Pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi” seringkali muncul menjelang bulan Ramadan, bulan suci bagi umat Islam. Pertanyaan ini menunjukkan keinginan untuk mengetahui kapan dimulainya bulan Ramadan, yang merupakan waktu untuk berpuasa, beribadah, dan refleksi diri.
Mengetahui waktu dimulainya bulan Ramadan sangat penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri baik secara fisik maupun spiritual. Bulan puasa membawa banyak manfaat, seperti meningkatkan kesehatan, memperkuat rasa kebersamaan, dan memperdalam hubungan dengan Tuhan. Secara historis, penentuan awal bulan Ramadan dilakukan dengan mengamati hilal atau bulan sabit muda, sebuah tradisi yang telah dipraktikkan selama berabad-abad.
Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang penentuan waktu dimulainya bulan Ramadan, metode yang digunakan, dan implikasinya bagi umat Islam di seluruh dunia.
bulan puasa berapa bulan lagi
Mengetahui waktu dimulainya bulan Ramadan sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa aspek penting terkait dengan pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”:
- Penentuan Waktu
- Metode Pengamatan
- Tradisi Keagamaan
- Persiapan Spiritual
- Dampak Sosial
- Manfaat Kesehatan
- Refleksi Diri
- Solidaritas Komunitas
- Pengaruh Ekonomi
Aspek-aspek ini saling terkait dan memengaruhi bagaimana umat Islam mempersiapkan diri dan menjalani bulan Ramadan. Misalnya, penentuan waktu dimulainya bulan Ramadan melalui pengamatan hilal merupakan tradisi keagamaan yang telah dipraktikkan selama berabad-abad. Persiapan spiritual dan refleksi diri selama bulan puasa juga memiliki dampak sosial yang positif, seperti memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara umat Islam.
Penentuan Waktu
Penentuan waktu dimulainya bulan Ramadan merupakan aspek krusial dalam menjawab pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”. Proses ini melibatkan pengamatan dan perhitungan yang cermat untuk memastikan bahwa umat Islam dapat mempersiapkan diri secara optimal.
- Observasi Hilal
Metode tradisional untuk menentukan awal bulan Ramadan adalah dengan mengamati hilal atau bulan sabit muda. Pengamatan dilakukan oleh petugas yang ditunjuk dan dilakukan di tempat yang tinggi untuk mendapatkan yang jelas.
- Perhitungan Astronomi
Selain pengamatan hilal, perhitungan astronomi juga digunakan untuk memprediksi waktu dimulainya bulan Ramadan. Perhitungan ini didasarkan pada posisi bulan dan matahari relatif terhadap bumi.
- Ijtima’
Ijtima’ adalah konjungsi antara bulan dan matahari. Secara astronomi, ijtima’ menandai dimulainya bulan baru, termasuk bulan Ramadan. Perhitungan ijtima’ sangat penting untuk menentukan kapan puasa dimulai.
- Pengumuman Resmi
Setelah pengamatan hilal atau perhitungan astronomi, otoritas keagamaan akan mengumumkan secara resmi kapan bulan Ramadan dimulai. Pengumuman ini sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Penentuan waktu dimulainya bulan Ramadan memiliki implikasi yang luas bagi umat Islam. Ini menandai dimulainya kewajiban berpuasa, mempersiapkan diri secara spiritual, dan menyesuaikan kegiatan sehari-hari. Dengan memahami aspek penentuan waktu, umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menjalani bulan Ramadan dengan penuh makna.
Metode Pengamatan
Metode pengamatan memegang peranan penting dalam menjawab pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”. Sebab, melalui metode inilah waktu dimulainya bulan Ramadan dapat ditentukan secara akurat. Metode pengamatan yang digunakan secara tradisional adalah rukyatul hilal, yaitu mengamati visibilitas hilal atau bulan sabit muda di ufuk barat setelah matahari terbenam.
Rukyatul hilal dilakukan oleh petugas yang ditunjuk dan dilakukan di tempat yang tinggi untuk mendapatkan pandangan yang jelas. Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal bulan Ramadan. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan dimulai pada hari berikutnya. Metode pengamatan ini telah dipraktikkan selama berabad-abad dan menjadi bagian integral dari tradisi penentuan awal bulan Ramadan.
Dalam praktiknya, metode pengamatan rukyatul hilal dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, polusi udara, dan posisi geografis. Oleh karena itu, selain rukyatul hilal, perhitungan astronomi juga digunakan sebagai metode pendukung untuk menentukan awal bulan Ramadan. Perhitungan astronomi didasarkan pada posisi bulan dan matahari relatif terhadap bumi, yang dapat diprediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Dengan memahami hubungan antara metode pengamatan dan pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”, umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut bulan Ramadan. Penentuan waktu yang akurat melalui metode pengamatan yang tepat memastikan bahwa umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa sesuai dengan syariat Islam.
Tradisi Keagamaan
Tradisi keagamaan memegang peran penting dalam menjawab pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”. Tradisi ini telah diwariskan secara turun temurun dan menjadi bagian integral dari persiapan dan perayaan bulan Ramadan.
- Penentuan Awal Ramadan
Pengamatan hilal atau bulan sabit muda merupakan tradisi keagamaan yang digunakan untuk menentukan awal bulan Ramadan. Proses ini dilakukan oleh petugas yang ditunjuk dan melibatkan penglihatan langsung terhadap hilal di ufuk barat setelah matahari terbenam. - Sahur
Sahur adalah tradisi makan sebelum fajar selama bulan Ramadan. Tradisi ini menjadi bagian penting dari persiapan fisik dan spiritual umat Islam untuk menjalani puasa seharian. - Tarawih
Tarawih adalah salat sunnah yang dilakukan pada malam hari selama bulan Ramadan. Salat ini menjadi tradisi keagamaan yang memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan di antara umat Islam. - Itikaf
Itikaf adalah tradisi keagamaan di mana umat Islam berdiam diri di masjid selama beberapa hari atau malam di bulan Ramadan. Itikaf menjadi sarana untuk memperbanyak ibadah, berkontemplasi, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tradisi keagamaan yang terkait dengan “bulan puasa berapa bulan lagi” memiliki implikasi yang luas bagi umat Islam. Tradisi ini tidak hanya menentukan waktu dimulainya bulan Ramadan, tetapi juga membentuk praktik dan pengalaman spiritual selama bulan suci. Dengan memahami dan menjalankan tradisi keagamaan ini, umat Islam dapat memaksimalkan manfaat spiritual dan sosial dari bulan Ramadan.
Persiapan Spiritual
Menjelang bulan Ramadan, pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi” tidak hanya seputar penentuan waktu, tetapi juga persiapan spiritual. Persiapan ini sangat penting untuk menjalani ibadah puasa dengan optimal dan meraih manfaat spiritual yang maksimal.
- Introspeksi Diri
Puasa menjadi momen untuk merenungi diri, mengidentifikasi kekurangan, dan memperbaikinya. Introspeksi diri membantu mempersiapkan hati dan pikiran untuk perubahan perilaku selama Ramadan.
- Meningkatkan Ibadah
Menjelang Ramadan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir. Peningkatan ibadah ini menjadi latihan spiritual untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci.
- Menjauhi Perbuatan Negatif
Persiapan spiritual juga melibatkan menjauhi perbuatan negatif seperti bergunjing, berbohong, dan menyakiti orang lain. Menjauhi perbuatan negatif membantu menjaga kesucian hati dan pikiran menjelang Ramadan.
- Memperbanyak Amal Kebaikan
Amal kebaikan seperti sedekah, berbagi makanan, dan membantu sesama menjadi bagian penting dari persiapan spiritual. Amal kebaikan melatih kepedulian dan memperkuat hubungan dengan sesama.
Dengan mempersiapkan diri secara spiritual, umat Islam dapat mengoptimalkan ibadah puasa di bulan Ramadan. Persiapan ini menjadi landasan untuk meraih keberkahan, ampunan dosa, dan peningkatan kualitas diri.
