Tawaf haji tamattu dilakukan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji, yaitu setelah melempar jumrah pada hari raya Idul Adha. Tawaf ini merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilakukan oleh setiap jemaah haji.
Tawaf haji tamattu memiliki beberapa keutamaan, di antaranya adalah menyempurnakan ibadah haji, menghapus dosa-dosa, dan mendapatkan pahala yang besar. Tawaf ini juga menjadi bukti ketaatan dan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT.
Dalam sejarah Islam, tawaf haji tamattu pertama kali dilakukan oleh Rasulullah SAW pada saat beliau melaksanakan ibadah haji pada tahun 6 H. Sejak saat itu, tawaf haji tamattu menjadi salah satu rukun haji yang wajib dilakukan oleh setiap jemaah haji.
Tawaf Haji Tamattu Dilakukan Setelah
Tawaf haji tamattu memiliki beberapa aspek penting yang perlu dipahami oleh setiap jemaah haji. Aspek-aspek ini antara lain:
- Rukun haji
- Wajib haji
- Sunnah haji
- Waktu pelaksanaan
- Lokasi pelaksanaan
- Tata cara pelaksanaan
- Hikmah pelaksanaan
- Sejarah pelaksanaan
Memahami aspek-aspek penting tawaf haji tamattu sangat penting agar jemaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna. Dengan memahami rukun, wajib, sunnah, waktu, tempat, tata cara, hikmah, dan sejarah tawaf haji tamattu, jemaah dapat memaksimalkan pahala dan keberkahan dari ibadah haji yang mereka lakukan.
Rukun Haji
Rukun haji merupakan amalan-amalan wajib yang harus dikerjakan oleh setiap jemaah haji. Amalan-amalan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah haji dan harus dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Tawaf haji tamattu merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh setiap jemaah haji.
- Ihram
Ihram adalah niat untuk memulai ibadah haji dengan memakai pakaian khusus. Pakaian ihram untuk laki-laki adalah dua lembar kain putih yang tidak berjahit, sedangkan untuk wanita adalah pakaian yang menutup seluruh aurat kecuali wajah dan telapak tangan.
- Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah adalah puncak dari ibadah haji. Jemaah haji wajib berada di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah mulai dari tergelincirnya matahari hingga terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah.
- Tawaf Ifadah
Tawaf ifadah adalah tawaf yang dilakukan setelah wukuf di Arafah. Tawaf ini dilakukan sebanyak tujuh kali mengelilingi Ka’bah dengan arah berlawanan jarum jam.
- Sa’i
Sa’i adalah berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah. Sa’i dilakukan setelah tawaf ifadah.
Keempat rukun haji ini harus dilaksanakan secara berurutan dan tidak boleh ditinggalkan. Jika salah satu rukun haji tidak dilaksanakan, maka ibadah haji tidak dianggap sah. Oleh karena itu, setiap jemaah haji harus memastikan bahwa mereka melaksanakan seluruh rukun haji dengan benar dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Wajib Haji
Selain rukun haji, terdapat juga amalan-amalan wajib haji yang harus dilaksanakan oleh setiap jemaah haji. Amalan-amalan wajib ini melengkapi rukun haji dan menjadi bagian penting dari ibadah haji. Tawaf haji tamattu juga memiliki beberapa amalan wajib yang harus dilaksanakan, di antaranya:
- Tawaf qudum
Tawaf qudum adalah tawaf yang dilakukan oleh jemaah haji setelah sampai di Mekkah. Tawaf ini dilakukan sebanyak tujuh kali mengelilingi Ka’bah dengan arah berlawanan jarum jam.
- Ihram haji
Ihram haji adalah niat untuk melaksanakan ibadah haji. Ihram haji dilakukan di miqat, yaitu batas wilayah yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji.
- Mabit di Muzdalifah
Mabit di Muzdalifah adalah menginap di Muzdalifah pada malam tanggal 10 Dzulhijjah. Jemaah haji harus berada di Muzdalifah setelah melaksanakan wukuf di Arafah.
