambarkan bahwa orang yang meninggalkan sembahyang ibarat rumah yang tidak memiliki tiang penyangga, sehingga mudah runtuh dan hancur.

  • Penggunaan Hiperbola

    Hiperbola atau berlebihan juga menjadi salah satu gaya bahasa yang digunakan Raja Ali Haji. Misalnya, dalam gurindam: “Barang siapa berbuat jasa,/Seperti air di daun keladi.” Hiperbola “seperti air di daun keladi” menggambarkan bahwa perbuatan baik akan hilang dengan mudah, layaknya air yang mudah menguap dari daun keladi.

  • Penggunaan Personifikasi

    Personifikasi atau penggambaran benda mati seolah-olah hidup juga ditemukan dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”. Misalnya, dalam gurindam berikut: “Barang siapa tidak tahu malu,/Niscaya ia tidak berakal.” Personifikasi “tidak tahu malu” menggambarkan bahwa sifat tidak tahu malu identik dengan orang yang tidak memiliki akal.

  • Penggunaan Repetisi

    Repetisi atau pengulangan kata atau frasa juga menjadi gaya bahasa yang digunakan Raja Ali Haji. Misalnya, dalam gurindam: “Jika hendak mengenal orang mulia,/Lihatlah kepada kelakuannya.” Repetisi kata “lihatlah” pada awal baris kedua memberikan penekanan pada pentingnya memperhatikan kelakuan seseorang untuk mengetahui apakah ia mulia atau tidak.

Penggunaan gaya bahasa dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” tidak hanya memperindah susunan kata-kata, tetapi juga memperkuat makna yang ingin disampaikan. Melalui metafora, hiperbola, personifikasi, dan repetisi, Raja Ali Haji mampu menggambarkan nilai-nilai moral dan ajaran agama dengan cara yang mudah dipahami dan membekas di hati para pembaca.

Pengaruh

Pengaruh merupakan salah satu aspek penting dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”. Gurindam ini memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan kebudayaan dan pendidikan di masyarakat Melayu.

Pengaruh “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, gurindam ini berisi ajaran-ajaran moral dan agama yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Melayu. Kedua, gurindam ini ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Ketiga, Raja Ali Haji sebagai pengarang adalah seorang ulama dan tokoh masyarakat yang dihormati, sehingga gurindamnya mendapat kepercayaan dan penerimaan masyarakat.

Pengaruh “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” terlihat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Melayu. Pertama, gurindam ini menjadi pedoman moral dan akhlak bagi masyarakat Melayu. Kedua, gurindam ini digunakan sebagai bahan ajar dalam pendidikan agama dan moral di sekolah-sekolah Melayu. Ketiga, gurindam ini menjadi sumber inspirasi bagi karya-karya sastra Melayu lainnya.

Relevansi

Relevansi merupakan salah satu aspek penting dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”. Gurindam ini tetap relevan dan memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu hingga saat ini karena beberapa faktor.

  • Nilai Moral Universal

    Nilai-nilai moral yang diajarkan dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” bersifat universal dan tidak lekang oleh waktu. Ajaran tentang kejujuran, keadilan, kesabaran, dan kerja keras masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat modern.

  • Panduan Hidup

    Gurindam ini dapat dijadikan sebagai panduan hidup bagi masyarakat Melayu. Ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya memberikan tuntunan tentang bagaimana menjalani hidup yang baik dan berakhlak mulia.

  • Sumber Inspirasi

    “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” terus menjadi sumber inspirasi bagi karya-karya sastra Melayu lainnya. Nilai-nilai moral dan ajaran agama yang terkandung di dalamnya sering dijadikan tema atau motif dalam karya-karya sastra kontemporer.

  • Kekayaan Bahasa

    Gurindam ini menggunakan bahasa Melayu yang indah dan bermakna. Kekayaan bahasa yang digunakan Raja Ali Haji dapat menjadi bahan kajian bagi para ahli bahasa dan sastra.

Dengan demikian, “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” tetap relevan dan penting bagi masyarakat Melayu hingga saat ini karena nilai-nilai moral universal yang diajarkannya, fungsinya sebagai panduan hidup, sumber inspirasi bagi karya sastra lainnya, dan kekayaan bahasanya.

Apresiasi

Apresiasi merupakan aspek penting dalam pelestarian dan pengembangan karya sastra, termasuk “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”. Apresiasi terhadap karya sastra dapat berupa pengkajian, pemahaman, dan penghayatan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dalam konteks “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”, apresiasi sangat penting karena karya ini merupakan salah satu karya sastra Melayu klasik yang kaya akan nilai-nilai moral dan ajaran agama. Melalui apresiasi, masyarakat dapat memahami dan menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam gurindam ini, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Apresiasi terhadap “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti: pengkajian makna dan pesan yang terkandung dalam gurindam, pemahaman konteks sosial dan budaya pada masa penulisan gurindam, serta penghayatan nilai-nilai moral dan ajaran agama yang terdapat dalam gurindam.

Dengan mengapresiasi “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”, masyarakat dapat memperoleh banyak manfaat, di antaranya: memperoleh pedoman hidup yang baik dan berakhlak mulia, memperkaya khazanah pengetahuan tentang budaya Melayu, serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap warisan budaya bangsa.

Tanya Jawab Umum tentang Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji

Bagian Tanya Jawab Umum ini akan membahas pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan dan memberikan klarifikasi mengenai aspek-aspek penting dari “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”.

Pertanyaan 1: Apakah yang dimaksud dengan gurindam?

Jawaban: Gurindam adalah sebuah bentuk puisi Melayu klasik yang terdiri dari dua baris bersajak dan mengandung nasihat, pengajaran, atau ajaran moral.

Pertanyaan 2: Siapakah pengarang “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”?

Jawaban: Pengarang “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” adalah Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad, seorang ulama, sastrawan, dan sejarawan Melayu yang lahir pada tahun 1809 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.

Pertanyaan 3: Kapan “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” ditulis?

Jawaban: “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” diperkirakan ditulis sekitar tahun 1846-1847, pada masa ketika masyarakat Melayu mengalami perubahan sosial dan politik yang besar akibat pengaruh kolonialisme Belanda.

Pertanyaan 4: Berapa jumlah gurindam dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”?

Jawaban: “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” terdiri dari 12 gurindam, yang masing-masing terdiri dari dua baris.

Pertanyaan 5: Apa tema utama yang dibahas dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”?

Jawaban: Tema utama yang dibahas dalam “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” adalah pendidikan karakter, nilai-nilai agama, kritik sosial, dan hikmah kehidupan.

Pertanyaan 6: Mengapa “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” dianggap sebagai karya sastra yang penting?

Jawaban: “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” dianggap sebagai karya sastra yang penting karena mengandung nilai-nilai moral dan ajaran agama yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Melayu, serta ditulis dengan gaya bahasa yang indah dan mudah dipahami.

Tanya Jawab Umum ini memberikan ringkasan tentang aspek-aspek penting dari “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”. Untuk pembahasan yang lebih mendalam, silakan lanjutkan ke bagian berikutnya.

Bagian selanjutnya akan mengupas pengaruh dan relevansi “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” dalam konteks masyarakat Melayu.

Tips Memahami dan Mengapresiasi Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji

Untuk memahami dan mengapresiasi “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” dengan baik, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

Bacalah dengan Suara Keras: Membaca gurindam dengan suara keras dapat membantu Anda merasakan irama dan rima yang khas, sehingga lebih mudah memahami maknanya.

Pahami Konteks Sejarah: Memahami konteks sosial dan budaya pada masa penulisan gurindam dapat membantu Anda mengidentifikasi nilai-nilai dan ajaran yang ingin disampaikan oleh Raja Ali Haji.

Cari Arti Kata yang Tidak Dikenal: Beberapa kata dalam gurindam mungkin sudah tidak umum digunakan saat ini. Carilah artinya dalam kamus atau sumber daring untuk memperkaya pemahaman Anda.

Identifikasi Tema dan Pesan: Setiap gurindam biasanya memiliki tema dan pesan tertentu. Cobalah identifikasi tema dan pesan tersebut untuk memahami inti ajaran yang disampaikan.

Bandingkan dengan Pengalaman Pribadi: Cobalah kaitkan ajaran dalam gurindam dengan pengalaman pribadi Anda. Hal ini dapat membantu Anda memahami dan menghayati nilai-nilai yang disampaikan.

Diskusikan dengan Orang Lain: Diskusikan gurindam dengan teman, keluarga, atau kelompok belajar. Bertukar pikiran dan perspektif dapat memperdalam pemahaman Anda.

Terapkan dalam Kehidupan Sehari-hari: Ajaran-ajaran dalam gurindam sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Cobalah terapkan nilai-nilai tersebut dalam perilaku dan tindakan Anda.

Kagumi Kekayaan Bahasa: Bahasa yang digunakan Raja Ali Haji dalam gurindam sangat indah dan kaya makna. Kagumi dan apresiasi kekayaan bahasa Melayu yang terkandung di dalamnya.

Dengan menerapkan tips-tips ini, Anda dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji”, menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tips-tips ini juga akan menjadi landasan bagi bagian terakhir artikel ini, yang akan mengeksplorasi pengaruh dan relevansi “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” dalam konteks masyarakat Melayu.

Kesimpulan

Pembahasan “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” dalam artikel ini telah mengungkap berbagai aspek penting karya sastra Melayu klasik tersebut. Beberapa poin utama yang saling terkait dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Nilai-nilai moral dan ajaran agama yang terkandung dalam gurindam sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Melayu, baik pada masa lampau maupun sekarang.
  2. Gaya bahasa yang digunakan Raja Ali Haji, seperti metafora, hiperbola, dan repetisi, memperkuat makna ajaran moral dan mempermudah pemahaman masyarakat.
  3. “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan dan pendidikan Melayu, menjadi pedoman moral, bahan ajar, dan sumber inspirasi karya sastra.

Sebagai penutup, “Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji” merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Melayu. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus dipelajari, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui karya sastra ini, Raja Ali Haji telah memberikan sumbangsih besar dalam membentuk karakter dan jati diri masyarakat Melayu yang berakhlak mulia dan berbudaya tinggi.

Youtube Video:



Artikel Terkait

Bagikan:

jurnal

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.

Tags

Artikel Terbaru