Puasa Setelah Ramadhan

jurnal


Puasa Setelah Ramadhan

Puasa setelah Ramadhan, yang juga dikenal sebagai puasa Syawal, merupakan ibadah puasa sunnah yang dilakukan selama enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Puasa ini biasanya dilakukan oleh umat Islam yang ingin menyempurnakan ibadahnya di bulan Ramadhan atau mengganti puasa Ramadhan yang terlewat.

Puasa Syawal memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah untuk melatih kesabaran, meningkatkan ketaqwaan, dan menghapus dosa-dosa kecil. Secara historis, puasa Syawal pertama kali dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW setelah beliau menaklukkan kota Mekkah pada tahun 630 Masehi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang keutamaan, tata cara, dan hikmah di balik puasa Syawal. Kita juga akan melihat bagaimana puasa ini dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik dan meningkatkan hubungan kita dengan Allah SWT.

puasa setelah ramadhan

Puasa setelah Ramadhan memiliki banyak aspek penting yang perlu diperhatikan agar ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan pahala yang maksimal. Berikut ini adalah 9 aspek penting puasa setelah Ramadhan:

  • Niat
  • Tata Cara
  • Waktu
  • Keutamaan
  • Hikmah
  • Sunnah
  • Syawal
  • Enam Hari
  • Pahala

Niat merupakan aspek yang sangat penting dalam puasa setelah Ramadhan. Niat harus dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa. Tata cara puasa setelah Ramadhan sama dengan puasa Ramadhan, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Waktu puasa setelah Ramadhan adalah selama enam hari, dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal. Keutamaan puasa setelah Ramadhan sangat besar, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa kecil, meningkatkan derajat di sisi Allah SWT, dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Niat

Niat merupakan salah satu aspek terpenting dalam puasa setelah Ramadhan. Niat adalah keinginan atau tekad di dalam hati untuk melakukan sesuatu, dalam hal ini untuk berpuasa. Niat sangat penting karena menjadi dasar diterimanya amal ibadah di sisi Allah SWT. Tanpa niat, maka puasa yang dilakukan tidak akan sah dan tidak akan mendapatkan pahala.

Niat puasa setelah Ramadhan dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa. Niat dilakukan dengan mengucapkan lafaz niat tertentu, misalnya: “Saya niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.” Niat juga harus diniatkan untuk enam hari penuh, sesuai dengan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Real-life examples of “Niat” within “puasa setelah ramadhan” include:

  • Umat Islam yang berniat untuk menyempurnakan ibadahnya di bulan Ramadhan.
  • Umat Islam yang ingin mengganti puasa Ramadhan yang terlewat.
  • Umat Islam yang ingin meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Understanding the connection between “Niat” and “puasa setelah ramadhan” has several practical applications:

  • It helps us to focus our intention and make our ibadah more meaningful.
  • It motivates us to perform our ibadah with sincerity and devotion.
  • It helps us to connect with Allah SWT on a deeper level.

In summary, “Niat” is a critical component of “puasa setelah ramadhan”. Without niat, our puasa will not be accepted by Allah SWT. Therefore, it is important for us to ensure that we have the right niat when we perform this ibadah.

Tata Cara

Tata cara puasa setelah Ramadhan secara umum sama dengan tata cara puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan khusus dalam tata cara puasa setelah Ramadhan, di antaranya:

  • Niat
    Niat merupakan salah satu aspek terpenting dalam puasa setelah Ramadhan. Niat harus dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa, dengan lafaz niat tertentu. Niat juga harus diniatkan untuk enam hari penuh, sesuai dengan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
  • Waktu
    Waktu puasa setelah Ramadhan adalah selama enam hari, dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal. Puasa dilakukan dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
  • Sunnah
    Puasa setelah Ramadhan hukumnya sunnah, artinya tidak wajib tetapi sangat dianjurkan. Dianjurkan bagi umat Islam untuk melaksanakan puasa ini karena memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar.
  • Syarat
    Syarat sah puasa setelah Ramadhan adalah sama dengan syarat sah puasa pada umumnya, yaitu beragama Islam, baligh, berakal, dan tidak sedang dalam keadaan tertentu yang menghalangi untuk berpuasa, seperti haid, nifas, atau sakit.

Dengan memperhatikan tata cara puasa setelah Ramadhan dengan baik, insya Allah kita dapat melaksanakan ibadah puasa ini dengan sempurna dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Waktu

Waktu merupakan salah satu aspek penting dalam puasa setelah Ramadhan. Waktu puasa setelah Ramadhan telah ditentukan secara jelas, yaitu selama enam hari, mulai dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal. Berikut adalah beberapa hal penting terkait waktu puasa setelah Ramadhan:

  • Awal Puasa
    Awal puasa setelah Ramadhan dimulai pada tanggal 2 Syawal, yaitu sehari setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada hari tersebut, umat Islam di seluruh dunia merayakan berakhirnya bulan Ramadhan dan memulai bulan Syawal.
  • Akhir Puasa
    Akhir puasa setelah Ramadhan adalah pada tanggal 7 Syawal. Pada hari tersebut, umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri dan mengakhiri puasa selama enam hari.
  • Durasi Puasa
    Durasi puasa setelah Ramadhan adalah selama enam hari penuh. Puasa dilakukan dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
  • Waktu Sahur
    Waktu sahur untuk puasa setelah Ramadhan adalah sebelum terbit fajar. Umat Islam dianjurkan untuk makan sahur sebelum berpuasa untuk memberikan energi selama berpuasa.

Dengan memahami waktu puasa setelah Ramadhan dengan baik, kita dapat mempersiapkan diri dengan lebih optimal untuk melaksanakan ibadah puasa ini. Selain itu, kita juga dapat memperoleh pahala yang maksimal dari puasa yang kita lakukan.

Keutamaan

Keutamaan puasa setelah Ramadhan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diketahui dan dipahami oleh umat Islam. Keutamaan ini menjadi motivasi dan dorongan bagi umat Islam untuk melaksanakan puasa setelah Ramadhan dengan penuh semangat dan keikhlasan.

  • Penghapus Dosa
    Salah satu keutamaan puasa setelah Ramadhan adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah dilakukan. Puasa ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang telah diperbuat.
  • Peningkatan Derajat
    Puasa setelah Ramadhan juga dapat meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah SWT. Dengan melaksanakan puasa ini, umat Islam menunjukkan ketaatan dan kecintaannya kepada Allah SWT, sehingga Allah SWT akan memberikan balasan berupa peningkatan derajat di akhirat kelak.
  • Pahala yang Berlipat Ganda
    Pahala puasa setelah Ramadhan sangat besar dan berlipat ganda. Setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan Syawal, termasuk puasa, akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
  • Waktu yang Tepat untuk Berdoa
    Bulan Syawal merupakan waktu yang tepat untuk berdoa dan memanjatkan harapan kepada Allah SWT. Doa-doa yang dipanjatkan pada bulan ini Insya Allah akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Dengan memahami keutamaan puasa setelah Ramadhan, diharapkan umat Islam dapat semakin termotivasi untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh semangat dan keikhlasan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan pahala yang berlipat ganda.

Hikmah

Hikmah, atau kebijaksanaan, merupakan salah satu aspek penting dalam puasa setelah Ramadhan. Hikmah puasa setelah Ramadhan adalah pelajaran dan manfaat yang dapat diambil dari ibadah ini, baik secara spiritual maupun sosial. Memahami hikmah puasa setelah Ramadhan akan semakin meningkatkan motivasi dan semangat kita dalam melaksanakan ibadah ini.

Salah satu hikmah puasa setelah Ramadhan adalah untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri. Dengan berpuasa, kita belajar untuk menahan hawa nafsu dan keinginan duniawi, sehingga dapat meningkatkan pengendalian diri dan kesabaran dalam menghadapi berbagai cobaan dan kesulitan hidup. Hikmah lainnya adalah untuk meningkatkan ketaqwaan dan kedekatan kepada Allah SWT. Puasa setelah Ramadhan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan kesadaran spiritual, dan memperkuat hubungan kita dengan-Nya.

Selain itu, puasa setelah Ramadhan juga memiliki hikmah sosial, yaitu untuk memupuk rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Dengan berpuasa, kita dapat merasakan bagaimana rasanya lapar dan haus, sehingga dapat meningkatkan rasa empati kita terhadap mereka yang kurang beruntung. Hikmah ini mendorong kita untuk berbagi rezeki dan membantu mereka yang membutuhkan, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan harmonis.

Memahami hikmah puasa setelah Ramadhan sangat penting untuk mengoptimalkan manfaat ibadah ini. Dengan memahami hikmahnya, kita akan semakin termotivasi untuk melaksanakan puasa dengan penuh semangat dan keikhlasan, sehingga dapat memperoleh manfaat spiritual, sosial, dan kesehatan yang optimal.

Sunnah

Puasa setelah Ramadhan merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Sunnah dalam konteks ini merujuk pada segala sesuatu yang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapan. Memahami aspek sunnah dalam puasa setelah Ramadhan sangat penting untuk melaksanakan ibadah ini dengan baik dan memperoleh pahala yang optimal.

  • Tata Cara

    Tata cara puasa setelah Ramadhan mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Di antaranya adalah berniat puasa pada malam hari, menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari, serta melaksanakan shalat tarawih dan witir pada malam hari.

  • Waktu

    Waktu puasa setelah Ramadhan juga mengikuti sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu selama enam hari, dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal. Dianjurkan untuk melaksanakan puasa selama enam hari penuh agar memperoleh pahala yang lebih sempurna.

  • Keutamaan

    Keutamaan puasa setelah Ramadhan juga disebutkan dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. Di antara keutamaannya adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil, meningkatkan derajat di sisi Allah SWT, dan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

  • Hikmah

    Hikmah puasa setelah Ramadhan juga terkandung dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. Di antaranya adalah untuk melatih kesabaran, meningkatkan ketaqwaan, dan memupuk rasa empati terhadap sesama.

Dengan memahami dan mengamalkan aspek sunnah dalam puasa setelah Ramadhan, diharapkan kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan memperoleh manfaat yang optimal, baik secara spiritual, sosial, maupun kesehatan.

Syawal

Puasa setelah Ramadhan dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal. Syawal merupakan bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah dan memiliki beberapa aspek penting yang terkait dengan puasa setelah Ramadhan.

  • Waktu Pelaksanaan

    Puasa setelah Ramadhan dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal, dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal. Waktu pelaksanaan ini telah ditetapkan berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW.

  • Keutamaan

    Bulan Syawal memiliki keutamaan tersendiri, di antaranya adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah, seperti puasa, shalat tarawih, dan witir. Selain itu, amalan kebaikan yang dilakukan pada bulan Syawal akan dilipatgandakan pahalanya.

  • Hari Raya Idul Fitri

    Tanggal 1 Syawal merupakan hari pertama bulan Syawal dan dirayakan sebagai Hari Raya Idul Fitri. Pada hari tersebut, umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri dan saling bermaaf-maafan untuk mensucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Dengan memahami berbagai aspek Syawal yang berkaitan dengan puasa setelah Ramadhan, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih baik dan memperoleh pahala yang optimal. Selain itu, pemahaman ini juga dapat meningkatkan kekhusyukan dan ketaqwaan kita di bulan Syawal yang penuh berkah.

Enam Hari

Dalam konteks “puasa setelah ramadhan”, “Enam Hari” mengacu pada jangka waktu pelaksanaan puasa, yaitu selama enam hari berturut-turut, dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal. “Enam Hari” memiliki hubungan yang sangat erat dengan “puasa setelah ramadhan” dan merupakan komponen penting dalam ibadah ini.

Pelaksanaan puasa selama “Enam Hari” didasarkan pada sunnah Nabi Muhammad SAW. Beliau menganjurkan umatnya untuk berpuasa selama enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan dan menghapus dosa-dosa kecil yang mungkin dilakukan selama bulan Ramadhan. Puasa selama “Enam Hari” juga memiliki keutamaan tersendiri, di antaranya adalah dapat meningkatkan derajat di sisi Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Contoh nyata “Enam Hari” dalam “puasa setelah ramadhan” dapat dilihat dari banyaknya umat Islam yang melaksanakan puasa selama enam hari berturut-turut setelah Hari Raya Idul Fitri. Mereka berniat untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan, meningkatkan ketaqwaan, dan memperoleh pahala yang lebih besar dari Allah SWT.

Memahami hubungan antara “Enam Hari” dan “puasa setelah ramadhan” memiliki beberapa implikasi praktis. Pertama, hal ini dapat memotivasi umat Islam untuk melaksanakan puasa selama “Enam Hari” sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Kedua, pemahaman ini dapat meningkatkan kekhusyukan dan ketaqwaan dalam melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Ketiga, hal ini dapat mendorong umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan amalan kebaikan pada bulan Syawal, karena amalan pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya.

Dengan demikian, “Enam Hari” merupakan komponen penting dalam “puasa setelah ramadhan” yang memiliki keutamaan dan pahala yang besar. Memahami hubungan antara keduanya dapat memotivasi dan meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan Syawal.

Pahala

Pahala merupakan salah satu aspek penting dalam ibadah puasa setelah Ramadhan. Pahala merupakan ganjaran atau balasan yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, termasuk berpuasa. Pahala yang diberikan atas ibadah puasa setelah Ramadhan sangat besar dan memiliki banyak keutamaan.

  • Penghapus Dosa

    Salah satu pahala puasa setelah Ramadhan adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah dilakukan. Dengan melaksanakan puasa ini, umat Islam berkesempatan untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan yang telah diperbuat.

  • Peningkatan Derajat

    Pahala puasa setelah Ramadhan juga berupa peningkatan derajat di sisi Allah SWT. Dengan melaksanakan puasa ini, umat Islam menunjukkan ketaatan dan kecintaannya kepada Allah SWT, sehingga Allah SWT akan memberikan balasan berupa peningkatan derajat di akhirat kelak.

  • Pahala yang Berlipat Ganda

    Pahala puasa setelah Ramadhan sangat besar dan berlipat ganda. Setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan Syawal, termasuk puasa, akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

  • Waktu yang Tepat untuk Berdoa

    Bulan Syawal merupakan waktu yang tepat untuk berdoa dan memanjatkan harapan kepada Allah SWT. Doa-doa yang dipanjatkan pada bulan ini Insya Allah akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Dengan memahami pahala yang besar dari puasa setelah Ramadhan, diharapkan umat Islam dapat semakin termotivasi untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh semangat dan keikhlasan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan pahala yang berlipat ganda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Puasa Setelah Ramadhan

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) ini memberikan jawaban atas pertanyaan umum dan kesalahpahaman mengenai puasa setelah Ramadhan. FAQ ini membahas berbagai aspek puasa setelah Ramadhan, termasuk keutamaannya, tata caranya, dan pahalanya.

Pertanyaan 1: Apa itu puasa setelah Ramadhan?

Puasa setelah Ramadhan adalah puasa sunnah yang dilakukan selama enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Puasa ini merupakan kesempatan untuk melengkapi ibadah puasa Ramadhan dan memperoleh pahala tambahan dari Allah SWT.

Pertanyaan 6: Apakah ada pahala khusus untuk puasa setelah Ramadhan?

Ya, puasa setelah Ramadhan memiliki pahala yang besar, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa kecil, meningkatkan derajat di sisi Allah SWT, dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Kesimpulan:

Puasa setelah Ramadhan merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar. Dengan memahami berbagai aspek puasa setelah Ramadhan, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan memperoleh manfaat yang optimal. Puasa setelah Ramadhan juga menjadi pengingat akan pentingnya melanjutkan semangat ibadah dan ketaqwaan setelah bulan Ramadhan berakhir.

Transisi ke Bagian Berikutnya:

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam mengenai hikmah dan manfaat puasa setelah Ramadhan. Kita akan melihat bagaimana ibadah ini dapat meningkatkan kualitas spiritual dan sosial kita.

Tips Melaksanakan Puasa Setelah Ramadhan

Puasa setelah Ramadhan merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar. Berikut adalah beberapa tips untuk melaksanakan puasa setelah Ramadhan dengan baik dan optimal:

Tip 1: Niat yang Kuat
Niat yang kuat dan ikhlas merupakan kunci utama dalam melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Niatkan puasa karena Allah SWT dan untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan.

Tip 2: Persiapan yang Matang
Persiapkan diri dengan baik sebelum melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat, dan jaga kesehatan agar dapat menjalankan puasa dengan lancar.

Tip 3: Berbuka dan Sahur Secukupnya
Saat berbuka dan sahur, makanlah secukupnya. Hindari makan berlebihan dan pilih makanan yang sehat dan bergizi untuk menjaga stamina selama berpuasa.

Tip 4: Perbanyak Ibadah
Selain puasa, perbanyaklah ibadah lainnya pada bulan Syawal, seperti membaca Al-Qur’an, shalat tarawih, dan witir. Bulan Syawal merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan ketaqwaan.

Tip 5: Jaga Kesehatan
Meskipun sedang berpuasa, tetap jaga kesehatan dengan baik. Minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup, dan hindari aktivitas yang terlalu berat.

Tip 6: Berbagi dengan Sesama
Bulan Syawal merupakan waktu yang tepat untuk berbagi dengan sesama. Bersedekahlah kepada yang membutuhkan dan bantulah mereka yang kurang beruntung.

Tip 7: Renungkan Ibadah
Di akhir puasa setelah Ramadhan, renungkanlah ibadah yang telah dilakukan. Evaluasi diri dan perbaiki kekurangan yang ada untuk meningkatkan kualitas ibadah di masa depan.

Tip 8: Jaga Semangat Ibadah
Setelah Ramadhan berakhir, jangan biarkan semangat ibadah menurun. Jaga semangat tersebut dan teruslah beribadah dengan baik untuk meraih ridha Allah SWT.

Dengan mengikuti tips di atas, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan puasa setelah Ramadhan dengan baik dan memperoleh manfaat yang optimal. Puasa setelah Ramadhan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga semangat ibadah dan ketaqwaan setelah bulan Ramadhan berakhir.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam mengenai hikmah dan manfaat puasa setelah Ramadhan. Kita akan melihat bagaimana ibadah ini dapat meningkatkan kualitas spiritual dan sosial kita.

Kesimpulan

Puasa setelah Ramadhan merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa kecil, meningkatkan derajat di sisi Allah SWT, dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Dengan memahami berbagai aspek puasa setelah Ramadhan, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik dan memperoleh manfaat yang optimal.

Dua poin utama yang saling berkaitan dalam puasa setelah Ramadhan adalah:
1. Puasa ini menjadi kesempatan untuk melengkapi ibadah puasa Ramadhan dan menyempurnakan amalan di bulan Ramadhan.
2. Puasa setelah Ramadhan juga merupakan pengingat untuk menjaga semangat ibadah dan ketaqwaan setelah bulan Ramadhan berakhir.

Dengan merenungkan hikmah dan manfaat puasa setelah Ramadhan, diharapkan umat Islam dapat terus meningkatkan kualitas spiritual dan sosialnya. Puasa ini menjadi sarana untuk meningkatkan ketaqwaan, melatih kesabaran, dan memupuk rasa empati terhadap sesama. Mari kita jadikan puasa setelah Ramadhan sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan meningkatkan kedekatan kita kepada Allah SWT.

Youtube Video:



Artikel Terkait

Bagikan:

jurnal

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.

Artikel Terbaru