Kampuse Wong Santri

Masa PPKM, STAIDA Gresik Rogoh Kocek Miliaran Demi Subsidi Biaya Mahasiswa


STAIDAGRESIK – Belakangan situasi sulit akibat terjangan pandemi Covid-19 terutama selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga saat ini tidak hanya melanda sektor ekonomi makro maupun mikro. Sektor pendidikan khususnya pada kampus swasta pun tak terlepas dari ancaman serius hingga mengalami penurunan intensitas program yang dijalankan.

Bahkan, tak sedikit lembaga yang terpaksa mengurangi tenaga pendidik di tempat kerjanya. Adapula yang rela menguras keuangan lembaga untuk memberikan subsidi biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) demi mempertahankan Mahasiswa agar tetap bisa melanjutkan perkuliahan. Salah satunya adalah Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) yang berlokasi di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik.

“Jika seluruh subsidi SPP untuk Mahasiswa sejak awal penerapan PPKM mencapai 1.3 miliar,” kata Ketua STAIDA A.Syifa’ul Qulub.

Pak Afuk, begitu sapaan akrab A. Syifa’ul Qulub mengurai, pihaknya tidak hanya memberikan subsidi biaya SPP saja kepada Mahasiswa. Namun juga memberikan berbagai pilihan beasiswa bagi seluruh tingkat semester maupun jurusan yang ada.

“Semua itu demi memudahkan mahasiswa untuk terus melanjutkan perkuliahan, oleh karenanya berbagai beasiswa kita sediakan untuk meringankan beban mahasiswa di masa pandemi ini, selain kita mensubsidi SPP selama penerapan PPKM,” paparnya.

PPKM, lanjut dia, sangat berpengaruh pada keuangan keluarga. Sehingga banyak keluarga yang kehilangan sumber penghasilan atau mengalami pengurangan upah/ hasil bisnis. Disisi lain, pendidikan anak-anak mereka di bangku perkuliahan bagaimanapun harus tetap berjalan, sehingga bisa melanjutkan generasi yang lebih unggul.

Oleh karena itu, pihaknya kini tengah mengupayakan agar bisa mendapatkan program beasiswa lebih banyak lagi. Hal itu bertujuan supaya beban biaya yang ditanggung oleh keluarga Mahasiswa lebih ringan.

Masih menurut Pak Afuk, terhitung sejak tahun 2020 lalu, berbagai beasiswa telah berhasil diraih dan disalurkan kepada Mahasiswa, seperti beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), beasiswa dari Badan Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (Baznas), dan lain sebagainya.

“Dari KIP tahun lalu total 512, tahun ini total 600 lebih, belum lagi Madin, Baznas, subsidi tahfidzul Qur’an, subsidi PPKM dan lainnya,” tandasnya.

Kondisi ini, Pak Afuk berharap agar Mahasiswa tetap semangat belajar dan ‘tafaqquh fiddin’. Sebab seluruh ikhtiar kampus tidak lain adalah dalam rangka meringankan beban biaya yang ditanggung Mahasiswa. Terlebih pada masa PPKM saat ini yang kembali diperpanjang hingga 30 Agustus 2021.

“Kami berharap Mahasiswa tetap semangat belajar, kami terus berikhtiar mencarikan solusi untuk bisa meringankan beban biaya mereka dan keluarga. Sehingga tidak ada lagi keluhan biaya, tidak ada lagi keluhan belajar daring terkendala paket data,” tutupnya.

Sumber: beritabaru.co

× Butuh bantuan?