Apa Niat Puasa Rajab

jurnal


Apa Niat Puasa Rajab

Puasa Rajab adalah ibadah puasa sunah yang dikerjakan pada bulan Rajab, bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Niat puasa Rajab adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan atas dosa-dosa, dan memperoleh pahala yang berlimpah.

Puasa Rajab memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah dapat membersihkan jiwa dan raga, meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, dan mempererat tali silaturahmi antar sesama Muslim. Ibadah ini juga memiliki sejarah panjang dalam tradisi Islam, dan telah dikerjakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang puasa Rajab, termasuk tata cara pelaksanaannya, keutamaan-keutamaannya, serta doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca saat berpuasa Rajab.

Apa Niat Puasa Rajab?

Puasa Rajab merupakan ibadah sunah yang memiliki banyak keutamaan. Niat menjadi salah satu aspek penting dalam berpuasa Rajab. Berikut adalah 10 aspek penting terkait niat puasa Rajab:

  • Ikhlas
  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT
  • Memohon ampunan dosa
  • Meningkatkan ketakwaan
  • Melatih kesabaran
  • Membersihkan jiwa dan raga
  • Mempererat tali silaturahmi
  • Mengikuti sunnah Rasulullah SAW
  • Meraih pahala yang berlimpah
  • Memperoleh syafaat di akhirat

Niat yang tulus dan ikhlas merupakan kunci diterimanya ibadah puasa Rajab. Dengan memahami dan menghayati aspek-aspek penting terkait niat puasa Rajab, diharapkan ibadah kita semakin berkualitas dan bernilai di sisi Allah SWT.

Ikhlas

Ikhlas merupakan salah satu aspek penting dalam niat puasa Rajab. Ikhlas berarti melakukan ibadah semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia.

  • Niat yang Benar

    Ikhlas dalam puasa Rajab dimulai dari niat yang benar, yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih ridha-Nya.

  • Tidak Riya

    Orang yang ikhlas tidak akan melakukan ibadah puasa Rajab untuk pamer atau mencari perhatian dari orang lain.

  • Tidak Mengharap Imbalan

    Puasa Rajab dikerjakan dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia.

Ikhlas merupakan landasan utama dalam beribadah, termasuk puasa Rajab. Dengan ikhlas, ibadah kita akan lebih bernilai di sisi Allah SWT dan pahalanya akan berlipat ganda.

Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Mendekatkan diri kepada Allah SWT merupakan tujuan utama dari ibadah puasa Rajab. Dengan berpuasa, seorang hamba berusaha untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dan intim dengan Rabb-nya.

  • Taqarrub

    Puasa Rajab menjadi sarana taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amalan-amalan ibadah, seperti menahan diri dari makan dan minum, memperbanyak dzikir, dan membaca Al-Qur’an.

  • Muhasabah

    Selama berpuasa Rajab, seorang hamba dapat melakukan muhasabah atau introspeksi diri untuk menilai sejauh mana kedekatannya dengan Allah SWT dan memperbaiki diri menjadi lebih baik.

  • Mahabbah

    Puasa Rajab menumbuhkan rasa cinta dan kerinduan kepada Allah SWT. Dengan mendekatkan diri kepada-Nya, seorang hamba akan semakin merasakan kebesaran dan kasih sayang Allah SWT.

  • Ridha

    Tujuan akhir dari mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah meraih ridha-Nya. Ridha Allah SWT merupakan kebahagiaan dan keberkahan yang hakiki bagi seorang hamba.

Dengan memahami berbagai aspek mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam puasa Rajab, seorang hamba dapat memaksimalkan ibadah puasanya untuk memperoleh keutamaan dan pahala yang berlimpah.

Memohon ampunan dosa

Memohon ampunan dosa merupakan salah satu aspek penting dalam niat puasa Rajab. Puasa Rajab menjadi sarana bagi seorang hamba untuk memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan, baik dosa besar maupun kecil.

  • Taubat

    Puasa Rajab menjadi momentum yang tepat untuk bertaubat atau memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah diperbuat. Dengan bertaubat, seorang hamba berusaha untuk kembali ke jalan yang benar dan memperbaiki diri menjadi lebih baik.

  • Istighfar

    Memperbanyak istighfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT merupakan amalan penting selama berpuasa Rajab. Seorang hamba memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan, baik yang disengaja maupun tidak.

  • Menyesali Dosa

    Taubat yang sejati tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga disertai dengan perasaan menyesal yang mendalam atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Penyesalan ini menjadi motivasi bagi seorang hamba untuk memperbaiki diri dan menghindari dosa di masa yang akan datang.

  • Mengganti Dosa

    Selain bertaubat dan memohon ampunan, seorang hamba juga perlu mengganti dosa-dosa yang telah diperbuat dengan melakukan amal kebaikan. Amal kebaikan tersebut dapat berupa sedekah, membantu sesama, atau memperbanyak ibadah sunah.

Dengan memahami dan menghayati aspek memohon ampunan dosa dalam puasa Rajab, seorang hamba dapat memaksimalkan ibadahnya untuk memperoleh pengampunan dari Allah SWT dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Meningkatkan Ketakwaan

Meningkatkan ketakwaan merupakan salah satu tujuan utama dari ibadah puasa Rajab. Ketakwaan adalah kesadaran akan kebesaran dan keagungan Allah SWT, serta rasa takut untuk melanggar perintah-Nya. Puasa Rajab menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan ketakwaan seorang hamba.

Puasa Rajab melatih kesabaran, menahan diri dari hawa nafsu, dan memperbanyak ibadah. Dengan menjalankan puasa Rajab, seorang hamba belajar untuk mengendalikan diri dan menundukkan hawa nafsunya. Hal ini berdampak pada peningkatan kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupannya. Kesadaran ini memunculkan rasa takut untuk melanggar perintah Allah SWT dan keinginan untuk selalu berbuat baik.

Selain itu, puasa Rajab juga menjadi ajang untuk memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Ibadah-ibadah ini semakin mempererat hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya, sehingga ketakwaannya pun semakin meningkat.

Dengan memahami hubungan antara meningkatkan ketakwaan dan apa niat puasa Rajab, seorang hamba dapat memaksimalkan ibadahnya di bulan Rajab untuk memperoleh pahala yang berlipat ganda dan menjadi pribadi yang lebih bertakwa.

Melatih Kesabaran

Melatih kesabaran merupakan salah satu aspek penting dalam apa niat puasa Rajab. Puasa Rajab mengajarkan kita untuk menahan diri dari makan dan minum selama kurang lebih 13 jam setiap harinya. Hal ini melatih kita untuk mengendalikan hawa nafsu dan menguatkan kesabaran kita.

Kesabaran sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Kesabaran membantu kita menghadapi berbagai cobaan dan rintangan dengan tenang dan tabah. Kesabaran juga membantu kita untuk tetap istiqamah menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Puasa Rajab memberikan kita kesempatan untuk melatih kesabaran kita dalam berbagai aspek. Selain menahan lapar dan dahaga, kita juga belajar untuk bersabar dalam menghadapi godaan dan ujian selama berpuasa. Dengan demikian, puasa Rajab menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kesabaran kita dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Membersihkan jiwa dan raga

Puasa Rajab merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah membersihkan jiwa dan raga. Membersihkan jiwa dan raga menjadi salah satu aspek penting dalam apa niat puasa Rajab. Hal ini dikarenakan puasa Rajab mengajarkan kita untuk menahan hawa nafsu dan mengendalikan diri, sehingga dapat membersihkan jiwa dan raga dari berbagai kotoran dan dosa.

  • Detoksifikasi Fisik

    Puasa Rajab dapat membantu proses detoksifikasi fisik dengan membuang racun-racun yang menumpuk di dalam tubuh. Saat berpuasa, tubuh akan memecah cadangan lemak dan menggunakannya sebagai sumber energi. Proses ini dapat membantu membuang racun-racun yang tersimpan di dalam lemak dan membersihkan organ-organ tubuh.

  • Detoksifikasi Mental

    Selain detoksifikasi fisik, puasa Rajab juga dapat membantu detoksifikasi mental dengan menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Saat berpuasa, kita belajar untuk mengendalikan hawa nafsu dan menahan diri dari berbagai godaan. Proses ini dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres, sehingga dapat membersihkan jiwa dari berbagai kekotoran mental.

  • Meningkatkan Kesadaran Spiritual

    Puasa Rajab juga dapat meningkatkan kesadaran spiritual dengan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Saat berpuasa, kita belajar untuk mengendalikan hawa nafsu dan menundukkan diri kepada Allah SWT. Proses ini dapat meningkatkan kesadaran kita tentang kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan kita dan membersihkan jiwa kita dari berbagai kotoran spiritual.

  • Meningkatkan Akhlak

    Puasa Rajab dapat membantu meningkatkan akhlak kita dengan melatih kesabaran, pengendalian diri, dan empati. Saat berpuasa, kita belajar untuk bersabar dalam menghadapi rasa lapar dan dahaga. Kita juga belajar untuk mengendalikan diri dari berbagai godaan dan hawa nafsu. Proses ini dapat membantu meningkatkan akhlak kita dan membersihkan jiwa kita dari berbagai kotoran akhlak.

Dengan memahami berbagai aspek membersihkan jiwa dan raga dalam apa niat puasa Rajab, kita dapat memaksimalkan ibadah puasa kita untuk memperoleh pahala yang berlimpah dan menjadi pribadi yang lebih baik, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun akhlak.

Mempererat tali silaturahmi

Mempererat tali silaturahmi merupakan salah satu aspek penting dalam apa niat puasa Rajab. Puasa Rajab mengajarkan kita untuk meningkatkan hubungan baik dengan sesama, baik keluarga, teman, maupun tetangga. Dengan mempererat tali silaturahmi, kita dapat menjalin ukhuwah islamiyah yang kokoh dan saling tolong-menolong dalam kebaikan.

Salah satu cara untuk mempererat tali silaturahmi saat berpuasa Rajab adalah dengan saling berbagi makanan dan minuman. Berbagi makanan saat berbuka puasa atau sahur dapat mempererat hubungan antar sesama dan menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Selain berbagi makanan, kita juga dapat mempererat tali silaturahmi dengan mengunjungi sanak saudara atau tetangga, serta saling mendoakan kebaikan.

Mempererat tali silaturahmi memiliki banyak manfaat, baik bagi individu maupun masyarakat. Silaturahmi dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan rasa kasih sayang dan empati antar sesama. Dengan memahami pentingnya mempererat tali silaturahmi dalam apa niat puasa Rajab, kita dapat memaksimalkan ibadah puasa kita untuk memperoleh pahala yang berlimpah dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Mengikuti sunnah Rasulullah SAW

Mengikuti sunnah Rasulullah SAW merupakan aspek penting dalam apa niat puasa Rajab. Puasa Rajab disyariatkan oleh Rasulullah SAW dan menjadi salah satu amalan yang beliau lakukan secara rutin. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, kita dapat memperoleh pahala yang berlimpah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  • Melaksanakan Ibadah Sesuai Tuntunan

    Puasa Rajab harus dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, baik dari segi waktu, tata cara, maupun niat. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, ibadah puasa Rajab kita akan lebih bermakna dan sesuai dengan syariat Islam.

  • Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

    Selain melaksanakan ibadah sesuai tuntunan, kita juga perlu meneladani akhlak Rasulullah SAW selama berpuasa Rajab. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sabar, dermawan, dan penuh kasih sayang. Dengan meneladani akhlak beliau, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa Rajab kita.

  • Menjaga Ukhuwah Islamiyah

    Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim. Selama berpuasa Rajab, kita dapat mempererat ukhuwah islamiyah dengan saling berbagi makanan, mengunjungi sanak saudara, dan mendoakan kebaikan untuk sesama Muslim.

  • Memperoleh Syafaat Rasulullah SAW

    Salah satu keutamaan mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah memperoleh syafaat atau pertolongan beliau di akhirat kelak. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam berpuasa Rajab, kita berharap dapat memperoleh syafaat beliau dan mendapatkan ganjaran yang berlimpah dari Allah SWT.

Dengan memahami berbagai aspek mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam apa niat puasa Rajab, kita dapat memaksimalkan ibadah puasa kita untuk memperoleh pahala yang berlimpah, meningkatkan kualitas ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Meraih Pahala yang Berlimpah

Salah satu aspek penting dalam apa niat puasa Rajab adalah meraih pahala yang berlimpah. Dengan berpuasa Rajab, seorang hamba dapat memperoleh ganjaran pahala yang besar dari Allah SWT. Pahala tersebut akan menjadi bekal berharga di akhirat kelak.

Puasa Rajab termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri senantiasa mengerjakan puasa Rajab dan beliau bersabda, “Barang siapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia akan dijauhkan dari neraka sejauh perjalanan seratus tahun.” (HR. At-Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan betapa besarnya pahala yang bisa diraih dengan berpuasa Rajab.

Selain itu, puasa Rajab juga menjadi sarana untuk memperbanyak ibadah lainnya, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Ibadah-ibadah tersebut akan menambah pahala yang diperoleh selama berpuasa Rajab. Pahala yang berlimpah dari puasa Rajab dapat menjadi motivasi bagi seorang hamba untuk meningkatkan kualitas ibadahnya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan memahami hubungan antara meraih pahala yang berlimpah dan apa niat puasa Rajab, seorang hamba dapat memaksimalkan ibadahnya di bulan Rajab untuk memperoleh ganjaran pahala yang besar. Pahala tersebut akan menjadi bekal berharga di akhirat kelak dan menjadi penolong bagi seorang hamba dalam menjalani kehidupan di dunia.

Memperoleh Syafaat di Akhirat

Di antara aspek-aspek penting dalam apa niat puasa Rajab adalah memperoleh syafaat di akhirat. Syafaat adalah pertolongan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT kepada orang lain yang membutuhkannya. Dalam konteks puasa Rajab, syafaat yang diharapkan adalah syafaat dari Rasulullah SAW, yang merupakan manusia yang paling mulia dan paling dekat dengan Allah SWT.

Puasa Rajab merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Barang siapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala seperti pahala puasa setahun.” (HR. At-Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan keutamaan puasa Rajab dan besarnya pahala yang dapat diperoleh dengan menjalankannya. Pahala yang berlimpah ini menjadi salah satu sebab mengapa puasa Rajab dapat menjadi sarana untuk memperoleh syafaat di akhirat.

Selain itu, puasa Rajab juga melatih seorang hamba untuk meningkatkan kualitas ibadahnya dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan berpuasa, seorang hamba belajar untuk mengendalikan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, dan memperkuat keimanannya. Amalan-amalan ini akan menjadi bekal berharga di akhirat dan dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah seseorang akan memperoleh syafaat atau tidak.

Dengan memahami hubungan antara memperoleh syafaat di akhirat dan apa niat puasa Rajab, seorang hamba dapat memaksimalkan ibadahnya di bulan Rajab untuk memperoleh ganjaran pahala yang besar dan syafaat dari Rasulullah SAW. Syafaat tersebut akan menjadi penolong yang sangat berharga di akhirat kelak dan menjadi salah satu kunci untuk meraih surga Allah SWT.

Pertanyaan Umum tentang Niat Puasa Rajab

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya tentang niat puasa Rajab:

Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan niat puasa Rajab?

Niat puasa Rajab adalah keinginan atau kehendak hati untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Rajab dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan dosa, dan meraih pahala yang berlimpah.

Pertanyaan 2: Kapan waktu yang tepat untuk berniat puasa Rajab?

Niat puasa Rajab dapat dilakukan pada malam hari sebelum fajar atau pada pagi hari sebelum terbit matahari pada hari pertama puasa Rajab.

Pertanyaan 3: Apakah niat puasa Rajab harus diucapkan?

Niat puasa Rajab tidak harus diucapkan, tetapi cukup diikrarkan dalam hati dengan tulus dan ikhlas.

Pertanyaan 4: Apakah boleh berniat puasa Rajab setelah matahari terbit?

Tidak diperbolehkan berniat puasa Rajab setelah matahari terbit, karena waktu niat puasa Rajab telah habis.

Pertanyaan 5: Apa saja syarat dan rukun puasa Rajab?

Syarat dan rukun puasa Rajab sama dengan syarat dan rukun puasa pada umumnya, yaitu beragama Islam, baligh, berakal, mampu menahan lapar dan dahaga, serta tidak sedang dalam keadaan haid atau nifas bagi wanita.

Pertanyaan 6: Apa saja keutamaan puasa Rajab?

Keutamaan puasa Rajab sangat banyak, di antaranya adalah menghapus dosa, meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, membersihkan jiwa dan raga, serta memperoleh syafaat di akhirat.

Demikianlah beberapa pertanyaan umum tentang niat puasa Rajab. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pemahaman Anda tentang ibadah puasa Rajab.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang tata cara dan ketentuan puasa Rajab. Mari kita simak bersama!

Tips Niat Puasa Rajab

Niat merupakan salah satu aspek terpenting dalam menjalankan ibadah puasa Rajab. Dengan niat yang benar dan ikhlas, pahala yang diperoleh akan semakin besar. Berikut adalah beberapa tips untuk menyempurnakan niat puasa Rajab Anda:

Tip 1: Ikhlaskan Niat

Niatkan puasa Rajab semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk mencari pujian atau pengakuan dari orang lain.

Tip 2: Dekatkan Diri kepada Allah SWT

Jadikan puasa Rajab sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah-ibadah sunnah lainnya, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa.

Tip 3: Mohon Ampunan Dosa

Perbanyak istighfar dan bertaubat selama puasa Rajab atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

Tip 4: Tingkatkan Ketakwaan

Gunakan momentum puasa Rajab untuk meningkatkan ketakwaan dan kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Tip 5: Latih Kesabaran

Puasa Rajab melatih kesabaran dalam menahan lapar dan dahaga. Dengan melatih kesabaran, Anda dapat meningkatkan pengendalian diri dan menghadapi cobaan hidup dengan lebih tabah.

Tip 6: Bersihkan Jiwa dan Raga

Puasa Rajab membantu membersihkan jiwa dan raga dari kotoran-kotoran spiritual dan fisik. Manfaatkan waktu puasa untuk berintrospeksi dan memperbaiki diri.

Tip 7: Pererat Tali Silaturahmi

Silaturahmi merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan selama puasa Rajab. Jalinlah hubungan baik dengan keluarga, teman, dan tetangga dengan saling berbagi makanan dan mengunjungi.

Tip 8: Ikuti Sunnah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa Rajab. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, Anda dapat memperoleh pahala yang berlimpah dan mendekatkan diri kepada beliau di akhirat kelak.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat menyempurnakan niat puasa Rajab dan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. Niat yang ikhlas dan benar menjadi dasar utama dalam menjalankan ibadah, termasuk puasa Rajab. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan pahala yang berlimpah bagi kita semua.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tata cara dan ketentuan puasa Rajab. Mari kita ikuti pembahasannya untuk lebih memahami ibadah sunnah yang penuh keutamaan ini.

Kesimpulan

Artikel ini telah mengulas secara mendalam tentang “apa niat puasa Rajab”. Niat yang benar dan ikhlas menjadi dasar utama dalam menjalankan ibadah puasa Rajab. Dengan niat yang benar, seorang hamba dapat meraih pahala yang berlimpah, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan memperoleh syafaat Rasulullah SAW di akhirat kelak.

Beberapa poin penting yang saling terkait dalam artikel ini adalah:

  1. Niat puasa Rajab harus dilandasi dengan keikhlasan dan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  2. Puasa Rajab memiliki banyak keutamaan, di antaranya menghapus dosa, meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, membersihkan jiwa dan raga, serta memperoleh syafaat di akhirat.
  3. Terdapat beberapa syarat dan rukun yang harus dipenuhi dalam menjalankan puasa Rajab, serta beberapa tips untuk menyempurnakan niat puasa Rajab.

Dengan memahami konsep “apa niat puasa Rajab” secara mendalam, marilah kita mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa Rajab dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan pahala yang berlimpah bagi kita semua.

Youtube Video:



Artikel Terkait

Bagikan:

jurnal

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.

Tags

Artikel Terbaru