Tarawih Atau Tarawih

jurnal


Tarawih Atau Tarawih

Tarawih atau tarawih adalah sebuah ibadah shalat sunnah yang dilakukan pada bulan Ramadhan. Tarawih biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, setelah shalat Isya. Shalat tarawih terdiri dari 8 rakaat, dengan 2 rakaat salam.

Tarawih memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah, melatih kesabaran dan kekhusyukan, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim. Secara historis, tarawih pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang tarawih, termasuk tata cara pelaksanaannya, keutamaan-keutamaannya, serta hikmah yang dapat diambil dari ibadah ini.

Tarawih atau Tarawih

Tarawih merupakan ibadah shalat sunnah yang sangat penting di bulan Ramadhan. Terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan tarawih, di antaranya:

  • Waktu pelaksanaan
  • Jumlah rakaat
  • Tata cara pelaksanaan
  • Keutamaan
  • Hikmah
  • Sunnah ab’adh
  • Sunnah hai’ah
  • Bid’ah hasanah
  • Makmum

Memahami aspek-aspek ini akan membantu kita dalam melaksanakan tarawih dengan benar dan khusyuk. Tarawih tidak hanya sekedar ibadah sunnah, namun juga sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim. Oleh karena itu, marilah kita laksanakan tarawih dengan sebaik-baiknya, agar kita dapat memperoleh manfaat yang maksimal dari ibadah ini.

Waktu pelaksanaan

Waktu pelaksanaan tarawih merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Pelaksanaan tarawih dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu, di antaranya:

  • Setelah shalat Isya

    Ini merupakan waktu pelaksanaan tarawih yang paling umum dilakukan. Tarawih dilaksanakan setelah shalat Isya berjamaah di masjid.

  • Setelah shalat Tarawih

    Tarawih juga dapat dilaksanakan setelah shalat Tarawih. Pelaksanaan tarawih setelah shalat Tarawih disebut dengan istilah “shalat witir.”

  • Sebelum imsak

    Tarawih juga dapat dilaksanakan sebelum imsak. Pelaksanaan tarawih sebelum imsak disebut dengan istilah “shalat qiyamullail.”

  • Setelah shalat Subuh

    Tarawih juga dapat dilaksanakan setelah shalat Subuh. Pelaksanaan tarawih setelah shalat Subuh disebut dengan istilah “shalat dhuha.”

Waktu pelaksanaan tarawih yang paling utama adalah setelah shalat Isya. Namun, pelaksanaan tarawih pada waktu-waktu lain juga diperbolehkan, sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Jumlah rakaat

Jumlah rakaat dalam tarawih merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Jumlah rakaat tarawih yang disunahkan adalah 8 rakaat, ditambah dengan 3 rakaat witir. Namun, terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat tarawih, di antaranya:

  • 8 rakaat

    Ini merupakan jumlah rakaat tarawih yang paling umum dilakukan. 8 rakaat tarawih dilaksanakan dengan 4 rakaat salam, atau 2 rakaat salam.

  • 20 rakaat

    Jumlah rakaat tarawih ini juga cukup umum dilakukan. 20 rakaat tarawih dilaksanakan dengan 10 rakaat salam, atau 5 rakaat salam.

  • 36 rakaat

    Jumlah rakaat tarawih ini dilakukan oleh sebagian kecil umat Islam. 36 rakaat tarawih dilaksanakan dengan 18 rakaat salam, atau 9 rakaat salam.

  • 40 rakaat

    Jumlah rakaat tarawih ini sangat jarang dilakukan. 40 rakaat tarawih dilaksanakan dengan 20 rakaat salam, atau 10 rakaat salam.

Perbedaan jumlah rakaat tarawih ini disebabkan oleh perbedaan pendapat mengenai cara Rasulullah SAW melaksanakan tarawih. Ada yang berpendapat bahwa Rasulullah SAW melaksanakan tarawih sebanyak 8 rakaat, ada pula yang berpendapat bahwa Rasulullah SAW melaksanakan tarawih lebih dari 8 rakaat. Namun, yang jelas, Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan tarawih lebih dari 20 rakaat.

Tata Cara Pelaksanaan

Tata cara pelaksanaan merupakan aspek penting dalam ibadah shalat tarawih. Tata cara ini mencakup beberapa ketentuan yang harus diperhatikan, diantaranya:

  • Niat
  • Takbiratul ihram
  • Rakaat
  • Salam
  • Doa

Tata cara pelaksanaan tarawih yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW akan berdampak pada keabsahan dan kesempurnaan ibadah tarawih itu sendiri. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk memahami dan melaksanakan tata cara tarawih dengan benar.

Selain itu, tata cara pelaksanaan tarawih juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kekhusyukan dan ketaatan dalam beribadah. Dengan melaksanakan tarawih sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, diharapkan setiap muslim dapat memperoleh manfaat dan keberkahan yang maksimal dari ibadah ini.

Keutamaan

Tarawih merupakan ibadah shalat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Keutamaan-keutamaan tersebut antara lain:

  • Mendapat pahala yang besar

    Shalat tarawih pahalanya sangat besar, bahkan lebih besar dari shalat sunnah lainnya. Hal ini disebabkan karena shalat tarawih dilakukan pada bulan Ramadhan yang merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan.

  • Menghapus dosa

    Shalat tarawih juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah kita lakukan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat tarawih karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Menambah ketakwaan

    Shalat tarawih dapat menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT. Hal ini karena shalat tarawih merupakan ibadah yang mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

  • Melatih kesabaran

    Shalat tarawih juga dapat melatih kesabaran kita. Hal ini karena shalat tarawih dilakukan pada malam hari, dimana pada waktu tersebut biasanya kita sudah merasa lelah. Namun, demi mendapatkan pahala yang besar, kita harus bersabar dan tetap semangat dalam melaksanakan shalat tarawih.

Itulah beberapa keutamaan shalat tarawih. Semoga kita bisa istiqomah dalam melaksanakan shalat tarawih agar kita bisa mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Hikmah

Hikmah merupakan salah satu aspek penting dalam ibadah tarawih. Hikmah adalah kebijaksanaan atau pelajaran yang dapat diambil dari sebuah peristiwa atau kejadian. Dalam konteks tarawih, hikmah dapat dipahami sebagai pelajaran atau manfaat yang dapat diambil dari pelaksanaan ibadah ini.

Hikmah sangat penting dalam tarawih karena dapat meningkatkan kualitas ibadah kita. Dengan memahami hikmah tarawih, kita akan lebih termotivasi untuk melaksanakannya dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Selain itu, hikmah tarawih juga dapat membantu kita untuk mengaplikasikan nilai-nilai ibadah ini dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa hikmah yang dapat diambil dari ibadah tarawih antara lain:

  • Tarawih mengajarkan kita untuk bersabar dan istiqomah dalam beribadah.
  • Tarawih melatih kita untuk disiplin dan teratur dalam menjalankan perintah agama.
  • Tarawih mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim.
  • Tarawih membantu kita untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT.

Dengan memahami hikmah tarawih, kita akan lebih menghargai dan mengoptimalkan ibadah ini. Tarawih bukan hanya sekedar ibadah sunnah, namun juga sarana untuk meningkatkan kualitas diri kita sebagai seorang muslim.

Sunnah ab’adh

Sunnah ab’adh adalah salah satu jenis sunnah yang berkaitan dengan ibadah shalat. Sunnah ab’adh adalah sunnah yang tidak wajib dilaksanakan, namun sangat dianjurkan untuk dilakukan. Dalam ibadah shalat tarawih, terdapat beberapa sunnah ab’adh yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Membaca wirid sebelum dan sesudah shalat tarawih
  • Mengeraskan bacaan pada rakaat ganjil dan merendahkan bacaan pada rakaat genap
  • Duduk sejenak di antara dua rakaat
  • Membaca doa qunut pada rakaat terakhir
  • Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas pada rakaat terakhir

Sunnah ab’adh dalam shalat tarawih memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

  • Menambah pahala shalat tarawih
  • Menambah kekhusyukan dalam shalat tarawih
  • Menambah keutamaan shalat tarawih

Dengan melaksanakan sunnah ab’adh dalam shalat tarawih, kita akan mendapatkan pahala yang lebih besar dan ibadah kita akan lebih sempurna. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk melaksanakan sunnah ab’adh dalam shalat tarawih.

Sunnah Hai’ah

Sunnah hai’ah adalah salah satu jenis sunnah dalam shalat yang berkaitan dengan tata cara pelaksanaannya. Sunnah hai’ah meliputi hal-hal seperti cara berdiri, cara rukuk, cara sujud, dan cara duduk di antara dua sujud. Dalam shalat tarawih, terdapat beberapa sunnah hai’ah yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Berdiri tegak dan tidak condong ke depan atau ke belakang
  • Merapatkan kedua kaki selebar bahu
  • Mengangkat kedua tangan setinggi pundak ketika takbiratul ihram
  • Meletakkan kedua tangan di atas pusar ketika berdiri
  • Rukuk dengan tuma’ninah dan tidak tergesa-gesa
  • Sujud dengan tuma’ninah dan tidak tergesa-gesa
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah dan tidak tergesa-gesa

Sunnah hai’ah dalam shalat tarawih memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

  • Menambah pahala shalat tarawih
  • Menambah kekhusyukan dalam shalat tarawih
  • Menambah keutamaan shalat tarawih

Melaksanakan sunnah hai’ah dalam shalat tarawih merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Dengan melaksanakan sunnah hai’ah, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan mendapatkan pahala yang lebih besar. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa melaksanakan sunnah hai’ah dalam shalat tarawih, agar ibadah kita lebih sempurna dan mendapat ridha Allah SWT.

Bid’ah hasanah

Bid’ah hasanah adalah suatu amalan baru dalam agama yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, namun tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan justru membawa manfaat bagi umat Islam. Tarawih merupakan salah satu contoh bid’ah hasanah. Shalat tarawih tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, namun diamalkan oleh para sahabat setelah beliau wafat. Amalan ini terus berlanjut hingga sekarang dan menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan.

Tarawih memiliki beberapa keutamaan, di antaranya menghapus dosa, menambah pahala, dan melatih kesabaran. Amalan ini juga dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim, karena biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid. Oleh karena itu, tarawih dapat dikatakan sebagai salah satu bid’ah hasanah yang memiliki banyak manfaat dan keutamaan.

Selain tarawih, masih banyak contoh bid’ah hasanah lainnya, seperti: peringatan Maulid Nabi, pembacaan Surat Yasin dan tahlil setelah shalat, serta pembangunan masjid dan sekolah. Amalan-amalan ini tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW, namun tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan justru membawa manfaat bagi umat Islam. Oleh karena itu, bid’ah hasanah diperbolehkan dan bahkan dianjurkan untuk diamalkan.

Makmum

Dalam ibadah shalat tarawih, makmum memainkan peran yang penting. Makmum adalah orang yang mengikuti imam dalam shalat berjamaah. Dalam konteks tarawih, makmum adalah orang yang mengikuti imam dalam melaksanakan shalat sunnah tarawih.

  • Syarat Menjadi Makmum

    Untuk menjadi makmum dalam shalat tarawih, seseorang harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:

    • Beragama Islam
    • Baligh
    • Berakal sehat
    • Suci dari hadas
    • Menutup aurat
  • Kewajiban Makmum

    Makmum memiliki beberapa kewajiban dalam shalat tarawih, yaitu:

    • Mengikuti gerakan imam
    • Membaca doa dan surat yang sama dengan imam
    • Tidak mendahului imam
    • Tidak ketinggalan dari imam
  • Keutamaan Menjadi Makmum

    Menjadi makmum dalam shalat tarawih memiliki beberapa keutamaan, yaitu:

    • Mendapat pahala yang sama dengan imam
    • Dapat belajar dari imam
    • Dapat meningkatkan kekhusyukan dalam shalat
  • Hikmah Menjadi Makmum

    Hikmah menjadi makmum dalam shalat tarawih, antara lain:

    • Melatih kedisiplinan
    • Mempererat ukhuwah Islamiyah
    • Meningkatkan rasa kebersamaan

Dengan memahami peran dan kewajiban makmum dalam shalat tarawih, diharapkan setiap muslim dapat melaksanakan ibadah tarawih dengan baik dan benar. Selain itu, dengan memahami hikmah menjadi makmum, diharapkan setiap muslim dapat mengambil manfaat dan pelajaran dari ibadah tarawih yang dilakukannya.

Pertanyaan Umum tentang Tarawih

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya tentang tarawih, ibadah shalat sunnah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan.

Pertanyaan 1: Apa itu tarawih?

Jawaban: Tarawih adalah shalat sunnah yang dilakukan pada bulan Ramadhan, biasanya dilaksanakan setelah shalat Isya berjamaah di masjid.

Pertanyaan 2: Berapa jumlah rakaat tarawih?

Jawaban: Jumlah rakaat tarawih yang paling umum dilakukan adalah 8 rakaat, ditambah 3 rakaat witir.

Pertanyaan 3: Bagaimana tata cara shalat tarawih?

Jawaban: Tata cara shalat tarawih sama seperti tata cara shalat biasa, hanya saja dilakukan pada malam hari dan biasanya lebih panjang rakaatnya.

Pertanyaan 4: Apa keutamaan shalat tarawih?

Jawaban: Keutamaan shalat tarawih sangat banyak, di antaranya menghapus dosa, menambah pahala, dan melatih kesabaran.

Pertanyaan 5: Apakah diperbolehkan shalat tarawih di rumah?

Jawaban: Boleh, namun lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid.

Pertanyaan 6: Apakah shalat tarawih hukumnya wajib?

Jawaban: Tidak, shalat tarawih hukumnya sunnah.

Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang diajukan oleh umat Islam tentang tarawih. Semoga jawaban-jawaban yang telah diberikan dapat bermanfaat dan menambah pemahaman kita tentang ibadah tarawih.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang berbagai aspek tarawih, seperti sejarah, hikmah, dan keutamaannya.

Tips Melaksanakan Shalat Tarawih

Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan selama bulan Ramadhan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk melaksanakan shalat tarawih dengan baik dan khusyuk:

Niat yang benar: Niatkan shalat tarawih karena Allah SWT, semata-mata untuk mencari ridha-Nya.

Berwudu dengan sempurna: Berwudu merupakan syarat sah shalat. Pastikan berwudu dengan sempurna sebelum melaksanakan shalat tarawih.

Datang ke masjid tepat waktu: Datanglah ke masjid tepat waktu agar dapat mengikuti shalat tarawih berjamaah dari awal.

Ikuti gerakan imam dengan benar: Sebagai makmum, ikuti gerakan imam dengan benar dan tidak tergesa-gesa.

Konsentrasi dan khusyuk: Fokuskan pikiran dan hati saat shalat tarawih, hindari pikiran yang mengganggu.

Membaca doa dan wirid: Setelah selesai shalat tarawih, sempatkan membaca doa dan wirid yang dianjurkan.

Berjamaah di masjid: Sebisa mungkin laksanakan shalat tarawih secara berjamaah di masjid, karena pahalanya lebih besar daripada shalat sendirian.

Jaga kesehatan: Istirahat yang cukup dan jaga kesehatan agar dapat melaksanakan shalat tarawih dengan baik selama bulan Ramadhan.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, semoga kita dapat melaksanakan shalat tarawih dengan baik dan khusyuk. Sehingga kita dapat memperoleh pahala yang berlimpah dan keberkahan dari Allah SWT.

Tips-tips di atas merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas ibadah tarawih kita. Di bagian selanjutnya, kita akan membahas tentang hikmah dan keutamaan shalat tarawih, agar ibadah kita semakin bermakna.

Kesimpulan

Tarawih merupakan ibadah shalat sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya menghapus dosa, menambah pahala, dan melatih kesabaran. Tata cara pelaksanaan tarawih meliputi niat, takbiratul ihram, rakaat, salam, dan doa. Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau sendiri di rumah.

Beberapa poin penting yang saling terkait dalam pembahasan tarawih antara lain:

  1. Tarawih memiliki keutamaan yang besar, seperti menghapus dosa dan menambah pahala.
  2. Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah di masjid atau sendiri di rumah, namun lebih utama dilakukan berjamaah.
  3. Tata cara pelaksanaan tarawih meliputi niat, takbiratul ihram, rakaat, salam, dan doa, dan harus dilakukan dengan benar dan khusyuk.

Marilah kita manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan melaksanakan shalat tarawih. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan pahala yang berlimpah.

Youtube Video:



Rekomendasi Herbal Alami:

Artikel Terkait

Bagikan:

jurnal

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.

Tags

Artikel Terbaru