- Melempar jumrah
Melempar jumrah adalah melempar batu ke tiang-tiang jumrah di Mina. Melempar jumrah dilakukan pada tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah.
Amalan-amalan wajib haji ini harus dilaksanakan oleh setiap jemaah haji. Jika salah satu amalan wajib haji tidak dilaksanakan, maka ibadah haji tidak dianggap sah. Oleh karena itu, setiap jemaah haji harus memastikan bahwa mereka melaksanakan seluruh amalan wajib haji dengan benar dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Sunnah haji
Sunnah haji adalah amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh jemaah haji. Amalan-amalan ini tidak wajib dilaksanakan, namun sangat dianjurkan karena dapat menambah pahala dan keberkahan ibadah haji. Tawaf haji tamattu juga memiliki beberapa sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan, di antaranya:
Salah satu sunnah haji yang terkait dengan tawaf haji tamattu adalah melakukan tawaf sunnah. Tawaf sunnah adalah tawaf yang dilakukan di luar waktu tawaf wajib, seperti tawaf qudum dan tawaf ifadah. Tawaf sunnah dapat dilakukan sebanyak dua kali, empat kali, atau lebih, sesuai dengan kemampuan dan keinginan jemaah haji.
Melaksanakan sunnah haji dapat memberikan banyak manfaat bagi jemaah haji, di antaranya menambah pahala dan keberkahan ibadah haji, serta menyempurnakan ibadah haji. Oleh karena itu, setiap jemaah haji dianjurkan untuk melaksanakan sunnah haji sesuai dengan kemampuan dan keinginan masing-masing.
Waktu pelaksanaan
Waktu pelaksanaan tawaf haji tamattu memiliki kaitan erat dengan rangkaian ibadah haji secara keseluruhan. Tawaf haji tamattu dilakukan setelah jemaah haji menyelesaikan beberapa rangkaian ibadah haji lainnya, yaitu:
- Ihram haji
- Wukuf di Arafah
- Mabit di Muzdalifah
- Melempar jumrah
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji tersebut, jemaah haji kemudian melaksanakan tawaf haji tamattu. Waktu pelaksanaan tawaf haji tamattu dimulai setelah terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah dan berakhir sebelum terbit fajar pada tanggal 13 Dzulhijjah. Waktu pelaksanaan ini merupakan waktu yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW dan menjadi bagian dari rukun haji yang harus dipatuhi oleh setiap jemaah haji.
Waktu pelaksanaan tawaf haji tamattu sangat penting karena berkaitan dengan sah atau tidaknya ibadah haji yang dikerjakan. Jika tawaf haji tamattu tidak dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan, maka ibadah haji tidak dianggap sah. Oleh karena itu, setiap jemaah haji harus memperhatikan waktu pelaksanaan tawaf haji tamattu dengan baik agar ibadah haji yang dikerjakan dapat diterima oleh Allah SWT.
Lokasi pelaksanaan
Lokasi pelaksanaan tawaf haji tamattu merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan oleh setiap jemaah haji. Hal ini karena lokasi pelaksanaan tawaf haji tamattu memiliki kaitan erat dengan sah atau tidaknya ibadah haji yang dikerjakan.
- Masjidil Haram
Lokasi pelaksanaan tawaf haji tamattu adalah di Masjidil Haram, Mekkah. Masjidil Haram merupakan tempat yang sangat suci dan mulia bagi umat Islam, karena di dalamnya terdapat Ka’bah, kiblat umat Islam seluruh dunia.
- Area sekitar Ka’bah
Tawaf haji tamattu dilakukan di area sekitar Ka’bah. Area ini disebut dengan mataf. Mataf memiliki bentuk oval dengan panjang sekitar 480 meter dan lebar sekitar 35 meter.
