Pendidikan Islam Anak Usia Dini

/Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Pendidikan Islam Anak Usia Dini2018-10-17T17:32:41+00:00
Riyadlotus Sholichah, S.Ag, M.Si.
Riyadlotus Sholichah, S.Ag, M.Si.Ketua Program Studi

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan  potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,bangsa dan negara.

Pendidikan menurut ajaran Islam diberikan kepada manusia sejak dirinya dilahirkan sampai menjelang kematiannya. Pendidikan adalah merupakan  alat atau sarana bagi manusia untuk mengembangkan keilmuan dan pengetahuan, oleh karena itu pendidikan diharapkan memiliki standard dan dasar-dasar yang tertata, kurikulum, teori-teori dan konsep-konsep pendidikan yang diharapkan.

Islam, telah datang dengan teori dengan konsep yang memiliki syarat, tertata, dan dikurikulumkan. Adapun teori dan konsep yang baik dari Islam antara lain Al-Qur’an, Al-Hadits atau As-Sunnah, dan Ra’yu. Al-Quran dan Al-Hadits merupakan pondasi dan tiang yang sangat kokoh dalam pendidikan, dan ra’yu sebagai pelengkap dan memperindah dunia pendidikan Islam. Jadi, untuk menuju pendidikan yang baik kita harus memiliki pendidikan yang memiliki dasar seperti Al-Quran, Hadits, dan ra’yu.

Melalui perguruan tinggi sebagai pusat keunggulan diharapkan mampu menggali dan menumbuhkembangkan, sekaligus menyebarluaskan ilmu pengetahuan kepada peserta didik (mahasiswa). Hal ini merupakan tanggung jawab ilmiah dan akademik. Upaya ini harus diorientasikan atas kepentingan peserta didik dan masyarakat pengguna jasa pendidikan (stakeholder).

Guru merupakan posisi kunci dalam membekali peserta didik dengan sejumlah kompetensi. Menurut Stiggin (1994), Profesionalisme guru yang ditandai dengan efektivitas kinerja seorang guru yang berprestasi dalam mengajar, akan mengantarkan peserta didik pada upaya pembekalan kompetensi dasar yang harus dimiliki pada masing-masing tingkatan.

Pada sisi lainnya  ternyata guru masih ada yang belum memiliki sejumlah kompetensi dan profesionalitas, sehingga harapan untuk mewujudkan anak sholeh sebagai output pendidikan rasanya jauh dari harapan belum lagi jika harapan ini dihadapkan pada gencarnya arus destruktif yang dihadapi yang dihadapi oleh peserta didik. Bahkan guru juga masih ada yang kurang kompetitif bila dihadapkan dengan profesi lainnya.

Pengaruh serta keergantungan kita dengan dunia global tidak dapat kita elakkan, karena itu yang perlu dilakukan adalah kemampuan untuk berkompetisi dalam berbagai bidang termasuk bidang pendidikan, bahkan diperlukan penguatan budaya lokal dengan membangun guru yang mengakar di tengah masyarakat, sehingga budaya global dapat dicegah. Sosok seorang guru benar-benar sangat dibutuhkan yang memiliki seperangkat kecakapan, kemampuan serta profesionalis.

Atas dasar pemikiran tersebut diatas, maka Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)  dirasa sangat penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan tenaga pendidik yang professional dan berkualitas, khususnya pada tingkatan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Oleh sebab itu pemerintah Indonesia sejak tahun 2003 telah memberikan perhatian yang besar terhadap lembaga-lembaga pendidikan dasar di Indonesia. Madrasah Ibtidayah adalah salah satu lembaga pendidikan dasar di lingkungan kementerian agama yang mendapat perhatian besar dalam pengelolaannya.  Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) Manyar Gresik Jawa Timur  mempunyai prospek yang cerah, dalam arti  sebagai sebagai lembaga yang mencetak generasi masa depan yang tidak saja memiliki bekal dakwah oratif akan tetapi dakwah pena, juga dakwah amali. Dengan demikian eksistensi Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik  memiliki peran urgen ikhtiar penyediaan dan penyiapan human resource yang andal di bidang pendidikan Islam di masa depan.

Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) Manyar Gresik Jawa Timur ini didasarkan pada konsideran tertuang dalam Undang- undang dan Peraturanm Pemerintah sebagai berikut:

  • Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, alenia keempat dinyatakan bahwa tujuan Nasional adalah “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
  • Undang undang 20 tahun 2003 bahwa; Sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan; dalam beberapa pasal menyatakan sebagai berikut :

Pasal 3 : Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan Nasional

Pasal 4: Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur,memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandii serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Pasal 5: Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.

Pasal 6: Setiap warga negara berhak atas kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetahuan, kemampuan dan keterampilan tamatan pendidikan dasar.

Pasal 47 ayat (1); Masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

  • Undang undang 12 tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi yang antara lain tentang fungsi dan tujuan ;

Pasal 4 

Pendidikan Tinggi berfungsi:

Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa;

Mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma; dan

Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora.

Pasal 5

Pendidikan Tinggi bertujuan:

Berkembangnya potensi Mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa;

Dihasilkannya lulusan yang menguasai cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa;

Dihasilkannya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia; dan

Terwujudnya Pengabdian kepada Masyarakat berbasis penalaran dan karya Penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa

Terwujudnya Pendidik Madrasah Ibtidaiyah yang profesional, berlandaskan nilai-nilai keislaman.

  • Mengembangkan dan memajukan ilmu Pendidikan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah melalui penyelenggaraan pembelajaran dan penggunaan metodologi serta strategi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah ;

  • Mencetak sarjana muslim yang bertaqwa dan berakhlaqul karimah dengan menjadikannya kampus sebagai sarana dan wahana pengetahuan keagamaan;

  • Mencetak sarjana yang profesional dan berwawasan keagamaan yang luas melalui kajian ilmiah yang mendukung pengembangan metode dan strategi keilmuan dengan kearifan lokal pada anak usia dasar;

  • Melaksanakan kajian, pengembangan, dan pengabdian pada masyarakat dengan melaksanakan berbagai pengembangan metode pendekatan ilmiah pendidikan anak usia dasar yang relevan dengan kondisi dan situasi masyarakat

Agar menghasilkan lulusan Sarjana Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah yang mempunyai kualifikasi dan kompetensi akademis, maka dirumuskan tujuan sebagai berikut:

  • Melaksanakan pembelajaran untuk memajukan ilmu pengetahuan di bidang ilmu Pendidikan Raudlatul Athfal,

  • Mencetak sarjana muslim yang bertaqwa, berakhlaqul karimah dan bisa menjawab tantangan zaman.

  • Mencetak sarjana yang profesional dan berwawasan keagamaan yang luas, serta mempunyai keterampilan sesuai perkembangan ilmu serta metodologinya pada anak usia dini.

  • Mengaplikasikan peran dan fungsinya dalam proses pembangunan masyarakat dan meningkatkan kepekaan sosial serta mampu menjawab tantangan seiring dengan laju industrialisasi dan modernisasi.

  • Mempunyai nilai dan wawasan Pendidikan kepada anak yang dinamis dan mempunyai karakter yang sesuai dengan kearifan lokal (pesantren) dan kepribadian bangsa.

Oleh karena itu Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) Manyar Gresik Jawa Timur seyogyanya melakukan upaya pembenahan dan konsolidasi internal secara terencana dan terpogram serta berkelanjutan, dengan lebih proaktif menangkap peluang yang besar dan meminimalisir ancaman yang ada.

Studi kelayakan pembukaan Program Studi baru pada Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) Manyar Gresik Jawa Timur menyajikan secara rinci mengenai wujud kesiapan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah (PGMI) Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) Gresik  membuka prodi tersebut, berupa bentuk program studi yang akan dikembangkan disertai dengan analisis mengenai prospek dan keberlangsungan.

Konsentrasi ini diharapkan dapat melahirkan tenaga-tenaga pendidik profesional yang mempunyai kemampuan dalam bidang pembelajaran yang Konstruktif, Humanis, dan berkelanjutan.

  • Melaksanakan pembelajaran untuk memajukan ilmu pengetahuan di bidang ilmu Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

  • Mencetak sarjana muslim yang bertaqwa, berakhlaqul karimah dan bisa menjawab tantangan zaman.

  • Mencetak sarjana yang profesional dan berwawasan keagamaan yang luas, serta mempunyai keterampilan sesuai perkembangan ilmu serta metodologinya pada Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

  • Mempunyai nilai dan wawasan Pendidikan Islam Anak Usia Dini yang dinamis dan mempunyai karakter yang sesuai dengan kearifan lokal dan kepribadian bangsa.