Selamat Hari Raya Idul Adha

jurnal


Selamat Hari Raya Idul Adha

Selamat Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari raya umat Islam yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah. Hari raya ini menandai berakhirnya ibadah haji dan juga sebagai peringatan atas pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih putranya, Ismail AS, atas perintah Allah SWT.

Idul Adha memiliki makna yang sangat penting bagi umat Islam karena mengajarkan tentang ketaatan, pengorbanan, dan berbagi. Pada hari raya ini, umat Islam dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban sebagai wujud syukur dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Perayaan Idul Adha juga memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam. Sejak masa Nabi Muhammad SAW, Idul Adha telah menjadi hari raya yang dirayakan oleh seluruh umat Islam di dunia. Sepanjang sejarah, Idul Adha telah menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar sesama Muslim.

Selamat Hari Raya Idul Adha

Idul Adha merupakan hari raya besar bagi umat Islam yang memiliki banyak aspek penting. Berikut adalah 9 aspek penting terkait Idul Adha:

  • Pengorbanan
  • Ketaatan
  • Ibadah haji
  • Hewan kurban
  • Silaturahmi
  • Berbagi
  • Perayaan
  • Sejarah
  • Kebersamaan

Kesembilan aspek ini saling berkaitan dan membentuk makna Idul Adha yang utuh. Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS menjadi contoh ketaatan kepada Allah SWT. Ibadah haji merupakan puncak dari perjalanan spiritual umat Islam, yang diakhiri dengan penyembelihan hewan kurban sebagai wujud syukur dan berbagi kepada sesama. Idul Adha juga menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar umat Islam, baik melalui perayaan maupun kegiatan berbagi.

Pengorbanan

Pengorbanan merupakan salah satu aspek terpenting dalam Idul Adha. Hari raya ini menjadi pengingat akan pengorbanan luar biasa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS ketika beliau diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi menjalankan perintah Allah SWT menjadi teladan bagi seluruh umat Islam tentang pentingnya pengorbanan dalam kehidupan.

Pengorbanan tidak hanya terbatas pada ibadah kurban. Dalam konteks yang lebih luas, pengorbanan juga dapat dimaknai sebagai kesediaan untuk memberikan sesuatu yang berharga demi kebaikan bersama. Pengorbanan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti menyumbangkan waktu, tenaga, atau harta benda untuk membantu orang lain. Dengan berkorban, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menunjukkan ketaatan kita kepada Allah SWT.

Pada hari raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban sebagai wujud syukur dan berbagi kepada sesama. Berkurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga merupakan bentuk pengorbanan harta benda yang kita cintai demi mendapatkan ridha Allah SWT. Daging kurban yang kita bagikan kepada fakir miskin dan kaum duafa merupakan bukti nyata dari kepedulian dan kasih sayang kita kepada sesama umat manusia.

Ketaatan

Ketaatan merupakan aspek penting dalam Idul Adha. Hari raya ini menjadi pengingat akan ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT ketika beliau diperintahkan untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Kesediaan Nabi Ibrahim untuk melaksanakan perintah Allah SWT tanpa ragu menunjukkan pentingnya ketaatan dalam kehidupan seorang muslim.

  • Ketaatan kepada Allah SWT

    Ketaatan kepada Allah SWT merupakan dasar dari segala bentuk ketaatan. Sebagai seorang muslim, kita wajib mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Ketaatan ini tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan kita, termasuk dalam berinteraksi dengan sesama manusia dan menjaga lingkungan.

  • Ketaatan kepada Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW adalah teladan terbaik bagi seluruh umat Islam. Beliau telah menunjukkan kepada kita bagaimana cara menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Sebagai seorang muslim, kita wajib mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam segala aspek kehidupan kita.

  • Ketaatan kepada Ulil Amri

    Ulil amri adalah pemimpin atau penguasa yang sah. Sebagai seorang muslim, kita wajib taat kepada ulil amri selama mereka tidak memerintahkan kita untuk melakukan kemungkaran. Ketaatan ini penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

  • Ketaatan kepada Orang Tua

    Orang tua adalah orang yang telah berjasa besar dalam membesarkan dan mendidik kita. Sebagai seorang anak, kita wajib taat kepada orang tua selama mereka tidak memerintahkan kita untuk melakukan kemungkaran. Ketaatan ini merupakan wujud bakti kita kepada orang tua.

Ketaatan merupakan salah satu kunci utama dalam meraih kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup. Dengan mentaati perintah Allah SWT, Rasulullah SAW, ulil amri, dan orang tua, kita akan hidup dalam ketenangan dan kedamaian. Oleh karena itu, marilah kita semua berusaha untuk menjadi pribadi yang taat, baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Ibadah Haji

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Ibadah haji memiliki makna yang sangat penting dalam konteks Idul Adha, karena merupakan puncak dari rangkaian ibadah yang dilakukan selama musim haji.

  • Ihram

    Ihram adalah pakaian khusus yang dikenakan oleh jamaah haji selama melaksanakan ibadah haji. Ihram melambangkan kesucian dan kesetaraan di hadapan Allah SWT. Ketika mengenakan ihram, jamaah haji dilarang melakukan perbuatan-perbuatan tertentu, seperti memotong kuku, berburu, dan berhubungan suami istri.

  • Tawaf

    Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh jamaah haji. Tawaf melambangkan ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.

  • Sa’i

    Sa’i adalah ibadah berjalan atau berlari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i melambangkan perjuangan Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar dalam mencari air untuk Ismail AS. Sa’i juga merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh jamaah haji.

  • Wukuf di Arafah

    Wukuf di Arafah merupakan puncak dari ibadah haji. Pada hari Arafah, jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh jamaah haji.

Ibadah haji merupakan pengalaman spiritual yang sangat luar biasa bagi setiap muslim. Ibadah haji mengajarkan tentang ketaatan, kesabaran, dan pengorbanan. Ibadah haji juga menjadi ajang silaturahmi dan persaudaraan antar umat Islam dari seluruh dunia. Dengan melaksanakan ibadah haji, seorang muslim telah menyempurnakan agamanya dan meraih haji mabrur, yaitu haji yang diterima oleh Allah SWT.

Hewan kurban

Hewan kurban merupakan salah satu bagian penting dalam perayaan Idul Adha. Hewan kurban biasanya disembelih pada hari raya Idul Adha atau pada hari tasyrik (tiga hari setelah Idul Adha) sebagai wujud syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Hewan kurban yang disembelih harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti sehat, cukup umur, dan tidak cacat. Hewan kurban juga harus disembelih dengan cara yang sesuai dengan syariat Islam.

Penyembelihan hewan kurban memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Secara spiritual, penyembelihan hewan kurban merupakan bentuk ibadah dan pengorbanan kepada Allah SWT. Dengan berkurban, umat Islam menunjukkan ketaatan dan kecintaannya kepada Allah SWT. Sementara secara sosial, penyembelihan hewan kurban dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama umat Islam. Daging hewan kurban biasanya dibagikan kepada fakir miskin dan kaum duafa sehingga dapat membantu mereka untuk merayakan Idul Adha dengan layak.

Hewan kurban juga memiliki makna simbolik yang sangat dalam. Hewan kurban melambangkan pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih putranya, Ismail AS, atas perintah Allah SWT. Pengorbanan ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya ketaatan dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Selain itu, hewan kurban juga melambangkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Dengan berkurban, umat Islam tidak hanya berbagi rezeki dengan fakir miskin dan kaum duafa, tetapi juga berbagi kebahagiaan dan suka cita Idul Adha.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hewan kurban memiliki hubungan yang sangat erat dengan Idul Adha. Hewan kurban merupakan salah satu bagian penting dalam perayaan Idul Adha dan memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Hewan kurban juga memiliki makna simbolik yang sangat dalam yang mengajarkan kepada kita tentang pentingnya ketaatan, penyerahan diri, berbagi, dan kepedulian terhadap sesama.

Silaturahmi

Silaturahmi merupakan salah satu aspek penting dalam perayaan Idul Adha. Silaturahmi adalah kegiatan menjalin hubungan kekeluargaan atau kekerabatan, baik dengan mengunjungi, mengirim pesan, atau melakukan panggilan telepon. Silaturahmi memiliki banyak manfaat, di antaranya mempererat tali persaudaraan, saling mendoakan, dan berbagi kebahagiaan.

Pada hari raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, tetangga, dan teman-teman. Silaturahmi pada hari raya Idul Adha merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Selain itu, silaturahmi juga dapat menjadi ajang untuk saling berbagi dan memaafkan kesalahan.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk bersilaturahmi pada hari raya Idul Adha. Kita bisa mengunjungi rumah keluarga atau kerabat, mengirim pesan atau kartu ucapan, atau melakukan panggilan telepon. Yang terpenting adalah kita meluangkan waktu untuk menjalin hubungan dengan orang-orang yang kita sayangi.

Marilah kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi. Dengan bersilaturahmi, kita tidak hanya memperkuat hubungan kekeluargaan, tetapi juga meraih keberkahan dari Allah SWT.

Berbagi

Berbagi merupakan salah satu aspek penting dalam perayaan Idul Adha. Berbagi memiliki banyak manfaat, di antaranya mempererat tali persaudaraan, saling mendoakan, dan berbagi kebahagiaan. Pada hari raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk berbagi dengan sesama, terutama kepada fakir miskin dan kaum duafa.

Salah satu cara berbagi yang paling umum dilakukan pada hari raya Idul Adha adalah dengan menyembelih hewan kurban. Daging hewan kurban kemudian dibagikan kepada fakir miskin dan kaum duafa. Pembagian daging kurban ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Selain itu, pembagian daging kurban juga dapat membantu meringankan beban ekonomi bagi fakir miskin dan kaum duafa, sehingga mereka dapat ikut merasakan kebahagiaan Idul Adha.

Selain dengan menyembelih hewan kurban, kita juga dapat berbagi dengan sesama dalam bentuk lainnya. Misalnya, kita bisa memberikan bantuan materi, seperti makanan, pakaian, atau uang. Kita juga bisa memberikan bantuan non-materi, seperti tenaga atau waktu untuk membantu sesama yang membutuhkan. Apa pun bentuknya, berbagi merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Dengan berbagi, kita tidak hanya membantu sesama, tetapi juga mendapatkan banyak manfaat untuk diri sendiri. Berbagi dapat membuat kita merasa lebih bahagia dan bersyukur. Berbagi juga dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama umat Islam. Oleh karena itu, marilah kita jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk berbagi dengan sesama. Dengan berbagi, kita tidak hanya meraih keberkahan dari Allah SWT, tetapi juga ikut menyebarkan kebahagiaan kepada orang lain.

Perayaan

Perayaan merupakan salah satu aspek penting dalam “Selamat Hari Raya Idul Adha”. Perayaan Idul Adha menjadi wujud rasa syukur dan kegembiraan umat Islam atas nikmat yang telah Allah SWT berikan. Perayaan Idul Adha juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Salah satu bentuk perayaan Idul Adha yang paling umum adalah dengan menyembelih hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban merupakan salah satu rukun haji dan sunnah bagi umat Islam yang mampu. Daging hewan kurban kemudian dibagikan kepada fakir miskin dan kaum duafa. Pembagian daging kurban ini merupakan wujud kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Selain menyembelih hewan kurban, umat Islam juga merayakan Idul Adha dengan berbagai kegiatan lainnya, seperti shalat Id, berkumpul bersama keluarga dan kerabat, dan bertukar hadiah. Perayaan Idul Adha juga sering diwarnai dengan berbagai atraksi dan hiburan, seperti pawai budaya dan pertunjukan musik. Perayaan-perayaan ini menjadi bagian integral dari Idul Adha dan semakin memeriahkan suasana hari raya.

Perayaan Idul Adha memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Secara spiritual, perayaan Idul Adha dapat meningkatkan keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Sementara secara sosial, perayaan Idul Adha dapat mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan, dan menyebarkan kebahagiaan.

Sejarah

Sejarah merupakan salah satu aspek penting dalam “Selamat Hari Raya Idul Adha”. Sejarah mencatat perjalanan panjang dan evolusi perayaan Idul Adha, mulai dari masa Nabi Ibrahim AS hingga perkembangannya di berbagai belahan dunia.

  • Asal-usul

    Idul Adha berawal dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Peristiwa ini menjadi dasar dari perayaan Idul Adha yang melambangkan ketaatan dan pengorbanan umat Islam.

  • Tradisi dan Ritual

    Seiring waktu, Idul Adha diwarnai dengan berbagai tradisi dan ritual, seperti penyembelihan hewan kurban, shalat Id, dan berkumpul bersama keluarga. Tradisi-tradisi ini terus berkembang dan bervariasi di setiap daerah, namun tetap berpegang pada nilai-nilai dasar Idul Adha.

  • Pengaruh Budaya

    Idul Adha juga dipengaruhi oleh budaya dan adat istiadat setempat. Di beberapa negara, perayaan Idul Adha diwarnai dengan pertunjukan seni, musik, dan kuliner khas. Pengaruh budaya ini memperkaya keberagaman dan keindahan perayaan Idul Adha.

  • Makna dan Relevansi

    Sejarah Idul Adha memberikan makna dan relevansi yang mendalam bagi umat Islam. Perayaan ini menjadi pengingat akan pengorbanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS, serta mengajarkan nilai-nilai penting seperti ketakwaan, berbagi, dan persaudaraan.

Dengan memahami sejarah Idul Adha, kita dapat lebih mengapresiasi makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Sejarah menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan generasi sebelumnya dan membantu kita untuk melestarikan tradisi dan nilai-nilai luhur Idul Adha.

Kebersamaan

Kebersamaan merupakan salah satu aspek penting dalam perayaan “Selamat Hari Raya Idul Adha”. Idul Adha adalah hari raya umat Islam yang dirayakan setiap tahun untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih putranya, Ismail AS, atas perintah Allah SWT. Perayaan Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai bentuk pengorbanan dan ketaatan, tetapi juga sebagai momen untuk mempererat tali kebersamaan antar sesama umat Islam.

Kebersamaan dalam Idul Adha dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Salah satu bentuk kebersamaan yang paling umum adalah berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Pada hari raya Idul Adha, umat Islam biasanya akan berkumpul di rumah orang tua atau keluarga yang lebih tua untuk bersilaturahmi, bermaaf-maafan, dan berbagi kebahagiaan. Kebersamaan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan memperkuat ikatan kasih sayang.

Selain berkumpul bersama keluarga, kebersamaan dalam Idul Adha juga dapat diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan sosial. Misalnya, umat Islam yang mampu biasanya akan menyembelih hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada fakir miskin dan kaum duafa. Pembagian daging kurban ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Kebersamaan dalam berbagi tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar sesama umat Islam, tetapi juga membantu meringankan beban ekonomi bagi yang membutuhkan.

Pemahaman tentang hubungan antara kebersamaan dan Idul Adha memiliki makna yang sangat penting. Kebersamaan merupakan salah satu nilai penting dalam ajaran Islam, dan Idul Adha menjadi momen yang tepat untuk mengimplementasikan nilai tersebut. Dengan mempererat kebersamaan, umat Islam dapat memperkuat ukhuwah islamiyah dan menciptakan masyarakat yang harmonis dan penuh kasih sayang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Idul Adha

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang Idul Adha, beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Apa itu Idul Adha?

Idul Adha adalah hari raya umat Islam yang dirayakan setiap tahun untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih putranya, Ismail AS, atas perintah Allah SWT.

Pertanyaan 2: Kapan Idul Adha dirayakan?

Idul Adha dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, bulan terakhir dalam kalender Islam.

Pertanyaan 3: Apa saja ibadah yang dilakukan saat Idul Adha?

Ibadah yang dilakukan saat Idul Adha antara lain shalat Id, penyembelihan hewan kurban, dan berdzikir.

Pertanyaan 4: Apa makna Idul Adha bagi umat Islam?

Idul Adha mengajarkan tentang pengorbanan, ketaatan, dan berbagi. Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS menjadi contoh ketaatan kepada Allah SWT, dan hewan kurban yang disembelih menjadi simbol berbagi kepada sesama.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara merayakan Idul Adha?

Idul Adha dapat dirayakan dengan cara berkumpul bersama keluarga dan kerabat, melaksanakan shalat Id, menyembelih hewan kurban, dan saling berbagi makanan dan minuman.

Pertanyaan 6: Apa hikmah Idul Adha?

Hikmah Idul Adha adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperkuat tali persaudaraan antar umat Islam, dan melatih jiwa untuk berkorban dan berbagi.

Demikianlah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang Idul Adha. Semoga bermanfaat dan menambah pemahaman kita tentang hari raya besar umat Islam ini.

Selanjutnya, mari kita bahas tentang sejarah dan perkembangan Idul Adha di berbagai belahan dunia.

Tips Merayakan Idul Adha yang Bermakna

Idul Adha merupakan hari raya besar bagi umat Islam yang penuh dengan makna dan hikmah. Untuk merayakan Idul Adha dengan bermakna, berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:

Tip 1: Tingkatkan Ketakwaan
Tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.

Tip 2: Sembelih Hewan Kurban
Bagi yang mampu, sembelihlah hewan kurban sebagai wujud syukur dan berbagi kepada sesama.

Tip 3: Silaturahmi
Pererat tali silaturahmi dengan mengunjungi keluarga, kerabat, dan teman-teman.

Tip 4: Berbagi kepada Sesama
Bagikan daging kurban dan bantuan lainnya kepada fakir miskin dan kaum duafa.

Tip 5: Hindari Sifat Ria
Dalam beribadah dan berbagi, hindarilah sifat ria atau pamer.

Tip 6: Saling Memaafkan
Jadikan Idul Adha sebagai momen untuk saling memaafkan kesalahan.

Tip 7: Menjaga Kebersihan dan Ketertiban
Jaga kebersihan dan ketertiban lingkungan sekitar selama perayaan Idul Adha.

Tip 8: Renungkan Pengorbanan Nabi Ibrahim AS
Renungkan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ambil hikmah untuk kehidupan sehari-hari.

Dengan melaksanakan tips-tips tersebut, kita dapat merayakan Idul Adha dengan penuh makna dan hikmah. Idul Adha menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, berbagi dengan sesama, dan mempererat tali persaudaraan.

Selanjutnya, mari kita bahas tentang sejarah dan perkembangan Idul Adha di berbagai belahan dunia.

Kesimpulan

Artikel ini telah memberikan banyak wawasan tentang “Selamat Hari Raya Idul Adha”. Beberapa poin penting yang dapat disimpulkan antara lain:

  • Idul Adha merupakan hari raya besar bagi umat Islam yang memiliki banyak makna dan hikmah, yaitu pengorbanan, ketaatan, dan berbagi.
  • Perayaan Idul Adha dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti shalat Id, penyembelihan hewan kurban, silaturahmi, dan berbagi kepada sesama.
  • Untuk merayakan Idul Adha dengan bermakna, umat Islam dapat meningkatkan ketakwaan, saling memaafkan, dan menjaga kebersihan serta ketertiban lingkungan sekitar.

Poin-poin tersebut saling berkaitan dan membentuk makna Idul Adha yang utuh. Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS menjadi contoh ketaatan kepada Allah SWT, dan hewan kurban yang disembelih menjadi simbol berbagi kepada sesama. Dengan merayakan Idul Adha dengan penuh makna, umat Islam dapat meningkatkan kualitas diri dan mempererat tali persaudaraan.

Youtube Video:



Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

jurnal

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.

Tags

Artikel Terbaru