- Hijr Ismail
Hijr Ismail merupakan bagian dari Ka’bah yang terletak di sebelah utara Ka’bah. Tawaf haji tamattu juga dapat dilakukan di Hijr Ismail, karena Hijr Ismail termasuk dalam bagian dari Ka’bah.
- Lantai dasar Masjidil Haram
Tawaf haji tamattu dilakukan di lantai dasar Masjidil Haram. Tawaf tidak boleh dilakukan di lantai dua atau lantai tiga Masjidil Haram, karena tawaf harus dilakukan di area yang sejajar dengan Ka’bah.
Dengan memahami lokasi pelaksanaan tawaf haji tamattu, jemaah haji dapat melaksanakan ibadah tawaf dengan benar dan sah. Selain itu, pemahaman tentang lokasi pelaksanaan tawaf haji tamattu juga dapat membantu jemaah haji dalam mempersiapkan diri sebelum melaksanakan ibadah haji.
Tata cara pelaksanaan
Tata cara pelaksanaan tawaf haji tamattu memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keabsahan ibadah haji yang dikerjakan. Tawaf haji tamattu harus dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, baik dari segi rukun, syarat, maupun tata caranya. Jika tata cara pelaksanaan tawaf haji tamattu tidak dilakukan dengan benar, maka ibadah haji tidak dianggap sah.
Salah satu contoh pentingnya tata cara pelaksanaan tawaf haji tamattu adalah terkait dengan jumlah putaran mengelilingi Ka’bah. Tawaf haji tamattu harus dilakukan sebanyak tujuh putaran. Jika kurang dari tujuh putaran, maka tawaf haji tamattu tidak dianggap sah. Selain itu, setiap putaran tawaf harus dilakukan dengan urutan yang benar, yaitu dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di Hajar Aswad.
Dengan memahami tata cara pelaksanaan tawaf haji tamattu dengan benar, jemaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan sah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Selain itu, pemahaman tentang tata cara pelaksanaan tawaf haji tamattu juga dapat membantu jemaah haji dalam mempersiapkan diri sebelum melaksanakan ibadah haji.
Hikmah Pelaksanaan
Hikmah pelaksanaan tawaf haji tamattu dilakukan setelah merupakan bagian penting yang perlu dipahami oleh setiap jemaah haji. Pemahaman hikmah di balik suatu ibadah dapat meningkatkan motivasi dan kekhusyukan dalam menjalankannya. Berikut adalah beberapa hikmah pelaksanaan tawaf haji tamattu:
- Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT
Tawaf haji tamattu merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan tawaf, jemaah haji menunjukkan rasa cinta dan penghambaannya kepada Allah SWT.
- Sebagai pengingat perjalanan Nabi Ibrahim AS
Tawaf haji tamattu juga menjadi pengingat akan perjalanan Nabi Ibrahim AS dalam mencari tempat untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Perjalanan tersebut melambangkan ujian keimanan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT.
- Sebagai simbol persatuan umat Islam
Tawaf haji tamattu dilakukan oleh seluruh jemaah haji dari berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi simbol persatuan dan kesatuan umat Islam di seluruh dunia.
- Sebagai sarana untuk mendapatkan pahala dan ampunan dosa
Tawaf haji tamattu merupakan salah satu ibadah yang dapat memberikan pahala yang besar dan ampunan dosa bagi jemaah haji. Setiap putaran tawaf membawa pahala tersendiri dan dapat menghapus dosa-dosa jemaah haji.
Dengan memahami hikmah pelaksanaan tawaf haji tamattu, jemaah haji dapat lebih menghayati dan meningkatkan kualitas ibadahnya selama melaksanakan ibadah haji. Selain itu, pemahaman hikmah pelaksanaan tawaf haji tamattu juga dapat membantu jemaah haji dalam mempersiapkan diri secara spiritual sebelum melaksanakan ibadah haji.
Sejarah Pelaksanaan
Sejarah pelaksanaan tawaf haji tamattu berkaitan erat dengan perjalanan dan perkembangan ibadah haji sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Tawaf merupakan salah satu rukun haji yang memiliki makna dan sejarah yang mendalam.
- Masa Nabi Ibrahim AS
Tawaf pertama kali dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS ketika beliau bersama putranya, Ismail AS, membangun Ka’bah. Tawaf melambangkan pengabdian kepada Allah SWT dan sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan Ka’bah.
- Masa Jahiliyah
Pada masa Jahiliyah, tawaf dilakukan dengan cara bertelanjang bulat dan disertai dengan praktik-praktik syirik. Tawaf dijadikan sebagai bentuk penyembahan berhala dan praktik-praktik lainnya yang bertentangan dengan ajaran Islam.
- Masa Rasulullah SAW
Setelah Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasulullah, beliau meluruskan dan menyempurnakan pelaksanaan tawaf. Tawaf dilakukan dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam dan dibebaskan dari praktik-praktik syirik.
- Masa Perkembangan Islam
Setelah masa Rasulullah SAW, pelaksanaan tawaf terus berkembang dan disempurnakan oleh para ulama dan pemerintah Islam. Tata cara pelaksanaan tawaf distandarisasi dan diperjelas, termasuk jumlah putaran, arah tawaf, dan doa-doa yang dibaca.
Sejarah pelaksanaan tawaf haji tamattu menunjukkan bahwa ibadah ini memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam dan telah mengalami perkembangan dan penyempurnaan sepanjang sejarah. Pemahaman sejarah pelaksanaan tawaf haji tamattu dapat membantu jemaah haji dalam memahami makna dan hikmah di balik ibadah ini, serta melaksanakannya dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Tanya Jawab Seputar Tawaf Haji Tamattu Dilakukan Setelah
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan jawaban yang sering diajukan mengenai tawaf haji tamattu yang dilakukan setelah:
Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan tawaf haji tamattu?
Jawaban: Tawaf haji tamattu adalah tawaf yang dilakukan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji, yaitu setelah melempar jumrah pada hari raya Idul Adha. Tawaf ini merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilakukan oleh setiap jemaah haji.
Pertanyaan 2: Kapan waktu pelaksanaan tawaf haji tamattu?
Jawaban: Tawaf haji tamattu dilakukan setelah terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah dan berakhir sebelum terbit fajar pada tanggal 13 Dzulhijjah.
Pertanyaan 3: Di mana lokasi pelaksanaan tawaf haji tamattu?
Jawaban: Tawaf haji tamattu dilakukan di area sekitar Ka’bah, di Masjidil Haram, Mekkah.
Pertanyaan 4: Berapa jumlah putaran tawaf haji tamattu?
Jawaban: Tawaf haji tamattu dilakukan sebanyak tujuh putaran.
Pertanyaan 5: Apa saja hikmah pelaksanaan tawaf haji tamattu?
Jawaban: Hikmah pelaksanaan tawaf haji tamattu antara lain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, pengingat perjalanan Nabi Ibrahim AS, simbol persatuan umat Islam, dan sarana untuk mendapatkan pahala dan ampunan dosa.
Pertanyaan 6: Bagaimana sejarah pelaksanaan tawaf haji tamattu?
Jawaban: Tawaf pertama kali dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS ketika beliau bersama putranya, Ismail AS, membangun Ka’bah. Setelah Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasulullah, beliau meluruskan dan menyempurnakan pelaksanaan tawaf.
Demikian beberapa pertanyaan dan jawaban mengenai tawaf haji tamattu yang dilakukan setelah. Semoga bermanfaat untuk menambah pemahaman kita tentang ibadah haji.
Selanjutnya, kita akan membahas tentang tata cara pelaksanaan tawaf haji tamattu secara lebih rinci.
Tips Melaksanakan Tawaf Haji Tamattu dengan Benar
Tawaf haji tamattu adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan oleh setiap jemaah haji. Tawaf ini dilakukan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji lainnya, seperti wukuf di Arafah dan melempar jumrah. Agar tawaf haji tamattu dapat dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:
Tip 1: Persiapan Fisik dan Mental
Pastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan baik sebelum melaksanakan tawaf. Tawaf membutuhkan stamina dan konsentrasi yang tinggi, oleh karena itu persiapkan diri dengan baik.
Tip 2: Pakaian Ihram
Gunakan pakaian ihram yang sesuai dengan ketentuan, yaitu berwarna putih, bersih, dan tidak berjahit. Pakaian ihram harus menutupi seluruh aurat dan tidak boleh memakai wewangian.
Tip 3: Niat Ihram
Sebelum memulai tawaf, niatkan dalam hati bahwa tawaf yang akan dilaksanakan adalah tawaf haji tamattu. Niat ini diucapkan dalam hati dan tidak perlu diucapkan dengan lisan.
Tip 4: Mulai dari Hajar Aswad
Tawaf dimulai dari Hajar Aswad. Sentuh atau cium Hajar Aswad jika memungkinkan, atau cukup berdiri sejajar dengan Hajar Aswad jika tidak memungkinkan.
Tip 5: Melawan Arah Jarum Jam
Tawaf dilakukan dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan arah berlawanan arah jarum jam.
Tip 6: Rukun dan Wajib Tawaf
Pahami dan laksanakan rukun dan wajib tawaf, seperti niat ihram, mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dan membaca doa-doa yang disunnahkan.
Tip 7: Berdoa dan Berzikir
Perbanyak doa dan zikir selama melaksanakan tawaf. Doa-doa yang dibaca dapat berupa doa yang terdapat dalam Al-Qur’an, hadis, atau doa-doa yang biasa dibaca oleh para ulama.
Tip 8: Menjaga Kekhusyukan
Jagalah kekhusyukan selama melaksanakan tawaf. Hindari berbicara hal-hal yang tidak penting, bercanda, atau melakukan perbuatan yang dapat mengurangi kekhusyukan tawaf.
Dengan melaksanakan tips-tips di atas, diharapkan jemaah haji dapat melaksanakan tawaf haji tamattu dengan benar dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Tawaf yang benar dan khusyuk akan menjadi salah satu faktor yang dapat menyempurnakan ibadah haji.
Selanjutnya, kita akan membahas tentang hikmah pelaksanaan tawaf haji tamattu. Bagaimana tawaf haji tamattu dapat meningkatkan kualitas ibadah haji dan memberikan manfaat bagi jemaah haji secara spiritual.
Kesimpulan
Tawaf haji tamattu merupakan salah satu rukun haji yang memiliki makna dan hikmah yang mendalam. Pelaksanaan tawaf haji tamattu setelah rangkaian ibadah haji lainnya memiliki beberapa aspek penting yang perlu dipahami oleh jemaah haji, seperti rukun, wajib, sunnah, waktu, tempat, tata cara, hikmah, dan sejarah pelaksanaan.
Beberapa poin utama yang dapat ditekankan dari pembahasan tentang tawaf haji tamattu antara lain:
- Tawaf haji tamattu merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT, pengingat perjalanan Nabi Ibrahim AS, simbol persatuan umat Islam, dan sarana untuk mendapatkan pahala dan ampunan dosa.
- Tawaf haji tamattu memiliki tata cara pelaksanaan yang spesifik, seperti dimulai dari Hajar Aswad, dilakukan dengan melawan arah jarum jam, dan dilakukan sebanyak tujuh putaran.
- Dengan melaksanakan tawaf haji tamattu dengan benar dan sesuai tuntunan, jemaah haji dapat menyempurnakan ibadahnya dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Pemahaman yang baik tentang tawaf haji tamattu akan membantu jemaah haji dalam mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual untuk melaksanakan ibadah haji dengan sempurna. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan kepada seluruh jemaah haji dalam melaksanakan ibadah haji.
Youtube Video:
