Kisah teladan tentang puasa Ramadan adalah cerita yang memberikan contoh nyata tentang bagaimana menjalankan ibadah puasa dengan baik. Kisah-kisah ini biasanya diambil dari pengalaman orang-orang yang telah menjalani puasa dengan penuh kekhusyukan dan ketaatan, sehingga dapat menginspirasi dan memotivasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Kisah teladan tentang puasa Ramadan sangat penting karena dapat memberikan banyak manfaat, seperti menambah keimanan, meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, serta memperkuat rasa persaudaraan sesama umat Islam. Selain itu, kisah-kisah ini juga dapat membantu kita memahami sejarah dan perkembangan puasa Ramadan sebagai salah satu ibadah penting dalam agama Islam.
Pada masa Rasulullah SAW, puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah yang sangat ditekankan. Beliau sendiri selalu menjalankan puasa dengan penuh keteladanan, sehingga menjadi contoh bagi para sahabatnya. Puasa Ramadan juga menjadi salah satu pilar utama dalam Islam, yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang mampu.
Kisah Teladan Tentang Puasa Ramadan
Kisah teladan tentang puasa Ramadan memiliki banyak aspek penting yang perlu diperhatikan. Aspek-aspek ini mencakup berbagai dimensi, mulai dari pengertian, manfaat, hingga sejarah puasa Ramadan.
- Pengertian
- Manfaat
- Sejarah
- Sunnah
- Keutamaan
- Hikmah
- Syarat
- Rukun
- Adab
Memahami aspek-aspek ini sangat penting untuk dapat menjalankan puasa Ramadan dengan baik dan benar. Dengan mengetahui pengertian puasa Ramadan, kita dapat memahami hakikat dari ibadah ini. Dengan mengetahui manfaat puasa Ramadan, kita dapat termotivasi untuk menjalankan ibadah ini dengan penuh semangat. Dengan mengetahui sejarah puasa Ramadan, kita dapat menghargai tradisi dan ajaran agama Islam. Dan dengan mengetahui sunnah, keutamaan, hikmah, syarat, rukun, dan adab puasa Ramadan, kita dapat menjalankan ibadah ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Pengertian
Pengertian merupakan aspek penting dalam kisah teladan tentang puasa Ramadan. Dengan memahami pengertian puasa Ramadan, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih baik dan benar.
- Definisi
Secara bahasa, puasa berarti menahan diri. Dalam konteks ibadah, puasa Ramadan berarti menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
- Tujuan
Tujuan puasa Ramadan adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan berpuasa, kita belajar untuk mengendalikan hawa nafsu, menumbuhkan rasa empati, dan memperkuat solidaritas sosial.
- Hukum
Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang balig, berakal, dan mampu. Bagi yang tidak mampu, seperti orang sakit, orang tua, dan wanita hamil, terdapat keringanan untuk tidak berpuasa.
- Tata Cara
Tata cara puasa Ramadan meliputi menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain itu, selama berpuasa dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.
Dengan memahami pengertian puasa Ramadan, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih baik dan benar. Puasa Ramadan tidak hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan memperkuat nilai-nilai spiritual.
Manfaat
Manfaat merupakan salah satu aspek penting dalam kisah teladan tentang puasa Ramadan. Dengan memahami manfaat puasa Ramadan, kita dapat termotivasi untuk menjalankan ibadah ini dengan penuh semangat dan keikhlasan.
- Kesehatan Fisik
Puasa Ramadan memberikan manfaat kesehatan fisik, seperti menurunkan berat badan, mengurangi kadar kolesterol, dan meningkatkan kesehatan jantung. Saat berpuasa, tubuh akan melakukan detoksifikasi dan regenerasi sel-sel.
- Kesehatan Mental
Puasa Ramadan juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Dengan berpuasa, kita belajar untuk mengendalikan hawa nafsu dan emosi, sehingga dapat meningkatkan konsentrasi, fokus, dan kedisiplinan diri.
- Kedekatan dengan Allah SWT
Puasa Ramadan merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Dengan menjalankan puasa Ramadan dengan penuh keikhlasan, kita dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT dan memperoleh pahala yang berlimpah.
- Solidaritas Sosial
Puasa Ramadan juga memperkuat solidaritas sosial. Saat berpuasa, kita merasakan penderitaan dan kesulitan yang dialami oleh orang-orang yang kurang mampu. Hal ini dapat mendorong kita untuk berbagi makanan, sedekah, dan membantu mereka yang membutuhkan.
Dengan memahami manfaat puasa Ramadan, kita dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih baik dan benar. Puasa Ramadan tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat meningkatkan kedekatan kita dengan Allah SWT dan memperkuat solidaritas sosial.
Sejarah
Sejarah memiliki hubungan yang erat dengan kisah teladan tentang puasa Ramadan. Sejarah memberikan konteks dan latar belakang untuk memahami praktik dan makna puasa Ramadan dalam agama Islam.
Puasa Ramadan pertama kali diwajibkan pada tahun kedua setelah hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Sebelumnya, umat Islam berpuasa pada bulan-bulan lain, seperti Rajab dan Sya’ban. Namun, pada bulan Ramadan inilah Allah SWT menetapkan puasa sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang balig dan mampu.
Sejak saat itu, puasa Ramadan menjadi bagian penting dari kehidupan umat Islam. Puasa Ramadan telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan peradaban Islam, seperti mendorong disiplin diri, kesabaran, dan solidaritas sosial. Kisah-kisah teladan tentang puasa Ramadan juga banyak bermunculan, yang menggambarkan bagaimana para sahabat Nabi Muhammad SAW dan umat Islam di masa lalu menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan dan ketaatan.
Memahami sejarah puasa Ramadan sangat penting untuk dapat menjalankan ibadah ini dengan baik dan benar. Dengan mengetahui sejarah puasa Ramadan, kita dapat menghargai tradisi dan ajaran agama Islam, serta dapat mengambil pelajaran dari kisah-kisah teladan tentang puasa Ramadan yang dilakukan oleh para pendahulu kita.
Sunnah
Sunnah merupakan segala sesuatu yang diajarkan, dilakukan, atau dibiarkan oleh Rasulullah SAW. Sunnah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam agama Islam, karena menjadi panduan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah, termasuk ibadah puasa Ramadan.
Kisah teladan tentang puasa Ramadan banyak sekali yang bersumber dari sunnah Rasulullah SAW. Misalnya, Rasulullah SAW selalu memperbanyak ibadah di bulan Ramadan, seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Beliau juga selalu berbuka puasa dengan kurma dan air putih. Sunnah-sunnah ini menjadi contoh bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan baik dan benar.
Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, umat Islam dapat memperoleh banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, sunnah dapat membantu umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan ketakwaan dan pahala. Di akhirat, sunnah dapat menjadi syafaat bagi umat Islam di hadapan Allah SWT.
Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Islam untuk mempelajari dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lebih baik dan benar, sehingga dapat memperoleh manfaat yang maksimal.
Keutamaan
Keutamaan merupakan salah satu aspek penting dalam kisah teladan tentang puasa Ramadan. Keutamaan puasa Ramadan dapat dilihat dari berbagai sisi, mulai dari sisi pahala, ampunan dosa, hingga peningkatan derajat di sisi Allah SWT.
Salah satu keutamaan puasa Ramadan yang paling utama adalah diampuninya dosa-dosa oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, puasa Ramadan juga memberikan pahala yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amal kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan puasa Ramadan juga dapat dilihat dari sisi peningkatan derajat di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua pintu surga yang dibuka pada bulan Ramadan dan tidak ditutup hingga akhir bulan. Pintu tersebut adalah pintu Ar-Rayyan dan pintu Ar-Ridwan.” (HR. Tirmidzi)
Memahami keutamaan puasa Ramadan sangat penting untuk dapat menjalankan ibadah ini dengan baik dan benar. Dengan mengetahui keutamaan puasa Ramadan, kita dapat termotivasi untuk menjalankan ibadah ini dengan penuh semangat dan keikhlasan. Puasa Ramadan tidak hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga merupakan sarana untuk mendapatkan pahala yang besar, ampunan dosa, dan peningkatan derajat di sisi Allah SWT.
Hikmah
Hikmah merupakan salah satu aspek penting dalam kisah teladan tentang puasa Ramadan. Hikmah adalah kebijaksanaan atau pelajaran yang dapat diambil dari suatu peristiwa atau pengalaman. Dalam konteks puasa Ramadan, hikmah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan spiritual kita.
Kisah teladan tentang puasa Ramadan banyak sekali yang mengandung hikmah yang sangat bermanfaat. Misalnya, kisah tentang seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Abdullah bin Amr bin Ash. Abdullah bin Amr bin Ash adalah seorang sahabat yang sangat rajin berpuasa. Suatu ketika, ia sakit dan tidak dapat berpuasa. Ia pun sangat sedih karena tidak dapat menjalankan ibadah puasa. Rasulullah SAW kemudian datang menjenguk Abdullah bin Amr bin Ash dan berkata, “Sesungguhnya Allah telah memberikan keringanan kepada orang yang sakit dan musafir untuk tidak berpuasa. Oleh karena itu, berpuasalah jika kamu mampu. Jika tidak mampu, maka berbukalah.” (HR. Bukhari)
Hikmah yang dapat diambil dari kisah ini adalah bahwa Allah SWT memberikan keringanan kepada hamba-Nya yang sedang sakit atau bepergian untuk tidak berpuasa. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Hikmah ini juga mengajarkan kita untuk tidak memaksakan diri dalam beribadah jika kita sedang tidak mampu.
Selain itu, kisah teladan tentang puasa Ramadan juga mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. Dengan berpuasa, kita belajar untuk menahan hawa nafsu dan melatih kesabaran kita. Kita juga belajar untuk ikhlas menerima segala ketentuan Allah SWT. Hikmah-hikmah ini sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama bulan Ramadan.
Syarat
Syarat merupakan aspek penting dalam kisah teladan tentang puasa Ramadan. Syarat puasa Ramadan adalah ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi agar puasa yang dijalankan menjadi sah dan diterima oleh Allah SWT.
- Baligh
Seseorang yang telah baligh, yaitu mencapai usia dewasa menurut syariat Islam, wajib menjalankan puasa Ramadan.
- Berakal
Seseorang yang berakal sehat wajib menjalankan puasa Ramadan. Orang yang mengalami gangguan jiwa atau hilang akal tidak wajib berpuasa.
- Mampu
Seseorang yang mampu, baik secara fisik maupun finansial, wajib menjalankan puasa Ramadan. Orang yang sakit, bepergian jauh, atau tidak mampu secara finansial untuk berbuka puasa diperbolehkan tidak berpuasa.
- Muslim
Hanya umat Islam yang wajib menjalankan puasa Ramadan. Non-Muslim tidak diwajibkan berpuasa.
Dengan memahami syarat puasa Ramadan, kita dapat memastikan bahwa puasa yang kita jalankan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Puasa yang sah dan diterima oleh Allah SWT akan memberikan banyak manfaat dan pahala bagi kita.
Rukun
Rukun puasa Ramadan adalah segala sesuatu yang menjadi syarat sahnya puasa Ramadan. Tanpa adanya rukun, maka puasa yang dijalankan tidak sah dan tidak diterima oleh Allah SWT. Ada empat rukun puasa Ramadan, yaitu:
- Niat
- Menahan diri dari makan dan minum
- Menahan diri dari berhubungan suami istri
- Melakukan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari
Kisah teladan tentang puasa Ramadan banyak sekali yang menggambarkan bagaimana para sahabat Nabi Muhammad SAW menjalankan rukun-rukun puasa dengan baik dan benar. Misalnya, kisah tentang sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Abu Hurairah. Abu Hurairah adalah seorang sahabat yang sangat miskin. Ia seringkali tidak memiliki makanan untuk berbuka puasa. Namun, ia tetap menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Ia yakin bahwa Allah SWT akan memberikan rezeki kepadanya.
Kisah Abu Hurairah mengajarkan kita bahwa rukun puasa yang paling penting adalah niat. Niat yang ikhlas dan benar akan membuat puasa kita diterima oleh Allah SWT, meskipun kita tidak memiliki makanan atau minuman untuk berbuka puasa. Selain itu, kisah Abu Hurairah juga mengajarkan kita untuk bersabar dan tawakal kepada Allah SWT. Allah SWT akan selalu memberikan rezeki kepada hamba-Nya yang beriman dan bertawakal kepada-Nya.
Adab
Adab merupakan salah satu aspek penting dalam kisah teladan tentang puasa Ramadan. Adab adalah tata krama atau perilaku yang baik dan sesuai dengan ajaran agama Islam. Dalam konteks puasa Ramadan, adab memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan spiritual kita.
Kisah teladan tentang puasa Ramadan banyak sekali yang mengajarkan tentang adab dalam berpuasa. Misalnya, kisah tentang seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Abdullah bin Amr bin Ash. Abdullah bin Amr bin Ash adalah seorang sahabat yang sangat rajin berpuasa. Suatu ketika, ia sakit dan tidak dapat berpuasa. Ia pun sangat sedih karena tidak dapat menjalankan ibadah puasa. Rasulullah SAW kemudian datang menjenguk Abdullah bin Amr bin Ash dan berkata, “Sesungguhnya Allah telah memberikan keringanan kepada orang yang sakit dan musafir untuk tidak berpuasa. Oleh karena itu, berpuasalah jika kamu mampu. Jika tidak mampu, maka berbukalah.” (HR. Bukhari)
Kisah ini mengajarkan kita tentang adab dalam berpuasa, yaitu tidak memaksakan diri jika tidak mampu. Selain itu, kisah ini juga mengajarkan kita untuk bersabar dan menerima ketentuan Allah SWT. Hikmah ini sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama bulan Ramadan.
Memahami adab dalam puasa Ramadan sangat penting untuk dapat menjalankan ibadah ini dengan baik dan benar. Dengan memahami adab dalam puasa Ramadan, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan mendapatkan pahala yang lebih besar dari Allah SWT.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Kisah Teladan Puasa Ramadan
Bagian ini berisi kumpulan pertanyaan yang sering diajukan dan jawabannya terkait kisah teladan puasa Ramadan. Pertanyaan-pertanyaan ini dirancang untuk mengantisipasi pertanyaan yang mungkin dimiliki pembaca dan memberikan klarifikasi tentang aspek-aspek penting dari kisah teladan puasa Ramadan.
Pertanyaan 1: Apa saja manfaat membaca kisah teladan puasa Ramadan?
Jawaban: Membaca kisah teladan puasa Ramadan dapat memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan keimanan, menambah motivasi dalam berpuasa, dan menumbuhkan rasa persaudaraan sesama umat Islam.
Pertanyaan 2: Siapakah saja tokoh yang menjadi teladan dalam kisah puasa Ramadan?
Jawaban: Tokoh yang menjadi teladan dalam kisah puasa Ramadan antara lain Nabi Muhammad SAW, para sahabat beliau, dan umat Islam sepanjang sejarah yang telah menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan dan ketaatan.
Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengamalkan kisah teladan puasa Ramadan dalam kehidupan sehari-hari?
Jawaban: Kita dapat mengamalkan kisah teladan puasa Ramadan dengan meneladani sikap dan perilaku tokoh-tokoh yang diceritakan dalam kisah tersebut, seperti kesabaran, keikhlasan, dan semangat dalam beribadah.
Pertanyaan 4: Apa saja hikmah yang dapat diambil dari kisah teladan puasa Ramadan?
Jawaban: Kisah teladan puasa Ramadan mengandung banyak hikmah, di antaranya pentingnya pengendalian diri, nilai kebersamaan, dan keutamaan meraih pahala di bulan Ramadan.
Pertanyaan 5: Bagaimana kisah teladan puasa Ramadan dapat menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik?
Jawaban: Dengan merenungkan kisah teladan puasa Ramadan, kita dapat termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan meningkatkan ketakwaan, memperkuat iman, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pertanyaan 6: Di mana kita dapat menemukan kisah teladan puasa Ramadan?
Jawaban: Kisah teladan puasa Ramadan dapat ditemukan dalam berbagai sumber, seperti kitab-kitab hadis, buku-buku sejarah Islam, dan situs-situs web keislaman yang terpercaya.
Pertanyaan dan jawaban di atas memberikan gambaran umum tentang kisah teladan puasa Ramadan dan manfaatnya. Dengan memahami kisah-kisah tersebut, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dan menjadi pribadi yang lebih baik di bulan Ramadan dan seterusnya.
Selanjutnya, kita akan membahas tentang pentingnya menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh keikhlasan dan ketaatan. Keikhlasan dan ketaatan merupakan kunci untuk memperoleh pahala yang berlimpah dan keberkahan di bulan Ramadan.
Tips dalam Kisah Teladan Puasa Ramadan
Kisah teladan tentang puasa Ramadan memberikan banyak pelajaran berharga yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa tips berdasarkan kisah teladan tersebut yang dapat membantu kita menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik:
Tip 1: Niatkan Puasa karena Allah SWT
Niat yang ikhlas menjadi landasan utama dalam berpuasa. Pastikan kita menjalankan puasa semata-mata karena Allah SWT, bukan karena tujuan atau motivasi lainnya.
Tip 2: Kendalikan Diri dari Segala yang Membatalkan Puasa
Selama berpuasa, kita harus menjaga diri dari segala hal yang dapat membatalkannya, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri. Kendalikan hawa nafsu dan hindari godaan yang dapat merusak pahala puasa kita.
Tip 3: Perbanyak Ibadah dan Amal Kebaikan
Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah, seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Amal-amal kebaikan ini akan menambah pahala puasa kita dan mendekatkan kita kepada Allah SWT.
Tip 4: Bersabar dan Sabar dalam Menjalankan Puasa
Puasa terkadang dapat terasa berat dan melelahkan. Namun, kita harus bersabar dan tabah dalam menjalankannya. Ingatlah bahwa kesabaran kita akan dibalas dengan pahala yang berlimpah.
Tip 5: Jaga Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah
Bulan Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Kunjungi kerabat dan sahabat, serta saling berbagi kebahagiaan dan kebaikan.
Tip 6: Berbagi Rezeki dengan Sesama
Bagi yang mampu, berbagilah rezeki dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Sedekah dan berbagi makanan di bulan Ramadan akan melipatgandakan pahala kita.
Tip 7: Tadarus Al-Qur’an dan Mencari Lailatul Qadar
Perbanyaklah membaca dan tadarus Al-Qur’an di bulan Ramadan. Carilah dan manfaatkan malam-malam ganjil di sepuluh terakhir Ramadan untuk beribadah dan mencari Lailatul Qadar.
Dengan menerapkan tips-tips di atas, kita dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan baik dan memperoleh pahala yang berlimpah. Ingatlah bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan, pengendalian diri, dan solidaritas sosial.
Tips-tips ini akan mengantarkan kita pada pembahasan terakhir dalam artikel ini, yaitu refleksi dan penutup. Di bagian ini, kita akan merenungkan kembali perjalanan ibadah puasa Ramadan kita dan mengambil pelajaran berharga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Kisah teladan tentang puasa Ramadan memberikan banyak pelajaran berharga yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan ketakwaan, pengendalian diri, dan solidaritas sosial.
Beberapa poin utama yang dapat kita petik dari kisah teladan puasa Ramadan adalah:
1. Niat yang ikhlas adalah landasan utama dalam berpuasa.
2. Kendalikan diri dari segala yang dapat membatalkan puasa.
3. Perbanyak ibadah dan amal kebaikan selama bulan Ramadan.
Dengan mengamalkan kisah teladan puasa Ramadan, kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan memperoleh pahala yang berlimpah. Marilah kita jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Youtube Video:
