Kelompok 4 KKN STAIDA Gresik Tingkatkan Potensi Kesenian Mojogandik


GRESIK – Beranggotakan 22 mahasiswa, Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) mengabdi di Desa Wonorejo Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Salah satu program kerja yang mereka usung ialah meningkatkan potensi seni dan budaya warga Dusun Mojogandik.

Kegiatan KKN berlangsung sejak 10 Agustus hingga 10 September, dalam kesempatan tersebut Kelompok 4 turut memeriahkan peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia dengan menjadi panitia lomba karnaval yang digelar Sabtu, (3/9).

Zakiyuddin Al Farisi, selaku koordinator kegiatan mengungkapkan, kegiatan karnaval sejatinya sudah menjadi agenda tahunan warga Dusun Mojogandik. Namun pada tahun ini kelompok 4 turut memeriahkan dengan menggelar lomba.

“Dalam karnaval yang digelar ini menampilkan berbagai kesenian dan budaya warga. Seperti penampilan sembilan ogoh-ogoh, jaran kepang, juga sinden yang sudah terkenal hingga keluar Gresik,” terangnya.

Perlu diketahui Dudun Mojogandik Desa Wonorejo terkenal dengan pelatihan sinden yang banyak didatangi pesinden luar kota. Dusun Mojogandik juga memiliki kesenian jaranan dan karawitan.

Dalam pelaksanaan karnaval dimulai dengan rute dari Dusun Mojogandik, melewati Dusun Wonorejo, masuk Dusun Gogor, lalu kembali ke Mojogandik melalui jalan raya. Dimana di setiap pos akan dijuri dari segi aspek keindahan, kreativitas, kekompakan, dan ketertiban.

Koordinator D Wonorejo Rizqi Rusdianto, menambahkan selain fokus meningkatkan kesenian desa, kelompok 4 juga memiliki program kerja lainnya. “Kelompok 4 juga memiliki program penyuluhan pranikah, tahsin quran, ngaji pranikah, juga memberikan pengajaran di lembaga sekolah menggunakan kuantum teaching. Kami juga memberikan pembiasaan apel pagi, penerapan mencuci tangan dengan sasaran siswa SD,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wonorejo Roto berterima kasih kepada mahasiswa KKN di Desa Wonorejo. “Warga Wonorejo sangat terbantu karena setiap ada kegiatan mahasiswa KKN selalu ikut serta. Inovasi yang mahasiswa kembangkan terhadap peningkatan potensi Desa sangat baik,” pungkasnya.

Kegiatan KKN rencananya ditutup dengan tahsin Alquran yang dibimbing langsung Ustadz Shohibul Marbaith dr alumni Pondok Pesantren Al Quran Singosari Malang. Kegiatan tahsin Alquran menjadi upaya mempelajari Alquran dengan baik dan benar. Diharapkannya dengan awal pembukaan majlis ilmu ini, maka warga akan tetap istiqomah di dalam mempelajari Alquran. (*/han)

Sumber: Jawapos Radar Gresik