Dampak Sosial
Pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi” memiliki keterkaitan erat dengan dampak sosial yang ditimbulkannya. Bulan Ramadan sebagai bulan suci dalam Islam memiliki pengaruh signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat Muslim. Berikut penjelasan mengenai hubungan antara dampak sosial dan pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”:
Bulan Ramadan menjadi momen di mana umat Islam meningkatkan ibadah dan amalan baik. Hal ini berdampak pada meningkatnya solidaritas dan kebersamaan di antara sesama. Momen buka puasa bersama, tarawih berjamaah, dan kegiatan sosial lainnya memperkuat ikatan sosial dan memupuk rasa persaudaraan.
Selain itu, bulan puasa juga menjadi ajang untuk meningkatkan kepedulian sosial. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah dan membantu sesama yang membutuhkan. Hal ini menciptakan suasana saling berbagi dan tolong-menolong, sehingga memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat.
Dengan memahami dampak sosial dari pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”, umat Islam dapat mempersiapkan diri tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial. Momen bulan Ramadan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat hubungan dengan sesama, meningkatkan kepedulian sosial, dan menciptakan suasana yang harmonis dalam masyarakat.
Manfaat Kesehatan
Pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi” tidak hanya berkaitan dengan persiapan spiritual, tetapi juga memiliki implikasi yang signifikan terhadap kesehatan. Puasa Ramadan menawarkan berbagai manfaat kesehatan yang dapat diperoleh umat Islam selama menjalankan ibadah ini.
- Detoksifikasi
Puasa dapat membantu proses detoksifikasi tubuh dengan membuang racun dan zat sisa metabolisme yang menumpuk. Hal ini dicapai dengan memberikan istirahat pada sistem pencernaan dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk fokus pada pembersihan dan perbaikan sel.
- Mengontrol Gula Darah
Puasa Ramadan dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur kadar gula darah. Dengan membatasi asupan makanan selama berjam-jam, tubuh menjadi lebih efisien dalam menggunakan insulin dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
- Menurunkan Berat Badan
Puasa Ramadan dapat menjadi kesempatan yang baik untuk menurunkan berat badan. Dengan mengurangi asupan kalori secara signifikan, tubuh akan menggunakan simpanan lemak sebagai sumber energi, sehingga dapat membantu mengurangi berat badan dan lemak tubuh.
- Meningkatkan Kesehatan Jantung
Puasa Ramadan dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Selain itu, puasa juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Dengan memahami berbagai manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”, umat Islam dapat menjadikan bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk tidak hanya meningkatkan kesehatan spiritual, tetapi juga kesehatan fisik. Dengan menjalani puasa dengan benar dan menyeimbangkannya dengan pola makan dan gaya hidup yang sehat, umat Islam dapat memperoleh manfaat kesehatan yang optimal selama bulan suci ini.
Refleksi Diri
Refleksi diri merupakan aspek penting dalam menjawab pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”. Bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, mengintrospeksi diri, dan melakukan perbaikan diri. Pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi” menjadi pengingat bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan merenungkan perjalanan hidup mereka.
Refleksi diri selama bulan Ramadan tidak hanya sebatas pada memperbaiki ibadah, tetapi juga memperbaiki karakter dan perilaku sehari-hari. Dengan berpuasa, umat Islam belajar untuk mengendalikan hawa nafsu, melatih kesabaran, dan meningkatkan empati terhadap sesama. Refleksi diri ini membantu umat Islam menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam hubungannya dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia.
Contoh nyata refleksi diri dalam “bulan puasa berapa bulan lagi” dapat dilihat dari tradisi itikaf, di mana umat Islam berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah dan merenung. Selain itu, amalan-amalan sunnah seperti tarawih dan tadarus Al-Qur’an juga menjadi sarana untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.
Memahami hubungan antara “Refleksi Diri” dan “bulan puasa berapa bulan lagi” memiliki implikasi praktis yang signifikan. Umat Islam dapat memanfaatkan momen bulan Ramadan untuk melakukan perbaikan diri secara komprehensif, tidak hanya pada aspek ibadah, tetapi juga pada aspek karakter dan perilaku sehari-hari. Dengan demikian, bulan Ramadan menjadi kesempatan berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Tuhan.
Solidaritas Komunitas
Pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi” tidak hanya terkait dengan persiapan ibadah individu, tetapi juga dengan penguatan solidaritas komunitas. Bulan Ramadan menjadi momen di mana rasa kebersamaan dan kepedulian antar sesama umat Islam meningkat. Berikut beberapa aspek solidaritas komunitas yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut:
- Saling Membantu
Selama bulan puasa, umat Islam saling membantu dalam mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa, membagikan makanan untuk berbuka dan sahur, serta membantu mereka yang kurang mampu. - Makan Bersama
Tradisi buka puasa bersama menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan. Buka puasa bersama dapat dilakukan di masjid, rumah, atau tempat umum, yang memungkinkan umat Islam dari berbagai latar belakang berkumpul dan berbagi makanan. - Kegiatan Sosial
Bulan Ramadan juga diramaikan dengan berbagai kegiatan sosial, seperti penggalangan dana untuk amal, pembagian sembako, dan bakti sosial. Kegiatan ini tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga mempererat hubungan antar anggota komunitas. - Toleransi Antar Umat Beragama
Bulan Ramadan juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama. Umat Islam yang sedang berpuasa saling menghormati dengan mereka yang tidak berpuasa, menciptakan suasana yang harmonis dan saling pengertian.
Dengan demikian, pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi” memiliki implikasi signifikan terhadap solidaritas komunitas. Bulan Ramadan menjadi momen di mana umat Islam memperkuat rasa kebersamaan, saling membantu, dan meningkatkan kepedulian sosial. Solidaritas komunitas ini tidak hanya bermanfaat bagi umat Islam itu sendiri, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih harmonis dan saling mendukung.
Pengaruh Ekonomi
Pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi” tidak hanya memicu persiapan spiritual dan sosial, tetapi juga memiliki pengaruh ekonomi yang signifikan. Pengaruh ekonomi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pola konsumsi hingga kegiatan bisnis.
- Peningkatan Konsumsi
Selama bulan Ramadan, konsumsi masyarakat cenderung meningkat, terutama untuk bahan makanan dan minuman. Hal ini karena umat Islam mempersiapkan makanan khusus untuk berbuka puasa dan sahur, serta berbagi makanan dengan sesama. - Perubahan Pola Konsumsi
Puasa selama bulan Ramadan menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumsi makanan dan minuman berkurang pada siang hari, tetapi meningkat pada malam hari saat berbuka puasa. Hal ini berdampak pada penjualan produk makanan dan minuman, terutama di waktu-waktu menjelang berbuka puasa. - Peningkatan Aktivitas Bisnis
Bulan Ramadan juga menjadi momen peningkatan aktivitas bisnis, terutama di sektor ritel dan kuliner. Pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan restoran ramai dikunjungi masyarakat yang mencari kebutuhan untuk berbuka puasa dan sahur. - Kesempatan Kerja Sementara
Tingginya permintaan akan produk dan jasa selama bulan Ramadan menciptakan kesempatan kerja sementara. Banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka lapangan pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Dengan demikian, pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi” memiliki implikasi ekonomi yang beragam. Pengaruh ekonomi ini tidak hanya terlihat pada perubahan pola konsumsi dan peningkatan aktivitas bisnis, tetapi juga memberikan kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tanya Jawab Seputar “Bulan Puasa Berapa Bulan Lagi”
Berikut adalah beberapa pertanyaan dan jawaban umum terkait pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”:
Pertanyaan 1: Bagaimana cara menentukan awal bulan Ramadan?
Jawaban: Awal bulan Ramadan ditentukan melalui pengamatan hilal (bulan sabit muda) atau perhitungan astronomi. Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal bulan Ramadan. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan dimulai pada hari berikutnya.
Pertanyaan 2: Kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan?
Jawaban: Persiapan menyambut bulan Ramadan dapat dimulai sejak beberapa minggu sebelumnya. Persiapan tersebut meliputi persiapan spiritual, seperti meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri, serta persiapan fisik, seperti mengatur pola makan dan istirahat.
Pertanyaan 3: Apa saja manfaat berpuasa di bulan Ramadan?
Jawaban: Puasa Ramadan memiliki beragam manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan, seperti meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran dan pengendalian diri, serta membantu proses detoksifikasi tubuh.
Pertanyaan 4: Bagaimana cara menjaga kesehatan selama berpuasa di bulan Ramadan?
Jawaban: Untuk menjaga kesehatan selama berpuasa, penting untuk mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka puasa, serta menghindari makanan dan minuman yang berlebihan. Selain itu, cukup istirahat dan berolahraga ringan juga dianjurkan.
Pertanyaan 5: Apa saja tradisi atau kebiasaan yang dilakukan selama bulan Ramadan?
Jawaban: Selama bulan Ramadan, umat Islam umumnya melakukan berbagai tradisi dan kebiasaan, seperti sahur (makan sebelum fajar), buka puasa bersama, tarawih (salat malam), dan itikaf (berdiam diri di masjid).
Pertanyaan 6: Apa makna penting bulan Ramadan bagi umat Islam?
Jawaban: Bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat penting bagi umat Islam. Bulan ini menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, mempererat tali silaturahmi, dan merenungkan diri. Ramadan juga menjadi kesempatan untuk meraih ampunan dosa dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Demikianlah beberapa pertanyaan dan jawaban terkait pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi”. Dengan memahami hal-hal ini, umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menyambut dan menjalani bulan Ramadan dengan penuh makna.
Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang persiapan yang dapat dilakukan untuk menyambut bulan Ramadan dan memaksimalkan manfaat spiritualnya.
Tips Menyambut Bulan Ramadan
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Untuk memaksimalkan manfaat spiritual bulan Ramadan, sangat penting untuk mempersiapkan diri dengan baik. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:
1. Tingkatkan Ibadah Harian
Mulailah memperbanyak ibadah harian seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan berzikir. Hal ini akan membantu memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan melatih kesabaran serta pengendalian diri.
2. Bersihkan Diri Secara Spiritual
Puasa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membersihkan diri secara spiritual. Lakukan introspeksi diri, maafkan kesalahan orang lain, dan perbanyak istighfar untuk memohon ampunan dosa.
3. Siapkan Diri Secara Fisik
Puasa selama sebulan penuh membutuhkan persiapan fisik yang baik. Atur pola makan dan istirahat yang teratur, serta hindari makanan dan minuman yang berlebihan.
4. Bersedekah dan Berbuat Baik
Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah dan berbuat baik kepada sesama. Hal ini akan melatih kepedulian sosial dan meningkatkan pahala.
5. Rencanakan Kegiatan Ramadhan
Buatlah perencanaan kegiatan selama bulan Ramadan, seperti jadwal salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan kegiatan sosial. Hal ini akan membantu mengatur waktu dan memaksimalkan ibadah.
Dengan mempersiapkan diri dengan baik, umat Islam dapat menyambut bulan Ramadan dengan penuh semangat dan meraih manfaat spiritual yang maksimal.
Tips-tips di atas tidak hanya akan mempersiapkan secara spiritual dan fisik, tetapi juga membantu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian sosial. Dengan demikian, umat Islam dapat memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat tali silaturahmi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kesimpulan
Pertanyaan “bulan puasa berapa bulan lagi” menuntun kita pada persiapan yang menyeluruh, baik secara spiritual, fisik, sosial, dan ekonomi. Persiapan ini tidak hanya menyambut datangnya bulan suci, tetapi juga untuk memaksimalkan manfaat dan berkah yang terkandung di dalamnya.
Beberapa poin utama yang saling berkaitan meliputi:
– Persiapan spiritual melalui peningkatan ibadah, introspeksi diri, dan pembersihan hati.
– Persiapan fisik dengan mengatur pola makan dan istirahat yang sehat.
– Persiapan sosial melalui peningkatan solidaritas dan saling membantu, serta penguatan toleransi antar umat beragama.
Dengan mempersiapkan diri dengan baik, kita dapat menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan, mempererat tali persaudaraan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Marilah kita menyambut bulan Ramadan dengan penuh semangat dan harapan, serta memanfaatkannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah SWT.
Youtube Video:
