Niat puasa membayar puasa Ramadhan adalah ungkapan tekad untuk mengganti puasa Ramadhan yang terlewat atau tidak sempat dilaksanakan. Contohnya, seseorang yang memiliki utang puasa Ramadhan sebanyak 10 hari, maka ia harus membayarnya dengan berpuasa selama 10 hari di luar bulan Ramadhan.
Membayar puasa Ramadhan memiliki banyak manfaat, antara lain untuk mengganti kewajiban yang terlewat, melatih kesabaran dan ketaatan, serta sebagai bentuk ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Secara historis, praktik membayar puasa Ramadhan telah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang niat puasa membayar puasa Ramadhan, termasuk tata cara, ketentuan, dan hal-hal penting lainnya yang perlu diketahui.
niat puasa membayar puasa ramadhan
Niat puasa membayar puasa Ramadhan memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Aspek-aspek ini berkaitan dengan tata cara, ketentuan, dan hal-hal lain yang terkait dengan pelaksanaan puasa qadha Ramadhan.
- Waktu
- Syarat
- Rukun
- Sunnah
- Hukum
- Hikmah
- Tata cara
- Doa niat
- Qadha atau Fidyah
- Ketentuan umum
Setiap aspek memiliki penjelasan dan ketentuan tersendiri. Misalnya, waktu pelaksanaan puasa qadha Ramadhan bisa dilakukan kapan saja di luar bulan Ramadhan, syaratnya harus dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil, rukunnya adalah menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sunnahnya berbuka dan sahur, hukumnya wajib bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, hikmahnya untuk melatih kesabaran dan ketaatan, tata caranya sama dengan puasa Ramadhan, doa niatnya diucapkan pada malam hari sebelum berpuasa, pilihan qadha atau fidyah jika tidak mampu berpuasa, dan ketentuan umumnya seperti tidak boleh sengaja membatalkan puasa dan harus mengganti jika batal.
Waktu
Waktu merupakan salah satu aspek penting dalam niat puasa membayar puasa Ramadhan. Puasa qadha Ramadhan bisa dilaksanakan kapan saja di luar bulan Ramadhan, asalkan memenuhi syarat dan ketentuannya.
- Waktu Pelaksanaan
Puasa qadha Ramadhan bisa dilaksanakan secara berturut-turut atau berselang-seling, sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing individu.
- Waktu Niat
Niat puasa qadha Ramadhan diucapkan pada malam hari sebelum berpuasa, sama seperti niat puasa Ramadhan.
- Waktu Sahur
Sahur merupakan waktu makan sebelum fajar bagi orang yang hendak berpuasa. Waktu sahur untuk puasa qadha Ramadhan sama dengan waktu sahur untuk puasa Ramadhan, yaitu mulai dari tengah malam hingga menjelang fajar.
- Waktu Berbuka
Berbuka puasa merupakan waktu untuk mengakhiri puasa. Waktu berbuka puasa qadha Ramadhan sama dengan waktu berbuka puasa Ramadhan, yaitu ketika matahari terbenam.
Dengan memahami waktu-waktu yang terkait dengan puasa qadha Ramadhan, kita bisa melaksanakan puasa dengan lebih optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Syarat
Syarat merupakan aspek penting dalam niat puasa membayar puasa Ramadhan. Syarat puasa qadha Ramadhan meliputi syarat umum dan syarat khusus. Syarat umum adalah syarat yang harus dipenuhi oleh semua orang yang hendak berpuasa, seperti berakal, baligh, dan mampu berpuasa. Sedangkan syarat khusus adalah syarat yang hanya berlaku untuk puasa qadha Ramadhan, yaitu memiliki utang puasa Ramadhan.
Syarat memiliki utang puasa Ramadhan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum seseorang berniat puasa qadha Ramadhan. Utang puasa Ramadhan bisa terjadi karena berbagai hal, seperti sakit, haid, nifas, atau bepergian jauh. Jika seseorang memiliki utang puasa Ramadhan, maka wajib hukumnya untuk membayarnya dengan berpuasa qadha.
Dengan memahami syarat-syarat puasa qadha Ramadhan, kita bisa memastikan bahwa puasa yang kita lakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemahaman ini juga dapat membantu kita dalam memberikan bimbingan kepada orang lain yang hendak melaksanakan puasa qadha Ramadhan.
Rukun
Rukun puasa merupakan syarat sahnya puasa, termasuk puasa qadha Ramadhan. Rukun puasa ada empat, yaitu niat, menahan diri dari makan dan minum, menahan diri dari berhubungan suami istri, dan menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Dari keempat rukun puasa tersebut, niat merupakan rukun yang paling utama. Niat puasa harus diucapkan pada malam hari sebelum berpuasa, baik secara lisan maupun dalam hati. Tanpa adanya niat, maka puasa tidak sah. Niat puasa qadha Ramadhan diucapkan dengan menyebut secara khusus bahwa puasa yang dikerjakan adalah untuk mengganti utang puasa Ramadhan.
Dengan demikian, niat puasa membayar puasa Ramadhan sangat terkait dengan rukun puasa. Niat merupakan syarat sahnya puasa, termasuk puasa qadha Ramadhan. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan puasa qadha Ramadhan, pastikan untuk memiliki niat yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sunnah
Dalam konteks niat puasa membayar puasa Ramadhan, sunnah memiliki keterkaitan yang erat. Sunnah merupakan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, meskipun tidak wajib dilakukan. Namun, melaksanakan sunnah akan memberikan pahala tambahan dan menyempurnakan ibadah puasa.
Salah satu sunnah dalam puasa qadha Ramadhan adalah menyegerakan berbuka puasa. Rasulullah SAW menganjurkan untuk berbuka puasa segera setelah matahari terbenam. Hal ini berdasarkan hadis dari Ibnu Abbas yang artinya, “Rasulullah SAW biasa menyegerakan berbuka puasa dan beliau melarang berbuka puasa sebelum matahari terbenam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain menyegerakan berbuka puasa, sunnah lainnya dalam puasa qadha Ramadhan adalah memperbanyak doa dan dzikir. Rasulullah SAW sering memanjatkan doa ketika berbuka puasa, salah satunya doa berikut: “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, maka terimalah puasaku.” (HR. Abu Dawud)
Dengan memahami hubungan antara sunnah dan niat puasa membayar puasa Ramadhan, kita bisa melaksanakan ibadah puasa dengan lebih sempurna. Melaksanakan sunnah puasa akan memberikan pahala tambahan dan menyempurnakan ibadah kita. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berusaha untuk melaksanakan sunnah-sunnah puasa, termasuk dalam puasa qadha Ramadhan.
Hukum
Dalam konteks niat puasa membayar puasa Ramadhan, hukum memiliki keterkaitan yang sangat erat. Hukum dalam Islam merupakan aturan atau ketentuan yang mengatur perbuatan manusia, termasuk dalam hal ibadah puasa. Hukum puasa qadha Ramadhan telah ditetapkan secara jelas dalam syariat Islam.
Hukum puasa qadha Ramadhan adalah wajib bagi setiap muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan. Kewajiban ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya, “Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”
Dengan demikian, niat puasa membayar puasa Ramadhan sangat terkait dengan hukum puasa qadha Ramadhan. Niat puasa merupakan wujud dari pelaksanaan kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Tanpa adanya niat, maka puasa qadha Ramadhan tidak sah dan tidak dapat menggantikan utang puasa Ramadhan. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan puasa qadha Ramadhan, pastikan untuk memiliki niat yang benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hikmah
Hikmah merupakan nilai-nilai positif dan pelajaran berharga yang terkandung dalam suatu ibadah, termasuk niat puasa membayar puasa Ramadhan. Hikmah ini menjadi motivasi dan penguat bagi umat Islam dalam melaksanakan kewajibannya.
- Pelatihan Kesabaran
Niat puasa membayar puasa Ramadhan melatih kesabaran dalam menahan lapar dan dahaga. Hikmah ini mengajarkan kita untuk bersabar dalam menghadapi cobaan dan kesulitan hidup.
- Penyucian Jiwa
Puasa qadha Ramadhan menjadi sarana penyucian jiwa dari dosa-dosa yang telah dilakukan. Hikmah ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesucian hati dan pikiran.
- Meningkatkan Taqwa
Niat puasa membayar puasa Ramadhan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Hikmah ini menyadarkan kita bahwa segala perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
- Mendapat Pahala Berlipat
Pelaksanaan puasa qadha Ramadhan bernilai pahala yang berlipat ganda. Hikmah ini memotivasi kita untuk selalu berusaha mengganti kewajiban yang tertinggal demi meraih ridha Allah SWT.
Dengan memahami hikmah di balik niat puasa membayar puasa Ramadhan, kita semakin terdorong untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Hikmah ini menjadi pengingat bahwa setiap ibadah memiliki nilai dan manfaat yang besar, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
Tata cara
Tata cara merupakan aspek penting dalam niat puasa membayar puasa Ramadhan. Tata cara yang benar akan memastikan bahwa puasa yang dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat dan diterima oleh Allah SWT.
- Waktu Niat
Niat puasa qadha Ramadhan diucapkan pada malam hari sebelum berpuasa, setelah masuk waktu Isya. Niat diucapkan secara lisan atau dalam hati, dengan menyebut secara jelas bahwa puasa yang dikerjakan adalah untuk mengganti utang puasa Ramadhan.
- Sahur
Sahur merupakan waktu makan sebelum fajar bagi orang yang hendak berpuasa. Waktu sahur untuk puasa qadha Ramadhan sama dengan waktu sahur untuk puasa Ramadhan, yaitu mulai dari tengah malam hingga menjelang fajar. Sahur tidak wajib hukumnya, tetapi sangat dianjurkan untuk dilakukan karena dapat memberikan energi bagi tubuh selama berpuasa.
- Berbuka Puasa
Berbuka puasa merupakan waktu untuk mengakhiri puasa. Waktu berbuka puasa qadha Ramadhan sama dengan waktu berbuka puasa Ramadhan, yaitu ketika matahari terbenam. Berbuka puasa dapat dilakukan dengan memakan dan minum makanan atau minuman yang halal dan baik.
- Menahan Diri
Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa merupakan bagian penting dari tata cara puasa qadha Ramadhan. Hal-hal yang membatalkan puasa antara lain makan dan minum, berhubungan suami istri, muntah dengan sengaja, dan keluarnya darah haid atau nifas.
Dengan memahami tata cara niat puasa membayar puasa Ramadhan, kita dapat melaksanakan puasa qadha dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat. Tata cara yang benar akan membantu kita meraih manfaat dan pahala yang besar dari ibadah puasa.
Doa niat
Doa niat merupakan salah satu aspek penting dalam niat puasa membayar puasa Ramadhan. Doa niat adalah ucapan yang diucapkan pada malam hari sebelum berpuasa, yang berisi tentang niat untuk melaksanakan puasa qadha Ramadhan. Doa niat ini berfungsi sebagai penguat dan penegasan atas niat yang telah diucapkan dalam hati.
- Lafadz Niat
Lafadz niat puasa membayar puasa Ramadhan diucapkan dengan menyebut secara jelas bahwa puasa yang dikerjakan adalah untuk mengganti utang puasa Ramadhan. Lafadz niat dapat diucapkan dalam bahasa Arab atau bahasa Indonesia, yang penting maknanya sesuai.
- Waktu Pengucapan
Waktu pengucapan doa niat puasa qadha Ramadhan adalah pada malam hari sebelum berpuasa, setelah masuk waktu Isya. Doa niat diucapkan sebelum tidur dan sebelum makan sahur.
- Tata Cara Pengucapan
Tata cara pengucapan doa niat puasa qadha Ramadhan adalah dengan membaca lafadz niat dengan hati yang ikhlas dan penuh keyakinan. Doa niat dapat diucapkan secara lisan atau dalam hati, yang penting maknanya sampai.
- Keutamaan
Mengucapkan doa niat puasa qadha Ramadhan memiliki banyak keutamaan, antara lain sebagai penguat niat, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, dan sebagai sarana untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Dengan memahami berbagai aspek doa niat yang terkait dengan niat puasa membayar puasa Ramadhan, kita dapat melaksanakan ibadah puasa qadha dengan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan syariat. Doa niat yang benar dan tepat akan semakin menyempurnakan ibadah puasa kita dan memberikan pahala yang besar di sisi Allah SWT.
Qadha atau Fidyah
Dalam konteks niat puasa membayar puasa Ramadhan, terdapat dua pilihan yang dapat dilakukan, yaitu qadha atau fidyah. Qadha adalah mengganti puasa yang ditinggalkan dengan berpuasa pada hari lain di luar bulan Ramadhan, sedangkan fidyah adalah membayar denda dengan memberi makan kepada fakir miskin. Pemilihan antara qadha atau fidyah memiliki beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan.
- Kewajiban Qadha
Qadha wajib dilakukan bagi setiap muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan, baik karena alasan sakit, bepergian jauh, atau halangan lainnya. Qadha harus dilakukan secepatnya setelah halangan tersebut terlewati.
- Ketentuan Fidyah
Fidyah dapat dilakukan jika seseorang tidak mampu mengganti puasa dengan qadha, misalnya karena sakit permanen atau usia lanjut. Fidyah dibayarkan dengan memberi makan kepada fakir miskin sebanyak satu mud (sekitar 6 ons) makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
- Waktu Pembayaran Fidyah
Pembayaran fidyah dapat dilakukan kapan saja, tetapi dianjurkan untuk dilakukan sebelum bulan Ramadhan berikutnya tiba. Jika fidyah tidak dibayar hingga bulan Ramadhan berikutnya, maka wajib mengganti puasa yang ditinggalkan dengan qadha.
- Implikasi Hukum
Baik qadha maupun fidyah memiliki implikasi hukum yang sama dalam mengganti utang puasa Ramadhan. Namun, qadha lebih diutamakan karena dianggap lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan memahami aspek-aspek qadha atau fidyah dalam niat puasa membayar puasa Ramadhan, kita dapat menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. Pemilihan yang tepat akan memastikan bahwa kewajiban membayar utang puasa Ramadhan terpenuhi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Ketentuan umum
Ketentuan umum merupakan aspek penting dalam niat puasa membayar puasa Ramadhan. Ketentuan umum ini meliputi aturan-aturan umum yang harus dipatuhi dalam melaksanakan puasa qadha Ramadhan.
- Waktu Pelaksanaan
Puasa qadha Ramadhan dapat dilaksanakan kapan saja di luar bulan Ramadhan, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa. Misalnya, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
- Tata Cara Pelaksanaan
Tata cara pelaksanaan puasa qadha Ramadhan sama dengan tata cara puasa Ramadhan. Yaitu, menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
- Urutan Pelaksanaan
Puasa qadha Ramadhan dapat dilaksanakan secara berurutan atau berselang-seling. Namun, disunnahkan untuk melaksanakan puasa qadha Ramadhan secara berurutan, jika memungkinkan.
- Niat yang Benar
Niat puasa qadha Ramadhan harus diniatkan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan syariat. Niat diucapkan pada malam hari sebelum berpuasa, dengan menyebut secara jelas bahwa puasa yang dikerjakan adalah untuk mengganti utang puasa Ramadhan.
Dengan memahami ketentuan umum dalam niat puasa membayar puasa Ramadhan, kita dapat melaksanakan puasa qadha dengan baik dan sesuai dengan ketentuan syariat. Ketentuan umum ini menjadi pedoman penting untuk memastikan bahwa puasa qadha yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT.
Pertanyaan Umum tentang Niat Puasa Membayar Puasa Ramadhan
Pertanyaan umum (FAQ) ini akan membahas berbagai pertanyaan yang sering diajukan terkait niat puasa membayar puasa Ramadhan. FAQ ini akan memberikan informasi yang jelas dan ringkas untuk membantu Anda memahami aspek-aspek penting dari ibadah ini.
Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan niat puasa membayar puasa Ramadhan?
Jawaban: Niat puasa membayar puasa Ramadhan adalah ungkapan tekad untuk mengganti puasa Ramadhan yang terlewat atau tidak sempat dilaksanakan. Niat ini diucapkan pada malam hari sebelum berpuasa.
Pertanyaan 2: Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan puasa qadha Ramadhan?
Jawaban: Puasa qadha Ramadhan dapat dilaksanakan kapan saja di luar bulan Ramadhan, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Pertanyaan 3: Bagaimana tata cara pelaksanaan puasa qadha Ramadhan?
Jawaban: Tata cara pelaksanaan puasa qadha Ramadhan sama dengan tata cara puasa Ramadhan, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Pertanyaan 4: Apakah boleh melaksanakan puasa qadha Ramadhan secara berselang-seling?
Jawaban: Boleh, namun disunnahkan untuk melaksanakan puasa qadha Ramadhan secara berurutan, jika memungkinkan.
Pertanyaan 5: Apa saja yang membatalkan puasa qadha Ramadhan?
Jawaban: Hal-hal yang membatalkan puasa qadha Ramadhan sama dengan hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan, antara lain makan, minum, berhubungan suami istri, muntah dengan sengaja, dan keluarnya darah haid atau nifas.
Pertanyaan 6: Bagaimana jika tidak mampu melaksanakan puasa qadha Ramadhan karena alasan tertentu?
Jawaban: Jika tidak mampu melaksanakan puasa qadha Ramadhan karena alasan tertentu, seperti sakit permanen atau usia lanjut, maka wajib membayar fidyah dengan memberi makan kepada fakir miskin.
Pertanyaan umum ini memberikan pemahaman dasar tentang niat puasa membayar puasa Ramadhan. Untuk informasi yang lebih rinci dan mendalam, silakan merujuk pada penjelasan lengkap yang telah dibahas sebelumnya.
Selanjutnya, kita akan membahas tentang hukum dan hikmah puasa qadha Ramadhan. Pembahasan ini akan memberikan wawasan tambahan tentang pentingnya ibadah ini dalam kehidupan seorang muslim.
Tips Niat Puasa Membayar Puasa Ramadhan
Berikut ini adalah beberapa tips untuk membantu Anda melaksanakan niat puasa membayar puasa Ramadhan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan syariat:
Tip 1: Niatkan dengan Benar
Pastikan niat puasa Anda benar dan sesuai dengan ketentuan syariat. Niatkan puasa untuk mengganti utang puasa Ramadhan yang telah terlewat.
Tip 2: Tentukan Waktu Pelaksanaan
Tentukan waktu pelaksanaan puasa qadha Ramadhan Anda. Pilih waktu yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda, asalkan di luar bulan Ramadhan.
Tip 3: Siapkan Diri Secara Fisik dan Mental
Siapkan diri Anda secara fisik dan mental untuk melaksanakan puasa qadha Ramadhan. Pastikan Anda dalam kondisi sehat dan mampu berpuasa.
Tip 4: Jaga Kekhusyukan
Jaga kekhusyukan puasa Anda dengan menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri.
Tip 5: Perbanyak Ibadah
Perbanyak ibadah selama melaksanakan puasa qadha Ramadhan, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.
Tip 6: Berdoa
Berdoalah kepada Allah SWT agar puasa qadha Ramadhan Anda diterima dan bernilai ibadah.
Tip 7: Segera Qadha Jika Mampu
Jika Anda mampu, segera qadha puasa Ramadhan yang terlewat. Jangan menunda-nunda, karena semakin cepat diqadha semakin baik.
Tip 8: Bayar Fidyah Jika Tidak Mampu
Jika Anda tidak mampu melaksanakan puasa qadha Ramadhan karena alasan tertentu, maka wajib membayar fidyah dengan memberi makan kepada fakir miskin.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, insya Allah niat puasa membayar puasa Ramadhan Anda akan diterima oleh Allah SWT dan bernilai ibadah. Puasa qadha Ramadhan merupakan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sebagai penutup, tips-tips di atas merupakan bagian penting dari niat puasa membayar puasa Ramadhan. Dengan memahami dan mengamalkan tips-tips tersebut, kita dapat melaksanakan puasa qadha Ramadhan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Kesimpulan
Artikel ini telah membahas secara komprehensif tentang “niat puasa membayar puasa ramadhan”, meliputi berbagai aspek penting seperti pengertian, ketentuan, tata cara, hingga hikmah dan tips pelaksanaannya. Pemahaman yang baik tentang aspek-aspek ini sangat penting bagi umat Islam yang memiliki kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang terlewat.
Beberapa poin utama yang dapat disimpulkan dari artikel ini antara lain:
- Niat puasa membayar puasa ramadhan merupakan ungkapan tekad untuk mengganti utang puasa Ramadhan yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang memiliki kewajiban tersebut.
- Pelaksanaan puasa qadha Ramadhan memiliki tata cara dan ketentuan khusus yang harus dipenuhi, seperti niat yang benar, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, dan dilaksanakan di luar bulan Ramadhan.
- Puasa qadha Ramadhan memiliki hikmah dan keutamaan yang besar, seperti melatih kesabaran, menebus dosa, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sebagai penutup, niat puasa membayar puasa ramadhan merupakan ibadah yang sangat penting dan memiliki banyak manfaat. Dengan memahami dan mengamalkan ketentuan-ketentuan yang telah dijelaskan dalam artikel ini, semoga kita dapat melaksanakan puasa qadha Ramadhan dengan baik dan sesuai dengan syariat Islam, sehingga ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan bernilai pahala yang berlipat ganda.
Youtube Video:
