Puasa sunnah Asyura merupakan ibadah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram, bulan pertama dalam kalender Islam. Puasa ini disunahkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.”
Selain sebagai bentuk ibadah, puasa Asyura juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti membuang racun dalam tubuh, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko penyakit kronis. Secara historis, puasa Asyura juga dikaitkan dengan peristiwa penting dalam Islam, yaitu peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang puasa sunnah Asyura, termasuk tata cara pelaksanaannya, keutamaan, dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
puasa sunnah asyura
Puasa sunnah Asyura merupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Beberapa aspek penting terkait puasa ini, antara lain:
- Waktu pelaksanaan
- Niat
- Keutamaan
- Tata cara
- Hikmah
- Sejarah
- Doa
- Sunnah pendukung
Aspek-aspek tersebut saling terkait dan memiliki peran penting dalam pelaksanaan puasa sunnah Asyura. Dengan memahami aspek-aspek ini, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa Asyura dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksanaan puasa sunnah Asyura memiliki beberapa ketentuan penting yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa aspek waktu pelaksanaan puasa Asyura:
- Tanggal pelaksanaan
Puasa sunnah Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah. - Waktu mulai
Puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. - Waktu akhir
Puasa berakhir saat terbenam matahari pada tanggal 10 Muharram. - Durasi
Durasi puasa sunnah Asyura adalah selama sehari penuh, dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Dengan memahami ketentuan waktu pelaksanaan puasa sunnah Asyura, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah puasa ini dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Niat
Dalam berpuasa sunnah Asyura, niat memegang peranan penting. Niat merupakan kehendak hati untuk melakukan suatu ibadah, termasuk puasa. Niat ini harus diniatkan dengan ikhlas karena Allah SWT.
- Waktu niat
Niat puasa sunnah Asyura dapat dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa atau pada pagi hari sebelum terbit fajar. - Lafadz niat
Tidak ada lafadz niat khusus untuk puasa sunnah Asyura, namun secara umum niat yang diucapkan adalah sebagai berikut:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.” - Ikhlas
Niat puasa sunnah Asyura harus dilandasi dengan keikhlasan. Artinya, puasa dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena tujuan atau pamrih lainnya. - Tidak bersyarat
Niat puasa sunnah Asyura tidak boleh bersyarat. Artinya, puasa dilakukan tanpa ada syarat tertentu. Misalnya, niat puasa dengan syarat tidak sakit atau tidak ada halangan.
Dengan memahami aspek-aspek niat dalam puasa sunnah Asyura, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah puasa ini dengan baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Keutamaan
Dalam konteks ibadah puasa, keutamaan merujuk pada manfaat dan kelebihan yang dapat diperoleh dengan melaksanakan ibadah tersebut. Puasa sunnah Asyura merupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan, baik dari segi spiritual maupun kesehatan.
- Penghapus Dosa
Puasa Asyura diyakini dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya. - Pahala Berlipat Ganda
Puasa Asyura termasuk puasa yang pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT. - Menjaga Kesehatan
Puasa Asyura bermanfaat untuk kesehatan tubuh, seperti membuang racun dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. - Meneladani Rasulullah SAW
Puasa Asyura merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW, sehingga dengan melaksanakannya umat Islam berarti meneladani beliau.
Keutamaan-keutamaan puasa sunnah Asyura ini dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Dengan demikian, diharapkan keberkahan dan manfaat puasa Asyura dapat dirasakan oleh setiap Muslim yang menjalankannya.
Tata cara
Tata cara puasa sunnah Asyura merupakan aspek penting yang harus diperhatikan agar ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan tuntunan agama Islam. Tata cara puasa sunnah Asyura meliputi beberapa hal berikut:
- Niat
- Menahan diri dari makan dan minum
- Menahan diri dari hubungan suami istri
- Menjaga lisan dan perbuatan
- Memperbanyak ibadah
Niat merupakan syarat sah dalam berpuasa. Niat dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa atau pada pagi hari sebelum terbit fajar. Menahan diri dari makan dan minum merupakan rukun puasa yang wajib dilaksanakan. Menahan diri dari hubungan suami istri juga merupakan rukun puasa yang wajib dilaksanakan. Menjaga lisan dan perbuatan merupakan adab dalam berpuasa yang dianjurkan untuk dilakukan. Memperbanyak ibadah merupakan salah satu sunnah dalam berpuasa yang dianjurkan untuk dilakukan.
Dengan memahami dan menjalankan tata cara puasa sunnah Asyura dengan benar, diharapkan umat Islam dapat memperoleh keberkahan dan manfaat dari ibadah puasa ini. Puasa sunnah Asyura merupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya dan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Hikmah
Hikmah atau kebijaksanaan merupakan salah satu aspek penting dalam ibadah puasa sunnah Asyura. Hikmah terkandung dalam setiap amalan ibadah, termasuk puasa Asyura, dan memiliki makna yang mendalam bagi pelakunya.
- Penghapus Dosa
Hikmah puasa Asyura yang pertama adalah sebagai penghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya. Melalui puasa Asyura, umat Islam dapat memohon ampunan atas kesalahan dan dosa yang telah diperbuat, sehingga kembali suci dan bersih. - Pelatihan Kesabaran
Hikmah kedua dari puasa Asyura adalah sebagai pelatihan kesabaran. Ketika berpuasa, umat Islam belajar untuk menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu. Pelatihan kesabaran ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga umat Islam menjadi lebih sabar dan tawakal dalam menghadapi berbagai cobaan. - Introspeksi Diri
Hikmah ketiga dari puasa Asyura adalah sebagai sarana introspeksi diri. Saat berpuasa, umat Islam memiliki lebih banyak waktu untuk merenung dan mengevaluasi diri. Mereka dapat melihat kekurangan dan kesalahan yang telah diperbuat, sehingga dapat memperbaikinya di masa mendatang. - Syukur dan Empati
Hikmah keempat dari puasa Asyura adalah untuk menumbuhkan rasa syukur dan empati. Ketika berpuasa, umat Islam merasakan bagaimana rasanya lapar dan dahaga. Pengalaman ini dapat membangkitkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT, serta empati terhadap mereka yang kurang beruntung.
Hikmah-hikmah dari puasa sunnah Asyura ini sangatlah berharga bagi kehidupan umat Islam. Melalui hikmah-hikmah tersebut, umat Islam dapat meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat keimanan, dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Sejarah
Sejarah memiliki kaitan yang erat dengan puasa sunnah Asyura. Puasa Asyura telah dipraktikkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.” Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Asyura merupakan ibadah yang sudah dilakukan oleh umat Islam sejak masa Rasulullah SAW.
Selain itu, terdapat peristiwa penting dalam sejarah Islam yang berkaitan dengan puasa Asyura. Pada tahun 61 yah, terjadi peristiwa pembantaian di Karbala, Irak. Dalam peristiwa tersebut, cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain bin Ali, beserta keluarganya dan para pengikutnya dibunuh oleh pasukan Yazid bin Muawiyah. Peristiwa ini diperingati oleh umat Islam Syiah sebagai hari Asyura dan menjadi salah satu alasan mengapa mereka melaksanakan puasa Asyura.
Memahami sejarah puasa sunnah Asyura sangat penting karena dapat memberikan konteks dan makna yang lebih mendalam terhadap ibadah ini. Dengan mengetahui sejarahnya, umat Islam dapat lebih menghayati hikmah dan manfaat dari puasa Asyura, serta dapat mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada hari tersebut.
Doa
Doa merupakan bagian penting dari ibadah puasa sunnah Asyura. Berikut adalah beberapa uraian mengenai hubungan antara doa dan puasa sunnah Asyura:
- Penyempurna Ibadah
Doa dapat menyempurnakan ibadah puasa sunnah Asyura. Ketika berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Doa-doa tersebut dapat berupa doa untuk keselamatan, keberkahan, dan penghapusan dosa. - Bentuk Penghambaan
Selain sebagai penyempurna ibadah, doa juga merupakan bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Dengan berdoa, umat Islam mengakui ketergantungan dan kelemahannya, serta memohon pertolongan dan bimbingan dari Allah SWT. - Tradisi Rasulullah SAW
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa saat berpuasa Asyura. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berpuasa pada hari Asyura dan berdoa kepada Allah dengan doa yang terbaik, maka Allah akan mengabulkan doanya.” Hadits ini menunjukkan pentingnya doa dalam ibadah puasa sunnah Asyura.
Dengan memahami hubungan antara doa dan puasa sunnah Asyura, umat Islam dapat meningkatkan kualitas ibadah mereka. Doa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan dan keberkahan, serta menyempurnakan ibadah puasa sunnah Asyura.
Sunnah Pendukung
Sunnah pendukung merupakan amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan bersamaan dengan puasa sunnah Asyura. Amalan-amalan ini dapat memperkuat pahala dan keberkahan dari ibadah puasa Asyura.
- Membaca Doa
Membaca doa tertentu pada hari Asyura sangat dianjurkan. Doa-doa ini berisi permohonan ampunan, keberkahan, dan keselamatan. - Bersedekah
Bersedekah pada hari Asyura merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Sedekah dapat berupa uang, makanan, atau barang-barang lainnya. - Memperbanyak Zikir
Memperbanyak zikir, seperti membaca tasbih, tahmid, dan takbir, pada hari Asyura dapat meningkatkan pahala dan keberkahan puasa. - Menjaga Lisan dan Perbuatan
Menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang tidak baik pada hari Asyura merupakan bagian dari sunnah pendukung. Umat Islam dianjurkan untuk bersikap baik dan menghindari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa.
Dengan menjalankan sunnah-sunnah pendukung ini, umat Islam dapat memaksimalkan pahala dan keberkahan dari ibadah puasa sunnah Asyura. Amalan-amalan ini menjadi pelengkap ibadah puasa dan menunjukkan kesungguhan umat Islam dalam beribadah kepada Allah SWT.
Tanya Jawab tentang Puasa Sunnah Asyura
Berikut adalah beberapa tanya jawab umum tentang puasa sunnah Asyura:
Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan puasa sunnah Asyura?
Puasa sunnah Asyura adalah ibadah puasa yang dianjurkan untuk dikerjakan pada tanggal 10 Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah.
Pertanyaan 2: Bagaimana tata cara pelaksanaan puasa sunnah Asyura?
Tata cara pelaksanaan puasa sunnah Asyura meliputi niat, menahan diri dari makan dan minum, menahan diri dari hubungan suami istri, menjaga lisan dan perbuatan, serta memperbanyak ibadah.
Pertanyaan 3: Apa hikmah di balik puasa sunnah Asyura?
Hikmah di balik puasa sunnah Asyura di antaranya adalah penghapus dosa, pelatihan kesabaran, introspeksi diri, serta menumbuhkan rasa syukur dan empati.
Pertanyaan 4: Bagaimana sejarah puasa sunnah Asyura?
Puasa sunnah Asyura telah dipraktikkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Selain itu, peristiwa penting dalam sejarah Islam yang berkaitan dengan puasa Asyura adalah pembantaian di Karbala.
Pertanyaan 5: Apakah ada doa khusus untuk puasa sunnah Asyura?
Tidak ada doa khusus untuk puasa sunnah Asyura, namun umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Pertanyaan 6: Apa saja sunnah pendukung yang dianjurkan saat puasa sunnah Asyura?
Sunnah pendukung yang dianjurkan saat puasa sunnah Asyura di antaranya adalah membaca doa, bersedekah, memperbanyak zikir, serta menjaga lisan dan perbuatan.
Demikianlah beberapa tanya jawab tentang puasa sunnah Asyura. Dengan memahami hal-hal tersebut, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah puasa sunnah Asyura dengan baik dan mendapatkan manfaat serta keberkahannya.
Selain tanya jawab di atas, masih banyak aspek lain dari puasa sunnah Asyura yang dapat dibahas lebih lanjut. Di bagian selanjutnya, kita akan mengulas tentang keutamaan, tata cara, dan hikmah dari puasa sunnah Asyura secara lebih mendalam.
Tips Melaksanakan Puasa Sunnah Asyura
Puasa sunnah Asyura merupakan ibadah puasa yang dianjurkan dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan dan hikmah, sehingga sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam.
Berikut ini adalah beberapa tips dalam melaksanakan puasa sunnah Asyura:
- Niat yang Kuat
Niat merupakan syarat sah dalam berpuasa. Niatkan puasa Asyura dengan tulus ikhlas karena Allah SWT. - Menahan Makan dan Minum
Menahan makan dan minum merupakan rukun puasa yang wajib dilaksanakan. Pastikan untuk tidak makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. - Menjaga Lisan dan Perbuatan
Saat berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang tidak baik. Hindari berkata-kata kasar, berbohong, dan perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa. - Memperbanyak Ibadah
Perbanyak ibadah selama berpuasa Asyura, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan shalat sunnah. - Bersedekah
Bersedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan saat puasa Asyura. Bersedekah dapat berupa uang, makanan, atau barang-barang lainnya, sesuai dengan kemampuan. - Membaca Doa
Membaca doa tertentu pada hari Asyura dapat meningkatkan pahala puasa. Doa-doa tersebut dapat ditemukan dalam berbagai sumber, seperti kitab hadits atau buku-buku doa. - Mandi Sebelum Berpuasa
Mandi sebelum berpuasa Asyura merupakan sunnah yang dianjurkan. Mandi dapat membersihkan diri dari hadas dan kotoran, sehingga dapat meningkatkan kekhusyukan beribadah. - Menyiapkan Makanan Berbuka
Siapkan makanan berbuka yang sehat dan bergizi untuk mengembalikan tenaga setelah seharian berpuasa. Hindari makanan yang berlebihan dan tidak sehat.
Dengan menjalankan tips-tips di atas, umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah Asyura dengan baik dan mendapatkan manfaat serta keberkahannya. Puasa Asyura merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan memperoleh ampunan dosa.
Tips-tips di atas juga menjadi bekal penting dalam melaksanakan puasa wajib, seperti puasa Ramadan. Dengan membiasakan diri melaksanakan puasa sunnah Asyura, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual untuk menghadapi puasa wajib yang lebih panjang dan berat.
Kesimpulan
Puasa sunnah Asyura merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan dan hikmah. Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, agar dapat memperoleh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
- Penghapus Dosa
Puasa Asyura diyakini dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya. - Pelatihan Kesabaran
Puasa Asyura mengajarkan umat Islam untuk bersabar dan menahan diri dari hawa nafsu. - Introspeksi Diri
Melalui puasa Asyura, umat Islam dapat melakukan introspeksi diri dan memperbaiki diri menjadi lebih baik.
Ketiga poin utama ini saling berkaitan dan membentuk makna yang utuh tentang puasa sunnah Asyura. Dengan menghapus dosa, melatih kesabaran, dan melakukan introspeksi diri, umat Islam dapat meningkatkan kualitas ibadah dan hubungannya dengan Allah SWT.
Marilah kita jadikan puasa sunnah Asyura sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memberikan keberkahan kepada kita semua.
Youtube Video:
