STAI Daruttaqwa Gresik Gelar Pelatihan Identifikasi & Pendampingan Kasus Kekerasan Anak Usia Dini

STAI Daruttaqwa Gresik Gelar Pelatihan Identifikasi & Pendampingan Kasus Kekerasan Anak Usia Dini

staidagresik.ac.id Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) Gresik bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) dan PW Fatayat NU Jawa Timur menggelar Pelatihan yang bertema “Identifikasi dan pendampingn kasus kekerasan Anak pada guru anak usia dini” bertempat di Kantor PWNU Jatim Jl.Masjid akbar Tim No.9 Kecamatan Gayungan Kota Surabaya. Selasa (10/12/2019)

Di ikuti oleh puluhan peserta dari delegasi Fatayat di seluruh cabang di jawa timur dan delegasi dari mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik (Prodi PIAUD & Prodi Psikologi Islam), pelatihan ini di gelar selama 2 hari dan di isi 7 materi berkaitan dengan pendidikan anak dan perlindungan anak usia dini.

Dr. A. Syifaul Qulub, M.Ei., Ketua STAI Daruttaqwa Gresik, dalam sambutannya, mengatakan, Ada 2 hal yang mendasari kegiatan ini sangat penting dilakukan oleh STAIDA Gresik, PPT dan Fatayat NU Jatim, secara akademis bahwa kegiatan sangat menunjang terhadap pengembangan khazanah intelektual Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini dan Psikologi Islam STAIDA Gresik sehingga mahasiswa semakin berpengalaman membaca kasus kekerasan pada anak selanjutnya dapat menerapkan teori dan strategi pendampingan, secara moral relegiusitas bahwa anak merupakan anugerah sekaligus amanah tuhan yang harus di jaga, tentu menjadi tanggungjawab kita semua

Sebelum pemerintah menerbitkan Undang-undang perlindungan anak dan munculnya LSM pegiat perlindungan anak, jauh-jauh hari agama Islam telah menekankan tentang pentingnya perlindungan anak. Oleh karena itu, perlu adanya sinegi dalam mengawal penerapan nilai-nilai Islam dalam melindungi anak-anak.

“Maka saya berharap ini dapat di tindak lanjuti oleh pemerintah kabupaten kota di jawatimur dengan menggandeng perguruan tinggi dgn LPPM nya dan beberapa lembaga ormas yang terkait agar ke depan kasus kekerasan anak usia dini semakin berkurang” tambah Syifa’ul Qulub.

Sementara itu Riyadhotussholihah ketua Program Studi PIAUD STAIDA Gresik, mengatakan, sangat senang mendapat materi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak usia dini. “Materi ini jarang diajarkan di ruang kampus, namun banyak terjadi di tengah masyarakat” ujar Riyadhotussholihah yang akrab di panggil ibu olik ini.

Senada, Syauqi Muhammad Al-Amin, salah satu peserta pelatihan delegasi dari Prodi Psikologi Islam STAIDA Gresik, mengatakan, materi ini juga menyangkut psikologi anak, bahwa selama ini banyak anak yang mengalami kekerasan terutama dari orang tua.

“Faktor utamanya adalah kurangnya komunikasi dan orang tua terlalu mengekang” pungkas Syauqi. (*)

Sumber: gresikpos.comberitalima.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *