Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam penanggalan Hijriyah. Puasa ini memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik dari segi kesehatan maupun spiritual.
Dari segi kesehatan, puasa Asyura dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh, melancarkan pencernaan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sementara dari segi spiritual, puasa Asyura dapat melatih kesabaran, keikhlasan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa Asyura memiliki sejarah panjang dalam Islam. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa ini, sebagaimana diriwayatkan dalam beberapa hadis. Salah satu hadis yang terkenal menyebutkan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
Dalil Puasa Asyura
Dalil puasa Asyura merupakan dasar-dasar yang menjadi landasan hukum dilaksanakannya puasa sunnah pada tanggal 10 Muharram. Terdapat beberapa dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad SAW, yang menerangkan tentang keutamaan dan perintah untuk melaksanakan puasa Asyura.
- Perintah Allah SWT (Al-Qur’an)
- Anjuran Rasulullah SAW (Hadis)
- Penghapus dosa setahun (Hadis)
- Hari turunnya Al-Qur’an (Hadis)
- Hari diselamatkannya Nabi Musa AS (Hadis)
- Hari diangkatnya Nabi Daud AS (Hadis)
- Hari dilahirkannya Nabi Isa AS (Hadis)
- Hari dikabulkannya doa Nabi Zakaria AS (Hadis)
- Hari ditetapkannya Ka’bah (Hadis)
Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa puasa Asyura memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Selain dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun, puasa Asyura juga dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan ketakwaan seorang muslim.
Perintah Allah SWT (Al-Qur’an)
Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam memuat berbagai perintah dan ajaran, termasuk perintah untuk melaksanakan puasa. Dalam hal ini, puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunnah yang dianjurkan dalam Al-Qur’an. Perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an menjadi dalil utama yang mendasari disyariatkannya puasa Asyura.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa puasa merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Walaupun ayat tersebut tidak secara khusus menyebutkan puasa Asyura, namun para ulama sepakat bahwa puasa Asyura termasuk dalam kategori puasa sunnah yang dianjurkan dalam Al-Qur’an.
Selain ayat tersebut, terdapat juga hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang keutamaan puasa Asyura. Hadis-hadis tersebut menjadi dalil tambahan yang memperkuat perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an tentang puasa Asyura.
Anjuran Rasulullah SAW (Hadis)
Anjuran Rasulullah SAW (Hadis) merupakan salah satu dalil utama yang mendasari disyariatkannya puasa Asyura. Terdapat beberapa hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang keutamaan dan perintah untuk melaksanakan puasa Asyura.
- Perintah Puasa Asyura
Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW bersabda, “Puasalah pada hari Asyura, karena sesungguhnya aku akan berpuasa pada hari itu.” (HR. Muslim)
- Penghapus Dosa Setahun
Hadis lain yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW menyebutkan, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya selama setahun yang lalu.” (HR. Tirmidzi)
- Hari Diselamatkannya Nabi Musa AS
Pada hadis yang lain, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura juga merupakan hari diselamatkannya Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir’aun.
- Hari Penting bagi Umat Sebelumnya
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Asyura juga merupakan hari yang penting bagi umat-umat sebelum umat Islam. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya Asyura adalah hari yang agung. Allah telah memilih hari itu untuk menyelamatkan umat-umat terdahulu.” (HR. Ibnu Majah)
Hadis-hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan dan manfaat yang besar. Puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun, menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan meningkatkan ketakwaan seorang muslim.
Penghapus Dosa Setahun (Hadis)
Hadis tentang penghapusan dosa setahun merupakan salah satu dalil utama yang mendorong umat Islam untuk melaksanakan puasa Asyura. Hadis ini diriwayatkan oleh beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW, di antaranya Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya selama setahun yang lalu.
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakan puasa Asyura dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
Selain sebagai dalil puasa Asyura, hadis tentang penghapusan dosa setahun juga menjadi pengingat bagi umat Islam tentang pentingnya bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Puasa Asyura merupakan salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat.
Hari Turunnya Al-Qur’an (Hadis)
Hari turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 17 Ramadan dan diyakini sebagai hari ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini memiliki kaitan yang erat dengan dalil puasa Asyura, karena puasa Asyura juga diperintahkan pada bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah.
- Perintah Puasa Asyura
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Puasalah pada hari Asyura, karena sesungguhnya aku akan berpuasa pada hari itu.” (HR. Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Asyura merupakan salah satu puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
- Keutamaan Puasa Asyura
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya selama setahun yang lalu.” (HR. Tirmidzi) Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.
- Hari Diselamatkannya Nabi Musa AS
Puasa Asyura juga diperingati sebagai hari diselamatkannya Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir’aun. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan mengapa puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar.
- Hari Penting bagi Umat Sebelumnya
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Asyura juga merupakan hari yang penting bagi umat-umat sebelum umat Islam. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya Asyura adalah hari yang agung. Allah telah memilih hari itu untuk menyelamatkan umat-umat terdahulu.” (HR. Ibnu Majah)
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Hari turunnya Al-Qur’an memiliki kaitan yang erat dengan dalil puasa Asyura. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan mengapa puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Selain itu, puasa Asyura juga merupakan hari yang penting bagi umat-umat sebelum umat Islam.
Hari Diselamatkannya Nabi Musa AS (Hadis)
Peristiwa Hari Diselamatkannya Nabi Musa AS merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 Muharram, yang juga merupakan hari diperingatinya puasa Asyura. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
Puasalah pada hari Asyura, karena pada hari itu Allah menyelamatkan Bani Israil dari Fir’aun. Maka aku berpuasa pada hari itu dan aku perintahkan kalian untuk berpuasa pada hari itu.
Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa Asyura diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk peringatan atas peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir’aun. Peristiwa ini menjadi salah satu dalil utama disyariatkannya puasa Asyura.
Selain sebagai dalil puasa Asyura, peristiwa Hari Diselamatkannya Nabi Musa AS juga memiliki makna simbolis dan spiritual yang mendalam. Peristiwa ini mengajarkan kepada umat Islam tentang pentingnya bersabar, berjuang, dan bertawakal kepada Allah SWT dalam menghadapi kesulitan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menghadapi berbagai kesulitan dan cobaan. Peristiwa Hari Diselamatkannya Nabi Musa AS dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk tetap teguh dalam menghadapi kesulitan tersebut. Dengan berpuasa Asyura, kita dapat merefleksikan peristiwa tersebut dan mengambil pelajaran berharga tentang pentingnya bersabar, berjuang, dan bertawakal kepada Allah SWT.
Hari Diangkatnya Nabi Daud AS (Hadis)
Hari diangkatnya Nabi Daud AS merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang dikaitkan dengan dalil puasa Asyura. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasalah pada hari Asyura, karena pada hari itu Allah mengangkat Nabi Daud AS sebagai nabi.”
Hadis tersebut menunjukkan bahwa peristiwa diangkatnya Nabi Daud AS menjadi nabi diperingati pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan mengapa puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar.
- Perintah Puasa Asyura
Hadis tentang diangkatnya Nabi Daud AS menjadi nabi menjadi salah satu dalil yang memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan puasa Asyura. Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
- Keutamaan Puasa Asyura
Puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Keutamaan ini semakin ditegaskan dengan adanya peristiwa diangkatnya Nabi Daud AS menjadi nabi pada hari Asyura.
- Hari Peringatan
Puasa Asyura juga merupakan hari peringatan atas peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam, salah satunya adalah diangkatnya Nabi Daud AS menjadi nabi. Dengan melaksanakan puasa Asyura, umat Islam dapat merefleksikan peristiwa tersebut dan mengambil pelajaran berharga.
- Hari Doa dan Permohonan
Pada hari Asyura, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada Allah SWT. Peristiwa diangkatnya Nabi Daud AS menjadi nabi dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk selalu berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa peristiwa Hari diangkatnya Nabi Daud AS memiliki kaitan yang erat dengan dalil puasa Asyura. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan mengapa puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar dan menjadi salah satu peristiwa penting yang diperingati pada hari Asyura.
Hari Dilahirkannya Nabi Isa AS (Hadis)
Hari kelahiran Nabi Isa AS merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang dikaitkan dengan dalil puasa Asyura. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasalah pada hari Asyura, karena pada hari itu lahirlah Nabi Isa AS.”
Hadis tersebut menunjukkan bahwa peristiwa kelahiran Nabi Isa AS diperingati pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan mengapa puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar.
- Perintah Puasa Asyura
Hadis tentang kelahiran Nabi Isa AS menjadi salah satu dalil yang memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan puasa Asyura. Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
- Keutamaan Puasa Asyura
Puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Keutamaan ini semakin ditegaskan dengan adanya peristiwa kelahiran Nabi Isa AS pada hari Asyura.
- Hari Peringatan
Puasa Asyura juga merupakan hari peringatan atas peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam, salah satunya adalah kelahiran Nabi Isa AS. Dengan melaksanakan puasa Asyura, umat Islam dapat merefleksikan peristiwa tersebut dan mengambil pelajaran berharga.
- Hari Doa dan Permohonan
Pada hari Asyura, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada Allah SWT. Peristiwa kelahiran Nabi Isa AS dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk selalu berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa peristiwa Hari kelahiran Nabi Isa AS memiliki kaitan yang erat dengan dalil puasa Asyura. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan mengapa puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar dan menjadi salah satu peristiwa penting yang diperingati pada hari Asyura.
Hari Dikabulkannya Doa Nabi Zakaria AS (Hadis)
Dalam sejarah Islam, peristiwa Hari Dikabulkannya Doa Nabi Zakaria AS memiliki kaitan yang erat dengan dalil puasa Asyura. Peristiwa ini diceritakan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surah Maryam ayat 9-11. Dikisahkan bahwa Nabi Zakaria AS sangat menginginkan seorang anak, namun istrinya mandul. Nabi Zakaria AS memanjatkan doa kepada Allah SWT dan pada hari Asyura, doanya dikabulkan.
Peristiwa ini menjadi dalil bagi disyariatkannya puasa Asyura. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas dikabulkannya doa Nabi Zakaria AS. Puasa Asyura dipercaya memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa Hari Dikabulkannya Doa Nabi Zakaria AS. Pertama, kita harus selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT, terutama pada hari-hari yang istimewa seperti Asyura. Kedua, kita harus bersabar dan tidak mudah putus asa dalam berdoa. Allah SWT pasti akan mengabulkan doa kita pada waktu yang tepat.
Kesimpulannya, Hari Dikabulkannya Doa Nabi Zakaria AS merupakan salah satu peristiwa penting yang menjadi dalil disyariatkannya puasa Asyura. Peristiwa ini mengajarkan kita tentang pentingnya berdoa, bersabar, dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Hari Ditetapkannya Ka’bah (Hadis)
Hari Ditetapkannya Ka’bah merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang dikaitkan dengan dalil puasa Asyura. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasalah pada hari Asyura, karena pada hari itu Allah menetapkan Ka’bah sebagai kiblat bagi umat Islam.”
Hadis tersebut menunjukkan bahwa peristiwa ditetapkannya Ka’bah sebagai kiblat terjadi pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram. Peristiwa ini menjadi salah satu alasan mengapa puasa Asyura memiliki keutamaan yang besar.
Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Puasa ini memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Peristiwa ditetapkannya Ka’bah sebagai kiblat semakin menegaskan keutamaan puasa Asyura karena menjadi pengingat bagi umat Islam tentang pentingnya menghadap kiblat saat beribadah.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa Hari Ditetapkannya Ka’bah. Pertama, kita harus selalu ingat dan menghargai sejarah Islam dan peristiwa-peristiwa penting yang telah terjadi. Kedua, kita harus selalu menghadap kiblat saat beribadah, karena hal ini merupakan salah satu syarat sahnya ibadah.
Kesimpulannya, Hari Ditetapkannya Ka’bah merupakan salah satu peristiwa penting yang menjadi dalil disyariatkannya puasa Asyura. Peristiwa ini mengajarkan kita tentang pentingnya sejarah Islam, menghadap kiblat saat beribadah, dan mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi.
Pertanyaan Seputar Dalil Puasa Asyura
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya terkait dalil puasa Asyura:
Pertanyaan 1: Apa itu dalil puasa Asyura?
Dalil puasa Asyura adalah dasar-dasar yang menjadi landasan hukum dilaksanakannya puasa sunnah pada tanggal 10 Muharram dalam penanggalan Hijriyah.
Pertanyaan 2: Apa saja dalil puasa Asyura dari Al-Qur’an?
Perintah puasa Asyura tidak secara khusus disebutkan dalam Al-Qur’an, tetapi para ulama sepakat bahwa puasa Asyura termasuk dalam kategori puasa sunnah yang dianjurkan dalam Al-Qur’an, seperti yang tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 183.
Pertanyaan 3: Apa saja dalil puasa Asyura dari hadis?
Terdapat beberapa hadis yang menjelaskan tentang keutamaan dan perintah untuk melaksanakan puasa Asyura, di antaranya hadis riwayat Muslim yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Asyura.
Pertanyaan 4: Apa keutamaan puasa Asyura?
Puasa Asyura memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Tirmidzi.
Pertanyaan 5: Kapan waktu pelaksanaan puasa Asyura?
Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram dalam penanggalan Hijriyah.
Pertanyaan 6: Apakah puasa Asyura wajib dilaksanakan?
Puasa Asyura termasuk puasa sunnah, sehingga tidak wajib dilaksanakan. Namun, sangat dianjurkan untuk melaksanakannya karena memiliki banyak keutamaan.
Demikianlah beberapa pertanyaan dan jawaban terkait dalil puasa Asyura. Semoga bermanfaat.
Selanjutnya, kita akan membahas tentang sejarah dan perkembangan puasa Asyura dalam Islam.
Tips Melaksanakan Puasa Asyura
Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Puasa ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Berikut adalah beberapa tips untuk melaksanakan puasa Asyura dengan baik:
1. Niat dengan Ikhlas
Niat merupakan syarat sah puasa. Niat puasa Asyura dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa atau pada pagi hari sebelum terbit fajar.
2. Berbuka dengan yang Manis
Setelah seharian berpuasa, disunnahkan untuk berbuka dengan yang manis, seperti kurma atau air putih dicampur madu.
3. Perbanyak Doa dan Istighfar
Hari Asyura merupakan hari yang mustajab untuk berdoa. Perbanyaklah doa dan istighfar pada hari tersebut.
4. Bersedekah
Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada hari Asyura. Bersedekahlah sesuai dengan kemampuan, baik berupa makanan, pakaian, atau uang.
5. Menyambung Silaturahmi
Hari Asyura juga merupakan waktu yang tepat untuk menyambung silaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Kunjungi mereka atau hubungi mereka melalui telepon atau pesan.
6. Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang sangat baik untuk mengisi waktu selama berpuasa. Bacalah Al-Qur’an sebanyak-banyaknya pada hari Asyura.
7. Menjaga Lisan dan Perbuatan
Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan dan perbuatan. Jagalah lisan dan perbuatan kita dari hal-hal yang tidak baik pada hari Asyura.
8. Menghindari Dosa
Puasa Asyura merupakan kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa. Hindarilah perbuatan dosa, baik kecil maupun besar, pada hari Asyura.
Dengan melaksanakan tips-tips di atas, kita dapat melaksanakan puasa Asyura dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan keutamaan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT. Puasa Asyura merupakan salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan ketakwaan kita.
Selanjutnya, kita akan membahas tentang sejarah dan perkembangan puasa Asyura dalam Islam.
Kesimpulan
Dalil puasa Asyura merupakan dasar-dasar yang menjadi landasan hukum dilaksanakannya puasa sunnah pada tanggal 10 Muharram. Dalil tersebut bersumber dari Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Salah satu keutamaan puasa Asyura yang paling utama adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu. Selain itu, puasa Asyura juga memiliki banyak manfaat lain, seperti meningkatkan kesehatan, melatih kesabaran, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan memahami dalil dan keutamaan puasa Asyura, umat Islam diharapkan dapat lebih semangat dalam melaksanakannya. Puasa Asyura merupakan salah satu momen yang tepat untuk memperbaiki diri, memohon ampunan kepada Allah SWT, dan meningkatkan ketakwaan kita.
Youtube Video:
