Olahan Ayam Untuk Buka Puasa

jurnal


Olahan Ayam Untuk Buka Puasa

Olahan ayam untuk buka puasa adalah makanan yang terbuat dari ayam yang diolah dengan berbagai macam bumbu dan rempah-rempah. Makanan ini sangat populer di Indonesia, terutama saat bulan puasa. Contoh olahan ayam untuk buka puasa adalah ayam goreng, ayam bakar, dan opor ayam.

Olahan ayam untuk buka puasa memiliki banyak manfaat. Selain rasanya yang lezat, makanan ini juga mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti protein, zat besi, dan vitamin. Selain itu, mengonsumsi olahan ayam untuk buka puasa juga dapat membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Olahan ayam untuk buka puasa memiliki sejarah yang panjang di Indonesia. Makanan ini sudah dikenal sejak zaman dahulu, dan pada awalnya hanya disajikan pada acara-acara khusus seperti kenduri dan pernikahan. Namun, seiring berjalannya waktu, olahan ayam untuk buka puasa menjadi makanan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, terutama saat bulan puasa.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang berbagai macam olahan ayam untuk buka puasa, mulai dari cara pembuatannya hingga kandungan nutrisinya. Kami juga akan memberikan tips memilih ayam yang baik untuk diolah menjadi makanan buka puasa.

olahan ayam untuk buka puasa

Olahan ayam untuk buka puasa merupakan salah satu sajian penting saat bulan Ramadan. Berbagai aspek terkait olahan ayam untuk buka puasa perlu diperhatikan untuk memperoleh sajian yang lezat dan menyehatkan.

  • Jenis ayam: Ayam kampung, broiler, atau pejantan memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang berbeda.
  • Pemilihan bumbu: Bumbu yang digunakan dapat memengaruhi cita rasa dan aroma olahan ayam.
  • Cara memasak: Menggoreng, membakar, atau mengukus menghasilkan tekstur dan rasa yang bervariasi.
  • Penyajian: Olahan ayam dapat disajikan dengan nasi, lontong, atau ketupat.
  • Nilai gizi: Olahan ayam kaya akan protein, zat besi, dan vitamin.
  • Kesehatan: Memilih ayam yang sehat dan diolah dengan benar dapat mencegah penyakit bawaan makanan.
  • Tradisi: Olahan ayam untuk buka puasa memiliki nilai tradisi dan budaya di Indonesia.
  • Kreativitas: Terdapat banyak variasi olahan ayam untuk buka puasa, sehingga dapat disesuaikan dengan selera masing-masing.

Memperhatikan aspek-aspek tersebut dapat membantu menghasilkan olahan ayam untuk buka puasa yang lezat, sehat, dan sesuai dengan tradisi. Misalnya, memilih ayam kampung yang diolah dengan bumbu rempah-rempah tradisional dapat menghasilkan cita rasa yang khas dan kaya. Selain itu, mengolah ayam dengan cara yang tepat, seperti menggoreng hingga kecokelatan atau membakar dengan arang, dapat menghasilkan tekstur yang renyah dan aroma yang menggoda.

Jenis ayam

Jenis ayam yang digunakan dalam olahan ayam untuk buka puasa sangat memengaruhi rasa dan tekstur akhir hidangan. Ayam kampung, broiler, dan pejantan memiliki karakteristik yang berbeda yang perlu dipertimbangkan saat memilih jenis ayam untuk dimasak.

Ayam kampung umumnya memiliki rasa yang lebih gurih dan tekstur yang lebih alot dibandingkan ayam broiler. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pakan dan lingkungan tempat ayam dipelihara. Ayam kampung biasanya dipelihara secara alami dan diberi pakan alami, sedangkan ayam broiler dipelihara secara intensif dan diberi pakan yang tinggi protein untuk mempercepat pertumbuhannya. Selain itu, ayam kampung memiliki aktivitas fisik yang lebih tinggi, sehingga dagingnya lebih berotot dan alot.

Ayam broiler, di sisi lain, memiliki rasa yang lebih hambar dan tekstur yang lebih empuk dibandingkan ayam kampung. Hal ini karena ayam broiler dipelihara dalam kandang yang sempit dan diberi pakan yang tinggi lemak untuk menghasilkan daging yang lebih banyak dan berlemak. Ayam broiler juga memiliki aktivitas fisik yang rendah, sehingga dagingnya lebih lunak dan mudah dikunyah.

Ayam pejantan memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang berbeda dari ayam kampung dan broiler. Daging ayam pejantan umumnya lebih keras dan alot dibandingkan ayam kampung, tetapi memiliki rasa yang lebih gurih dan kaya. Hal ini disebabkan oleh kadar hormon testosteron yang lebih tinggi pada ayam pejantan, yang memengaruhi tekstur dan rasa dagingnya.

Memilih jenis ayam yang tepat untuk olahan ayam untuk buka puasa sangat penting untuk mendapatkan hasil akhir yang diinginkan. Jika Anda menginginkan hidangan dengan rasa gurih dan tekstur alot, ayam kampung adalah pilihan yang tepat. Jika Anda menginginkan hidangan dengan rasa yang lebih hambar dan tekstur yang lebih empuk, ayam broiler dapat menjadi pilihan. Sementara itu, jika Anda menginginkan hidangan dengan rasa yang gurih dan kaya serta tekstur yang keras dan alot, ayam pejantan dapat menjadi pilihan yang tepat.

Pemilihan bumbu

Dalam membuat olahan ayam untuk buka puasa, pemilihan bumbu memegang peranan yang sangat penting. Bumbu yang digunakan dapat memengaruhi cita rasa dan aroma masakan secara signifikan, sehingga dapat meningkatkan kenikmatan saat berbuka puasa.

Ada berbagai macam bumbu yang dapat digunakan dalam membuat olahan ayam untuk buka puasa, seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, kunyit, dan lain-lain. Masing-masing bumbu memiliki aroma dan rasa yang khas, sehingga dapat memberikan cita rasa yang berbeda pada masakan. Misalnya, bawang merah dan bawang putih memberikan aroma yang harum dan rasa yang gurih, sedangkan kunyit memberikan warna kuning yang khas dan rasa yang sedikit pahit.

Selain itu, kombinasi bumbu yang digunakan juga dapat memengaruhi cita rasa olahan ayam untuk buka puasa. Misalnya, kombinasi bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan jinten dapat menghasilkan cita rasa gurih yang kompleks, sedangkan kombinasi kunyit, bawang merah, dan bawang putih dapat menghasilkan cita rasa yang lebih ringan dan menyegarkan.

Oleh karena itu, pemilihan bumbu yang tepat sangat penting dalam membuat olahan ayam untuk buka puasa yang lezat dan menggugah selera. Dengan memilih bumbu yang tepat dan mengkombinasikannya dengan baik, Anda dapat menghasilkan hidangan yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga saat berbuka puasa.

Cara memasak

Dalam mengolah ayam untuk buka puasa, cara memasak yang dipilih sangat berpengaruh terhadap tekstur dan rasa akhir hidangan. Ada tiga cara memasak utama yang biasa digunakan, yaitu menggoreng, membakar, dan mengukus, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

  • Menggoreng
    Menggoreng ayam akan menghasilkan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam. Cara memasak ini cocok untuk ayam berukuran kecil atau sedang, seperti ayam potong atau paha ayam. Namun, menggoreng ayam dalam jumlah banyak dapat membutuhkan waktu yang lama dan minyak yang banyak.
  • Membakar
    Membakar ayam akan menghasilkan tekstur yang sedikit gosong di luar dan juicy di dalam. Cara memasak ini cocok untuk ayam berukuran besar, seperti ayam utuh atau dada ayam. Membakar ayam dapat dilakukan dengan menggunakan panggangan arang atau oven. Namun, membakar ayam membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan menggoreng.
  • Mengukus
    Mengukus ayam akan menghasilkan tekstur yang lembut dan juicy. Cara memasak ini cocok untuk ayam berukuran kecil atau sedang, seperti ayam potong atau dada ayam. Mengukus ayam dapat dilakukan dengan menggunakan kukusan atau rice cooker. Namun, mengukus ayam membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan menggoreng atau membakar.

Memilih cara memasak yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil akhir olahan ayam untuk buka puasa yang sesuai dengan selera. Jika Anda menginginkan tekstur yang renyah, menggoreng adalah pilihan yang tepat. Jika Anda menginginkan tekstur yang sedikit gosong dan juicy, membakar adalah pilihan yang tepat. Sedangkan jika Anda menginginkan tekstur yang lembut dan juicy, mengukus adalah pilihan yang tepat.

Penyajian

Penyajian olahan ayam untuk buka puasa merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi kenikmatan bersantap. Sajian ayam dapat dipadukan dengan berbagai makanan pelengkap, seperti nasi, lontong, atau ketupat, yang masing-masing memberikan cita rasa dan tekstur yang berbeda.

  • Nasi

    Nasi putih merupakan makanan pokok yang umum disajikan bersama olahan ayam untuk buka puasa. Nasi yang pulen dan mengembang dapat menyerap bumbu dari ayam, sehingga menghasilkan cita rasa yang gurih dan nikmat.

  • Lontong

    Lontong adalah makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun pisang dan direbus hingga matang. Tekstur lontong yang kenyal dan padat cocok dipadukan dengan olahan ayam yang berkuah, seperti opor ayam atau soto ayam.

  • Ketupat

    Ketupat adalah makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa dan direbus hingga matang. Tekstur ketupat yang unik dan cita rasanya yang gurih dapat menambah kelezatan olahan ayam untuk buka puasa.

Memilih makanan pelengkap yang tepat untuk olahan ayam untuk buka puasa sangat bergantung pada selera dan tradisi masing-masing daerah. Sajian ayam dengan nasi akan memberikan rasa yang lebih mengenyangkan, sedangkan sajian ayam dengan lontong atau ketupat akan memberikan cita rasa yang lebih gurih dan bertekstur.

Nilai gizi

Dalam konteks olahan ayam untuk buka puasa, nilai gizi menjadi aspek yang penting untuk diperhatikan. Kandungan protein, zat besi, dan vitamin dalam olahan ayam dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, terutama setelah seharian berpuasa.

  • Protein

    Protein merupakan komponen penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Dalam olahan ayam, protein dapat ditemukan dalam jumlah yang cukup tinggi, terutama dalam bagian dada dan paha. Konsumsi protein yang cukup saat berbuka puasa dapat membantu mengembalikan energi dan mempercepat pemulihan tubuh setelah berpuasa.

  • Zat besi

    Zat besi merupakan mineral penting yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, sehingga tubuh merasa lemas dan mudah lelah. Olahan ayam merupakan sumber zat besi yang baik, sehingga dapat membantu mencegah anemia dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

  • Vitamin

    Olahan ayam juga mengandung berbagai jenis vitamin, seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin B kompleks. Vitamin-vitamin ini memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan tubuh, seperti menjaga kesehatan mata, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membantu metabolisme tubuh.

Dengan mengonsumsi olahan ayam untuk buka puasa, Anda dapat memperoleh berbagai manfaat kesehatan dari kandungan protein, zat besi, dan vitamin yang terkandung di dalamnya. Hal ini dapat membantu mengembalikan energi, menjaga kesehatan tubuh, dan mempercepat pemulihan setelah berpuasa.

Kesehatan

Dalam konteks olahan ayam untuk buka puasa, kesehatan menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Memilih ayam yang sehat dan mengolahnya dengan benar dapat mencegah penyakit bawaan makanan, seperti keracunan makanan dan salmonellosis. Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan gejala yang tidak menyenangkan, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut, yang dapat mengganggu ibadah puasa dan aktivitas sehari-hari.

Ayam yang sehat umumnya memiliki ciri-ciri fisik yang baik, seperti bulu yang bersih dan mengkilap, mata yang cerah, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Ayam yang diolah dengan benar adalah ayam yang dimasak hingga matang sempurna, sehingga dapat membunuh bakteri dan virus yang berpotensi menyebabkan penyakit. Selain itu, kebersihan dalam proses pengolahan ayam juga sangat penting untuk mencegah kontaminasi bakteri.

Dengan memilih ayam yang sehat dan mengolahnya dengan benar, Anda dapat terhindar dari risiko penyakit bawaan makanan dan dapat menikmati olahan ayam untuk buka puasa dengan tenang dan nyaman. Hal ini dapat membantu menjaga kesehatan tubuh selama bulan puasa dan memungkinkan Anda untuk menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

Tradisi

Olahan ayam untuk buka puasa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Hal ini tercermin dalam berbagai aspek, mulai dari pemilihan jenis ayam hingga cara penyajiannya.

  • Penggunaan ayam kampung

    Dalam tradisi masyarakat Indonesia, ayam kampung lebih diutamakan untuk diolah menjadi hidangan buka puasa dibandingkan ayam broiler. Ayam kampung dipercaya memiliki cita rasa yang lebih gurih dan tekstur yang lebih alot, sehingga memberikan kenikmatan tersendiri saat disantap.

  • Bumbu dan rempah-rempah

    Olahan ayam untuk buka puasa di Indonesia biasanya menggunakan bumbu dan rempah-rempah yang melimpah. Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, dan kunyit memberikan aroma dan cita rasa yang khas pada hidangan ayam.

  • Cara memasak

    Cara memasak ayam untuk buka puasa juga memiliki nilai tradisi tersendiri. Masyarakat Indonesia umumnya mengolah ayam dengan cara digoreng, dibakar, atau dimasak menjadi opor. Setiap metode memasak menghasilkan tekstur dan cita rasa yang berbeda, sesuai dengan selera masing-masing daerah.

  • Penyajian bersama makanan pokok

    Olahan ayam untuk buka puasa biasanya disajikan bersama dengan makanan pokok, seperti nasi, lontong, atau ketupat. Makanan pokok ini berfungsi sebagai pelengkap hidangan ayam dan memberikan rasa kenyang yang lebih tahan lama.

Nilai tradisi dan budaya yang terkandung dalam olahan ayam untuk buka puasa tidak hanya memperkaya cita rasa makanan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat Indonesia. Hidangan ini menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan saat berbuka puasa, serta menjadi bagian penting dari warisan kuliner Indonesia yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Kreativitas

Kreativitas dalam mengolah ayam untuk buka puasa merupakan hal yang sangat penting. Sebab, hal ini dapat mengakomodasi beragam selera dan preferensi masyarakat. Kreativitas ini terlihat dari banyaknya variasi olahan ayam untuk buka puasa yang dapat ditemukan di Indonesia, mulai dari yang tradisional hingga modern.

Salah satu contoh kreativitas dalam mengolah ayam untuk buka puasa adalah dengan membuat ayam goreng dengan berbagai bumbu dan rempah. Ayam goreng dapat diolah dengan bumbu kuning, bumbu kecap, atau bumbu lainnya sesuai selera. Selain itu, ayam goreng juga dapat divariasikan dengan cara penyajian, seperti ayam goreng kremes, ayam goreng mentega, atau ayam goreng saus madu.

Kreativitas dalam mengolah ayam untuk buka puasa tidak hanya terbatas pada bumbu dan cara penyajian, tetapi juga pada penggunaan bahan-bahan pelengkap. Misalnya, ayam dapat diolah dengan tambahan sayuran seperti wortel, kentang, dan buncis. Selain itu, ayam juga dapat diolah dengan tambahan bahan-bahan lain seperti tahu, tempe, atau jamur.

Dengan demikian, kreativitas dalam mengolah ayam untuk buka puasa sangat penting untuk mengakomodasi beragam selera dan preferensi masyarakat. Kreativitas ini juga dapat menjadi ajang untuk mengekspresikan diri dan menciptakan hidangan yang unik dan lezat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Olahan Ayam untuk Buka Puasa

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) berikut ini akan membantu Anda mengetahui lebih lanjut tentang olahan ayam untuk buka puasa, termasuk tips memilih, mengolah, dan menikmatinya.

Pertanyaan 1: Apa saja jenis ayam yang baik untuk diolah menjadi hidangan buka puasa?

Jawaban: Ayam kampung, ayam broiler, dan ayam pejantan memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang berbeda. Ayam kampung umumnya memiliki rasa yang lebih gurih dan tekstur yang lebih alot, sedangkan ayam broiler memiliki rasa yang lebih hambar dan tekstur yang lebih empuk. Ayam pejantan memiliki rasa yang gurih dan kaya serta tekstur yang keras dan alot.

Pertanyaan 2: Bumbu apa saja yang cocok digunakan untuk mengolah ayam untuk buka puasa?

Jawaban: Bumbu yang umum digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, kunyit, dan lain-lain. Kombinasi bumbu yang digunakan dapat memengaruhi cita rasa olahan ayam, seperti kombinasi bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan jinten yang menghasilkan cita rasa gurih yang kompleks.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara memasak ayam untuk buka puasa yang menghasilkan tekstur dan rasa yang lezat?

Jawaban: Ada tiga cara memasak utama yang biasa digunakan, yaitu menggoreng, membakar, dan mengukus. Menggoreng menghasilkan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam, membakar menghasilkan tekstur yang sedikit gosong di luar dan juicy di dalam, sedangkan mengukus menghasilkan tekstur yang lembut dan juicy.

Pertanyaan 4: Apa saja makanan pelengkap yang cocok disajikan dengan olahan ayam untuk buka puasa?

Jawaban: Makanan pelengkap yang umum disajikan antara lain nasi, lontong, dan ketupat. Nasi memberikan rasa yang lebih mengenyangkan, lontong cocok dipadukan dengan olahan ayam yang berkuah, dan ketupat memiliki tekstur yang unik dan cita rasa yang gurih.

Pertanyaan 5: Apa saja manfaat gizi dari mengonsumsi olahan ayam untuk buka puasa?

Jawaban: Olahan ayam kaya akan protein, zat besi, dan vitamin. Protein membantu mengembalikan energi dan memperbaiki jaringan tubuh, zat besi mencegah anemia, dan vitamin menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara memilih ayam yang sehat dan mengolahnya dengan benar untuk mencegah penyakit bawaan makanan?

Jawaban: Pilih ayam yang memiliki ciri-ciri fisik yang baik, seperti bulu yang bersih dan mengkilap, mata yang cerah, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Masak ayam hingga matang sempurna dan terapkan kebersihan dalam proses pengolahan untuk mencegah kontaminasi bakteri.

Demikianlah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang olahan ayam untuk buka puasa. Dengan memahami aspek-aspek penting dalam memilih, mengolah, dan menikmati olahan ayam, Anda dapat menyajikan hidangan buka puasa yang lezat, bergizi, dan aman dikonsumsi.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang variasi dan kreasi olahan ayam untuk buka puasa yang dapat Anda coba untuk menambah cita rasa dan pengalaman bersantap Anda.

Tips Memilih dan Mengolah Olahan Ayam untuk Buka Puasa

Memilih dan mengolah ayam untuk buka puasa memerlukan perhatian khusus untuk memperoleh hidangan yang lezat, sehat, dan aman dikonsumsi. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti:

Tip 1: Pilih ayam yang sehat
Ciri-ciri ayam yang sehat antara lain bulu bersih mengkilap, mata cerah, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Tip 2: Bersihkan ayam secara menyeluruh
Buang bagian jeroan dan bersihkan bagian dalam ayam dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran.

Tip 3: Marinasi ayam sebelum dimasak
Marinasi ayam dengan bumbu selama minimal 30 menit untuk membuat daging lebih empuk dan beraroma.

Tip 4: Masak ayam hingga matang sempurna
Gunakan termometer makanan untuk memastikan ayam sudah matang dengan suhu internal mencapai 74 derajat Celcius.

Tip 5: Hindari menggoreng ayam terlalu lama
Menggoreng ayam terlalu lama dapat membuat daging menjadi kering dan alot.

Tip 6: Sajikan ayam dengan makanan pelengkap yang sehat
Padukan olahan ayam dengan makanan pelengkap seperti nasi, sayuran, atau buah-buahan untuk menu buka puasa yang seimbang.

Tip 7: Simpan sisa ayam dengan benar
Simpan sisa ayam dalam wadah tertutup di lemari es dan konsumsi dalam waktu maksimal 3 hari.

Tip 8: Variasikan olahan ayam
Cobalah berbagai variasi olahan ayam seperti ayam goreng, ayam bakar, atau opor ayam untuk menambah cita rasa dan pengalaman bersantap Anda.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat memilih dan mengolah olahan ayam untuk buka puasa dengan baik dan benar, sehingga menghasilkan hidangan yang lezat, sehat, dan aman dikonsumsi.

Tips-tips yang telah dipaparkan akan membantu Anda menyajikan olahan ayam untuk buka puasa yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang optimal. Dengan demikian, Anda dapat menikmati hidangan buka puasa yang berkesan dan menyegarkan setelah seharian berpuasa.

Kesimpulan

Olahan ayam untuk buka puasa merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner Indonesia yang kaya akan cita rasa dan nilai budaya. Artikel ini telah mengeksplorasi berbagai aspek penting terkait olahan ayam untuk buka puasa, mulai dari pemilihan jenis ayam, bumbu yang digunakan, hingga cara pengolahan dan penyajiannya.

Tiga poin utama yang menjadi sorotan dalam artikel ini adalah:

  1. Olahan ayam untuk buka puasa memiliki nilai gizi yang tinggi, kaya akan protein, zat besi, dan vitamin yang bermanfaat untuk kesehatan.
  2. Kreativitas dalam mengolah ayam untuk buka puasa sangat penting untuk mengakomodasi beragam selera dan preferensi, sehingga dapat disesuaikan dengan keinginan masing-masing.
  3. Memilih dan mengolah ayam untuk buka puasa dengan benar sangat penting untuk mencegah penyakit bawaan makanan dan memastikan keamanan konsumsi.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, kita dapat menyajikan olahan ayam untuk buka puasa yang tidak hanya lezat dan menggugah selera, tetapi juga sehat dan aman dikonsumsi. Hal ini akan semakin memperkaya pengalaman berbuka puasa kita dan mempererat tali silaturahmi selama bulan Ramadan.

Youtube Video:



Artikel Terkait

Bagikan:

jurnal

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.

Tags

Artikel Terbaru