Apakah Puasa Boleh Memotong Kuku

jurnal


Apakah Puasa Boleh Memotong Kuku

Puasa adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam dengan cara menahan diri dari makan dan minum selama kurun waktu tertentu. Selain menahan makan dan minum, banyak juga yang bertanya mengenai boleh tidaknya melakukan aktivitas lain selama berpuasa, salah satunya adalah memotong kuku. Memotong kuku saat berpuasa merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul, karena banyak yang meyakini bahwa memotong kuku dapat membatalkan puasa.

“Apakah puasa boleh memotong kuku?” Jawabannya adalah boleh. Memotong kuku tidak termasuk dalam hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Hal ini karena memotong kuku tidak termasuk dalam kategori makan, minum, atau berhubungan suami istri yang jelas-jelas membatalkan puasa. Selain itu, tidak ada dalil yang melarang memotong kuku saat berpuasa. Justru dengan memotong kuku, kebersihan diri tetap terjaga selama berpuasa.

Dengan mengetahui hukum memotong kuku saat puasa, diharapkan tidak ada lagi keraguan bagi umat Islam untuk melakukan aktivitas tersebut selama berpuasa. Tetap jaga kebersihan diri, termasuk memotong kuku, agar ibadah puasa tetap lancar dan khusyuk.

apakah puasa boleh memotong kuku

Memotong kuku saat berpuasa merupakan salah satu aktivitas yang sering ditanyakan hukumnya. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan terkait dengan hal ini, di antaranya:

  • Hukum
  • Dalil
  • Waktu
  • Cara
  • Niat
  • Manfaat
  • Dampak
  • Tips
  • Etika
  • Tradisi

Dari kesepuluh aspek tersebut, hukum memotong kuku saat puasa adalah boleh. Hal ini didasarkan pada tidak adanya dalil yang melarang aktivitas tersebut. Selain itu, memotong kuku juga tidak termasuk dalam kategori hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, atau berhubungan suami istri. Namun, perlu diperhatikan waktu, cara, niat, dan etika dalam memotong kuku saat berpuasa agar tidak mengurangi kekhusyukan ibadah puasa.

Hukum

Hukum merupakan aspek penting dalam menjawab pertanyaan “apakah puasa boleh memotong kuku”. Hukum dalam konteks ini merujuk pada ketentuan atau peraturan yang mengatur tentang boleh atau tidaknya suatu perbuatan, termasuk memotong kuku saat berpuasa. Hukum tersebut bersumber dari ajaran agama Islam, yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Hadis.

Dalam hal memotong kuku saat puasa, hukumnya adalah boleh. Hal ini didasarkan pada tidak adanya dalil yang melarang aktivitas tersebut. Selain itu, memotong kuku juga tidak termasuk dalam kategori hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, atau berhubungan suami istri. Dengan demikian, hukum menjadi dasar yang jelas dalam menentukan boleh tidaknya memotong kuku saat berpuasa.

Secara praktis, pemahaman tentang hukum memotong kuku saat puasa memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Mereka tidak perlu ragu atau khawatir untuk melakukan aktivitas tersebut, karena telah jelas hukumnya. Selain itu, pemahaman ini juga membantu dalam menjaga kebersihan diri selama berpuasa, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Dalil

Dalam konteks hukum Islam, dalil merupakan dasar atau bukti yang digunakan untuk menetapkan hukum suatu perbuatan. Dalam hal memotong kuku saat puasa, dalil yang menjadi dasar hukumnya adalah tidak adanya larangan yang jelas dalam Al-Qur’an maupun Hadis.

Tidak ditemukan ayat Al-Qur’an yang secara khusus menyebut tentang larangan memotong kuku saat puasa. Begitu juga dalam Hadis, tidak ada riwayat yang menyatakan bahwa memotong kuku dapat membatalkan puasa. Ketiadaan dalil yang melarang tersebut menjadi alasan utama mengapa hukum memotong kuku saat puasa adalah boleh.

Selain itu, dalam praktiknya, memotong kuku tidak termasuk dalam kategori hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, atau berhubungan suami istri. Memotong kuku merupakan aktivitas yang bersifat menjaga kebersihan diri, yang tidak berpengaruh pada keabsahan puasa.

Dengan demikian, dalil menjadi komponen penting dalam menentukan hukum memotong kuku saat puasa. Tidak adanya dalil yang melarang, menjadi dasar hukum bahwa memotong kuku saat puasa adalah boleh. Pemahaman ini memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa, karena tidak perlu ragu atau khawatir untuk melakukan aktivitas tersebut.

Waktu

Waktu merupakan salah satu aspek penting dalam menjawab pertanyaan “apakah puasa boleh memotong kuku”. Waktu dalam konteks ini merujuk pada kapan aktivitas memotong kuku dilakukan, yaitu pada waktu berpuasa atau tidak berpuasa. Hubungan antara waktu dan hukum memotong kuku cukup jelas, yaitu:

Memotong kuku pada waktu berpuasa hukumnya boleh, selama tidak dilakukan pada waktu-waktu yang diharamkan untuk memotong kuku, seperti pada hari Jumat, hari raya Idul Fitri, dan hari raya Idul Adha. Memotong kuku pada waktu-waktu tersebut hukumnya makruh, yaitu perbuatan yang tidak disukai. Sementara itu, memotong kuku pada waktu tidak berpuasa hukumnya boleh, tidak ada larangan atau ketentuan khusus.

Dengan demikian, waktu menjadi komponen penting dalam menentukan hukum memotong kuku. Pemahaman tentang waktu yang tepat untuk memotong kuku dapat membantu umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa dengan baik dan benar. Selain itu, pemahaman ini juga membantu dalam menjaga kebersihan dan kerapian diri selama berpuasa, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Cara

Dalam konteks “apakah puasa boleh memotong kuku”, “Cara” merujuk pada tata cara atau metode memotong kuku yang sesuai dengan syariat Islam. Cara memotong kuku yang benar menjadi penting karena dapat mempengaruhi keabsahan puasa. Memotong kuku dengan cara yang salah dapat membatalkan puasa, meskipun hukum dasarnya boleh.

Berikut ini adalah cara memotong kuku yang benar sesuai syariat Islam:

  1. Memotong kuku pada waktu yang tepat, yaitu setelah shalat Ashar.
  2. Memotong kuku dengan alat yang tajam dan bersih.
  3. Memotong kuku secara merata, tidak boleh meninggalkan sisa kuku yang panjang.
  4. Membuang potongan kuku dengan cara yang baik, tidak boleh dibiarkan berserakan.

Dengan memahami dan mempraktikkan cara memotong kuku yang benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan benar. Cara memotong kuku yang tepat dapat membantu menjaga kebersihan diri dan kerapian, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Niat

Dalam konteks “apakah puasa boleh memotong kuku”, niat memiliki peran yang sangat penting. Niat merupakan kehendak atau keinginan hati untuk melakukan suatu perbuatan, termasuk memotong kuku. Niat yang benar dan sesuai dengan syariat Islam menjadi syarat diterimanya suatu ibadah, termasuk puasa.

Dalam hal memotong kuku saat berpuasa, niat yang benar adalah niat untuk menjaga kebersihan dan kerapian diri, bukan untuk membatalkan puasa. Memotong kuku dengan niat yang salah, seperti untuk membatalkan puasa, dapat membatalkan puasa seseorang. Oleh karena itu, umat Islam harus memastikan bahwa niat mereka benar dan sesuai dengan syariat Islam ketika memotong kuku saat berpuasa.

Contoh niat yang benar ketika memotong kuku saat berpuasa adalah: “Saya berniat untuk memotong kuku saya untuk menjaga kebersihan dan kerapian diri, agar ibadah puasa saya lebih khusyuk.” Dengan niat yang benar, memotong kuku saat berpuasa tidak akan membatalkan puasa dan justru dapat membantu menjaga kebersihan dan kerapian diri selama berpuasa.

Dengan memahami hubungan antara niat dan “apakah puasa boleh memotong kuku”, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan benar. Niat yang benar menjadi syarat diterimanya suatu ibadah, termasuk puasa. Memotong kuku dengan niat yang benar dapat membantu menjaga kebersihan dan kerapian diri, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Manfaat

Manfaat merupakan salah satu aspek penting dalam menjawab pertanyaan “apakah puasa boleh memotong kuku”. Manfaat dalam konteks ini merujuk pada keuntungan atau kebaikan yang diperoleh dari suatu perbuatan, termasuk memotong kuku saat berpuasa. Hubungan antara manfaat dan “apakah puasa boleh memotong kuku” sangat erat, karena manfaat menjadi salah satu alasan mengapa memotong kuku saat berpuasa diperbolehkan.

Manfaat utama dari memotong kuku saat berpuasa adalah untuk menjaga kebersihan dan kerapian diri. Kuku yang panjang dan kotor dapat menjadi tempat bersarangnya kuman dan bakteri, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Dengan memotong kuku secara teratur, kebersihan dan kesehatan tangan dan kaki dapat terjaga, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Selain itu, memotong kuku juga dapat membantu meningkatkan penampilan diri. Kuku yang rapi dan bersih dapat memberikan kesan yang baik dan meningkatkan rasa percaya diri. Hal ini penting terutama bagi mereka yang berinteraksi dengan banyak orang selama bulan puasa, seperti saat bekerja atau bersosialisasi. Dengan demikian, memotong kuku saat berpuasa tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga untuk penampilan dan rasa percaya diri.

Dengan memahami hubungan antara manfaat dan “apakah puasa boleh memotong kuku”, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan benar. Manfaat yang diperoleh dari memotong kuku dapat membantu menjaga kebersihan, kesehatan, penampilan, dan rasa percaya diri, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Dampak

Dampak merupakan salah satu aspek penting dalam menjawab pertanyaan “apakah puasa boleh memotong kuku”. Dampak dalam konteks ini merujuk pada pengaruh atau akibat yang ditimbulkan dari suatu perbuatan, termasuk memotong kuku saat berpuasa. Hubungan antara dampak dan “apakah puasa boleh memotong kuku” sangat erat, karena dampak menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan hukum dan tata cara memotong kuku saat berpuasa.

  • Kesehatan

    Memotong kuku secara teratur dapat menjaga kesehatan kuku dan tangan atau kaki. Kuku yang panjang dan kotor dapat menjadi tempat bersarangnya kuman dan bakteri, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi jamur atau kuku tumbuh ke dalam. Dengan memotong kuku secara teratur, kebersihan dan kesehatan kuku dan tangan atau kaki dapat terjaga, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

  • Kebersihan

    Kuku yang panjang dan kotor dapat menjadi tempat bersarangnya kuman dan bakteri, yang dapat berpindah ke makanan atau minuman yang dikonsumsi saat berbuka puasa. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti diare atau keracunan makanan. Dengan memotong kuku secara teratur, kebersihan tangan atau kaki dapat terjaga, sehingga risiko penularan penyakit melalui makanan atau minuman dapat diminimalisir.

  • Penampilan

    Kuku yang rapi dan bersih dapat memberikan kesan yang baik dan meningkatkan rasa percaya diri. Hal ini penting terutama bagi mereka yang berinteraksi dengan banyak orang selama bulan puasa, seperti saat bekerja atau bersosialisasi. Dengan memotong kuku secara teratur, penampilan tangan atau kaki akan terlihat lebih rapi dan bersih, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain.

  • Ibadah

    Memotong kuku secara teratur dapat membantu menyempurnakan ibadah puasa. Kuku yang bersih dan rapi dapat memudahkan dalam berwudhu dan melaksanakan shalat, karena air dapat membasahi seluruh permukaan kuku dengan baik. Selain itu, memotong kuku juga dapat membantu menjaga kebersihan tempat ibadah, seperti masjid atau mushala, karena tidak ada potongan kuku yang berserakan.

Dengan memahami hubungan antara dampak dan “apakah puasa boleh memotong kuku”, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan benar. Dampak positif dari memotong kuku dapat membantu menjaga kesehatan, kebersihan, penampilan, dan ibadah, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Tips

Dalam konteks “apakah puasa boleh memotong kuku”, tips memiliki peran penting untuk memberikan panduan praktis dalam memotong kuku saat berpuasa. Tips tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari waktu yang tepat hingga cara memotong yang benar, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

  • Waktu

    Tips terkait waktu memotong kuku saat berpuasa sangatlah penting. Sebaiknya memotong kuku setelah shalat Ashar, karena waktu tersebut dianggap paling tepat dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

  • Cara

    Tips mengenai cara memotong kuku juga perlu diperhatikan. Gunakan alat yang tajam dan bersih, potong kuku secara merata, dan buang potongan kuku dengan cara yang baik agar tidak berserakan.

  • Kebersihan

    Menjaga kebersihan kuku dan tangan atau kaki sebelum dan sesudah memotong kuku juga merupakan tips yang penting. Bersihkan kuku dan tangan atau kaki dengan air mengalir dan sabun, kemudian keringkan dengan handuk bersih.

  • Niat

    Tips yang terakhir adalah terkait niat. Pastikan niat memotong kuku saat berpuasa adalah untuk menjaga kebersihan dan kerapian diri, bukan untuk membatalkan puasa.

Dengan mengikuti tips-tips tersebut, umat Islam dapat memotong kuku saat berpuasa dengan baik dan benar. Memotong kuku dengan tepat dapat menjaga kebersihan dan kesehatan, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Etika

Etika merupakan salah satu aspek penting dalam menjawab pertanyaan “apakah puasa boleh memotong kuku”. Etika dalam konteks ini merujuk pada nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur perilaku seseorang dalam masyarakat, termasuk dalam menjalankan ibadah puasa.

  • Waktu

    Etika terkait waktu memotong kuku saat berpuasa sangatlah penting. Sebaiknya memotong kuku setelah shalat Ashar, karena waktu tersebut dianggap paling tepat dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Memotong kuku pada waktu-waktu yang diharamkan, seperti pada hari Jumat, hari raya Idul Fitri, dan hari raya Idul Adha, merupakan perbuatan yang tidak etis dan sebaiknya dihindari.

  • Cara

    Etika dalam memotong kuku juga berkaitan dengan cara memotongnya. Memotong kuku dengan cara yang salah, seperti menggunakan alat yang tidak tajam atau tidak membuang potongan kuku dengan baik, dapat dianggap tidak etis dan mengganggu kenyamanan orang lain. Memotong kuku dengan cara yang benar dan rapi menunjukkan sikap menghargai diri sendiri dan orang lain.

  • Tempat

    Etika juga terkait dengan tempat memotong kuku. Sebaiknya memotong kuku di tempat yang tertutup atau tidak mengganggu orang lain. Memotong kuku di tempat umum, seperti di masjid atau di tempat kerja, dapat dianggap tidak etis dan mengganggu kenyamanan orang lain.

  • Niat

    Etika yang terakhir adalah terkait niat. Memotong kuku dengan niat yang baik, seperti untuk menjaga kebersihan dan kerapian diri, merupakan perbuatan yang etis. Sebaliknya, memotong kuku dengan niat yang buruk, seperti untuk membatalkan puasa, merupakan perbuatan yang tidak etis dan dapat merusak ibadah puasa.

Dengan memahami etika dalam memotong kuku saat berpuasa, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan benar. Etika yang baik dapat membantu menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan diri sendiri dan orang lain, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Tradisi

Tradisi merupakan salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari ibadah puasa, termasuk dalam hal memotong kuku. Tradisi dalam konteks ini merujuk pada kebiasaan atau adat istiadat yang dilakukan oleh masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, termasuk dalam memotong kuku.

  • Waktu
    Tradisi terkait waktu memotong kuku saat berpuasa sangatlah beragam. Di beberapa daerah, masyarakat biasa memotong kuku pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah shalat Ashar atau sebelum masuk waktu shalat Tarawih. Tradisi ini biasanya didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan masyarakat setempat.
  • Cara
    Tradisi dalam memotong kuku juga berkaitan dengan cara memotongnya. Di beberapa daerah, masyarakat biasa memotong kuku dengan cara tertentu, seperti menggunakan gunting atau pisau khusus. Tradisi ini biasanya diturunkan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.
  • Tempat
    Tradisi juga terkait dengan tempat memotong kuku saat berpuasa. Di beberapa daerah, masyarakat biasa memotong kuku di tempat-tempat tertentu, seperti di masjid atau di rumah. Tradisi ini biasanya didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan masyarakat setempat.
  • Niat
    Tradisi yang terakhir adalah terkait niat. Di beberapa daerah, masyarakat biasa memotong kuku dengan niat tertentu, seperti untuk menjaga kebersihan atau untuk membatalkan puasa. Tradisi ini biasanya didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan masyarakat setempat.

Dengan memahami tradisi dalam memotong kuku saat berpuasa, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan benar. Tradisi yang baik dapat membantu menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan diri sendiri dan orang lain, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Apakah Puasa Boleh Memotong Kuku

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) ini dirancang untuk memberikan jawaban yang jelas dan ringkas atas pertanyaan umum tentang apakah puasa boleh memotong kuku. FAQ ini mencakup pertanyaan tentang hukum, waktu, cara, dan aspek penting lainnya yang terkait dengan memotong kuku saat berpuasa.

Pertanyaan 1: Apakah puasa boleh memotong kuku?

Jawaban: Ya, puasa boleh memotong kuku. Tidak ada dalil yang melarang memotong kuku saat berpuasa, dan hal ini tidak termasuk dalam hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Pertanyaan 2: Kapan waktu yang tepat untuk memotong kuku saat berpuasa?

Jawaban: Waktu yang tepat untuk memotong kuku saat berpuasa adalah setelah shalat Ashar. Disunnahkan untuk memotong kuku pada waktu ini, meskipun secara hukum diperbolehkan untuk memotong kuku kapan saja selama waktu berpuasa.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara memotong kuku yang benar saat berpuasa?

Jawaban: Cara memotong kuku yang benar saat berpuasa adalah dengan menggunakan alat yang tajam dan bersih. Potong kuku secara merata dan jangan meninggalkan sisa kuku yang panjang. Buang potongan kuku dengan cara yang baik dan jaga kebersihan tangan atau kaki setelah memotong kuku.

Pertanyaan 4: Apakah niat penting dalam memotong kuku saat berpuasa?

Jawaban: Ya, niat penting dalam memotong kuku saat berpuasa. Pastikan niat memotong kuku adalah untuk menjaga kebersihan dan kerapian diri, bukan untuk membatalkan puasa.

Pertanyaan 5: Apa saja manfaat memotong kuku saat berpuasa?

Jawaban: Manfaat memotong kuku saat berpuasa antara lain menjaga kebersihan dan kesehatan kuku, tangan, atau kaki, meningkatkan penampilan, dan membantu menyempurnakan ibadah puasa.

Pertanyaan 6: Apakah ada etika yang perlu diperhatikan dalam memotong kuku saat berpuasa?

Jawaban: Ya, ada etika yang perlu diperhatikan dalam memotong kuku saat berpuasa, seperti memotong kuku pada waktu yang tepat, dengan cara yang benar, di tempat yang sesuai, dan dengan niat yang baik.

Dengan memahami FAQ ini, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan benar, termasuk dalam hal memotong kuku. Memotong kuku dengan benar dapat menjaga kebersihan, kesehatan, penampilan, dan ibadah, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih lanjut tentang hukum memotong kuku saat berpuasa dan dalil-dalil yang mendukungnya.

Tips Memotong Kuku Saat Berpuasa

Memotong kuku saat berpuasa diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

Tip 1: Bersihkan kuku dan tangan atau kaki sebelum memotong. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kuku dan tangan atau kaki.

Tip 2: Gunakan alat yang tajam dan bersih. Gunting kuku yang tajam dapat memotong kuku dengan rapi dan bersih, sementara alat yang bersih dapat mencegah infeksi.

Tip 3: Potong kuku secara merata. Hindari meninggalkan sisa kuku yang panjang, karena dapat menyebabkan kotoran atau bakteri menumpuk.

Tip 4: Buang potongan kuku dengan baik. Jangan biarkan potongan kuku berserakan, karena dapat mengganggu kebersihan dan kenyamanan.

Tip 5: Pastikan niat memotong kuku adalah untuk menjaga kebersihan dan kerapian diri. Bukan untuk membatalkan puasa.

Dengan mengikuti tips di atas, memotong kuku saat berpuasa dapat dilakukan dengan baik dan benar. Kuku yang bersih dan rapi dapat menjaga kesehatan dan kebersihan, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Berikutnya, kita akan membahas secara lebih mendalam tentang hukum memotong kuku saat berpuasa dan dalil-dalil yang mendukungnya.

Kesimpulan

Artikel ini telah membahas secara mendalam tentang boleh atau tidaknya memotong kuku saat berpuasa. Dari pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Memotong kuku saat berpuasa hukumnya boleh, tidak membatalkan puasa, dan tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.
  2. Waktu yang tepat untuk memotong kuku saat berpuasa adalah setelah shalat Ashar. Disunnahkan untuk memotong kuku pada waktu ini, meskipun secara hukum diperbolehkan untuk memotong kuku kapan saja selama waktu berpuasa.
  3. Cara memotong kuku yang benar adalah dengan menggunakan alat yang tajam dan bersih, memotong kuku secara merata, dan membuang potongan kuku dengan baik.

Dengan memahami hukum dan cara memotong kuku yang benar, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan benar. Memotong kuku dengan benar dapat menjaga kebersihan, kesehatan, penampilan, dan ibadah, sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan optimal.

Youtube Video:



Artikel Terkait

Bagikan:

jurnal

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.

Artikel Terbaru